
Raynand melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi. ia hendak menemui seseorang yang mengirim pesan kepadanya di suatu tempat. ketika sampai di tempat yang ia tujuan, ia segera mengambil sebuah amplop yang sudah orang itu letakkan di sebuah bangku.
Raynand mengambil amplop tersebut dan melihatnya dengan lekat.
"sebenarnya apa isinya, kenapa orang itu mengatakan ini tentang Naya?"
Perlahan Raynand mulai membukanya. dan saat itu Raynand melihat foto dimana Kanaya berpelukan dengan seorang laki-laki. Raynand pun mengerutkan dahinya, ia bertanya-tanya siapa laki-laki tersebut.
Tanpa mengatakan apapun, Raynand bergegas untuk kembali melajukan mobilnya dan segera menemui Kanaya di rumah Rayhan. sesampainya disana ia melihat Kanaya yang tengah menggendong dengan baby Carel dan bercengkerama dengan seorang perempuan, yaitu Moana.
"Raynand"
Kanaya menyambut Raynand yang baru datang dan memeluknya sekilas. namun saat itu Raynand segera memasukkan amplop ditangannya kedalam saku jas yang ia kenakan. awalnya Raynand ingin langsung menanyakannya, namun ia urungkan karena Moana ada disitu dan tidak ingin membuat orang lain mengira jika pernikahannya dengan Kanaya bermasalah.
"emm Kanaya, aku harus pergi sekarang. mari Ray"
"ya" Raynand mengangguk
"sampai jumpa Moana" sambung Kanaya.
__ADS_1
Raynand berjalan lebih dulu dengan diikuti oleh Kanaya yang terus menciumi Carel. Setelah puas bermain dengan Carel, Kanaya meminta suster yang menjaga Ilona untuk mengajak Carel. dan kini berganti Ilona yang harus Kanaya urus untuk makan siang.
Kanaya dengan piawai menyiapkan makan siang untuk suami dan juga keponakannya dengan penuh kasih sayang.
"ini Ray, kamu sangat suka kan dengan ayam goreng mentega? " Raynand mengangguk ucapan Kanaya dengan senyum tipis di wajahnya.
"ak sayang" Kanaya mulai menyuapi Ilona. Ilona begitu lahab hingga membuat senyum lebar di wajah Kanaya.
"Ray, ada yang mau aku katakan. setelah makan siang aku ingin kita bicara di atas"
"hemm"
Kanaya tau jika Raynand sangatlah sibuk, ia tidak ingin membuang-buang waktu dan segera