Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Supir Sekaligus Bodyguard


__ADS_3

Siang itu ketika Kanaya bersama dengan Raynand, ia mendapat telefon untuk pemotretan. saat itu Kanaya segera mengangkatnya, ia ingin meminta izin untuk tidak datang, namun saat itu ternyata Bryan sendirilah yang berbicara dan mengharuskan Kanaya datang apapun alasannya.


"emm Ray, aku harus pergi ke pemotretan"


"apa tidak bisa di tunda Nay? hari ini aku harus menemani kak Han, aku takut kak Han akan bertindak di luar batas seperti aku dulu!"


"tidak bisa Ray, mereka bilang semuanya sudah mepet dan pemotretan harus segera diselesaikan. dan untuk kak Han, kamu bisa menemaninya. aku akan berangkat dengan supir"


"tidak, aku tidak mengizinkanmu sendirian dengan supir. aku akan mengantarmu dan menemanimu sampai selesai! "


brak


Suara tabrakan membuat Raynand dan Kanaya segera berlari. dimana disana mereka mendapati mobil Rayhan ditabrak oleh mobil yang melintas dari arah yang berlawanan dengan Rayhan.


Dengan berlari Kanaya mengikuti Raynand hingga Kanaya tersandung dan membuat dahinya terbentur gerbang rumah Rayhan. mendengar siaran benturan Raynand segera memeriksa Kanaya yang ada di belakangnya.


"Nay, dahi kamu memar sayang"


"ini gak papa Ray, kita harus cek keadaan kak Han lebih dulu"


"tapi ini memar"


"gak ada waktu, keselamatan kak Han lebih penting Ray. aku yakin Lona bakal sedih banget kalo ayahnya kenapa-napa"


Akhirnya Raynand kembali berlari dan mendapati Rayhan yang sudah keluar dari dalam mobilnya. sementara orang yang menabrak pun juga keluar dan meminta maaf.


"maaf aku sedang buru-buru, jadi aku tidak melihat mobil anda keluar dari rumah" ucap wanita yang mengemudikan mobil yang menabrak Rayhan.


"aku yang minta maaf karna aku keluar secara tiba-tiba" timpal Rayhan.


"kak Han, lebih baik kita ke dalam ada yang harus kita bicarakan. dan untuk anda, jika terjadi kelurahan apapun anda bisa menghubungi saya" Raynand memberikan kartu nama kepada wanita tersebut dan membawa Rayhan kembali ke dalam rumah.


Setelah sampai didalam, Kanaya membuatkan minuman untuk Raynand dan Rayhan. setelah memastikan keadaan Rayhan baik-baik saja saat itu juga ia berpamitan untuk segera berangkat pemotretan karena Bryan terus menghubunginya.


Kanaya pergi dengan seorang supir dimana supir tersebut Raynand yang mencarinya. ia masih muda sejajar dengan Raynand yang memiliki kemampuan bela diri yang bertujuan untuk keselamatan Kanaya. selain itu supir tersebut juga memiliki academis yang bagus.


"emm kamu supir baru? " Kanaya yang tidak pernah melihat supir tersebut pun merasa harus berkenalan.


"iya bu, saya supir baru" jawabnya singkat dan tetap fokus dengan kemudinya.


"namamu siapa? "


"Saya Dimas, saya supir sekaligus bodyguard ibu"

__ADS_1


"bodyguard? "


"iya" timpalnya.


Setelah itu Kanaya tidak menanyakan apapun lagi, ia langsung masuk kedalam gedung. sementara itu Dimas juga mengikutinya. dan hal itu membuat Kanaya merasa aman, ia tidak khawatir jika Bryan melakukan hal yang seperti saat itu.


"kenapa terlambat? " suara baritin seseorang didalam ruang pemotretan membuat Kanaya sedikit tersentak.


"aku harus mengurus kakakku yang kecelakaan, apa itu tidak boleh? " jawab Kanaya.


"itu bukan urusanku. dan kewajibanmu membuat waktu kamu semakin efesian, bukannya tertunda seperti saat ini!" ujar Bryan dengan suara dingin. "dan kau siapa? kenapa kau ikut masuk kesini?" tambahnya lagi ketika mendapati Dimas yang terus mengikuti Kanaya.


"saya Dimas, saya ditugaskan oleh pak Raynand untuk menjaga mba Bu Kanaya" jelasnya.


"kalau begitu kau tunggu di mobil, karena kehadiranmu tidak diperlukan disini"


"tidak bisa, saya harus mengikuti kemanapun bu Kanaya berada"


Melihat raut wajah Bryan, Kanaya segera menyuruh Dimas untuk menuruti ucapan Bryan. dan mau tidak mau akhirnya Dimas menunggu Kanaya di dalam mobil.


"Arza, ayo sayang kita make up" ucap sang make up artis. Kanaya pun segera mengikuti pernah tersebut dan menyiapkan dirinya. namun sebelum ia meninggalkan ruangan Bryan, Bryan menyuruhnya untuk menghentikan langkah kakinya.


Pandangan matanya tertuju dan menelisik dahi Kanaya yang memar yang disebabkan oleh benturan ketika mengejar Raynand untuk memeriksa Rayhan ketika mengalami kecelakaan.


"tidak apa, aku hanya terbentur"


"ya sudah pergilah"


Kini Bryan yang terduduk sendiri didalam ruangannya mengepalkan tangannya. ia merasa kesal karena melihat Kanaya yang begitu disayangi oleh suaminya.


"mungkin saat ini kau bisa bahagia dengan suamimu Arza, tapi itu tidak akan berlangsung lama. aku akan membuatmu menderita seperti apa yang dirasakan oleh Naura yang saat ini berada di balik jeruji besi. begitupun denganmu Arka, kau akan menerima akibatnya karena membuat sepupuku diPenjara! " ucap Bryan penuh kebencian.


Sementara itu di tempat lain Rayhan tengah berdebat dengan Raynand. dimana keduanya berbeda pendapat tentang apa yang harus mereka lakukan.


"jangan melaporkan kasus ini begitu saja kak, ada baiknya jika kita mengawasinya"


Kali ini Raynand terlihat begitu dewasa. karena dikuasai oleh amarah Rayhan hendak melaporkan Arka kepada polisi karena menabrak istrinya hingga meninggal dunia.


"kau melarangku Ray? kau tidak ingat apa yang kamu lakukan ketika kamu marah melihat Naya bersama Arka! "


"saat itu keadaannya berbeda kak"


"dan lebih parah dengan istriku yang sampai meninggal, dan Arka yang sudah menabraknya justru tidak bertanggung jawab Ray. Arka harus merasakan akibatnya karena berbuat seperti itu terhadap Siska" mata Rayhan memerah, rahangnya mengeras itulah Rayhan yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.

__ADS_1


Karena emosi, Rayhan tidak mengindahkan ucapan Raynand dan segera melaporkan Arka dengan bukti rekaman video yang ia dapat dari pengirim yang tidak ia kenal.


_


"Arka, apa lo yakin menjarain Naura? " tanya Bastian


"ini pantes buat ngasih Naura pelajaran Bas" timpal Agas


tetapi berbeda dengan Arka yang hanya terdiam. saat itu ia mendadak teringat dengan kejadian ketika ia menarik Siska. saat itu Arka ingat jika ia meninggalkan korban yang ia tabrak tanpa memeriksanya terlebih dulu.


"ya udahlah jangan bahas ini lagi, lebih baik kita seneng-seneng aja. gimana kalo nanti malam kita bikin pesta bareng Temen-temen cewek gue! "


"ide bagus Bas, kali ini gue setuju. dari kemarin kita selalu tegang. lebih baik kita refreshing kan? " timoal Agas.


"gue gak ikut" sahut Arka.


"no, lo harus ikut Arka. karena kita bikin pesta itu buat lo. buat lo bisa lupain termasuk lo lupain Naya"


"gak akan bisa Bas, Naya itu udah ngambil semua hati gue. dan gue gak bisa lupain dia gitu aja! "


"okey, terserah lo Arka. tapi lo harus dateng ke pesta yang gue bikin. siapa tau nanti lo bakal berubah pikiran setelah lihat temen-temen gue"


setelah beberapa jam Arka sudah berada di sebuah pesta yang dibuat oleh Bastian dan Agas. saat itu seorang gadis datang dengan pakaiannya yang berbeda dari yang lain. dimana yang lainnya hanya mengenakan pakaian renang, dan gadis tersebut mengenakan pakaian yang tidak terlalu terbuka dengan senyum anggunnya.


"Hai Moana, akhirnya lo dateng" ucap Bastian yang menghampirinya.


namun saat itu Bastian segera melihat pergelangan tangan Moana yang terlihat biru. "tangan lo kenapa Moana? "


"tadi gue kecelakaan kecil. tapi untungnya gue gak papa. dan untungnya orang yang gue tabrak juga baik, mana ganteng banget ya walaupun dia kelihatan lebih dewasa dari gue"


"nah itu orangnya Bas" Moana menunjuk seseorang yang baru datang, dan pandangan Bastian pun mengikuti arah jari Moana.


"kak Han? "


"lo kenal Bas? "


belum sempat Bastian menjawab pertanyaan Moana, beberapa polisi datang bersama dengan Rayhan mendatangi Arka.


"Saudara Arka, anda kami tangkap atas kasus tabrak lari"


"astaga" ucap Bastian dan Agas bersamaan.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2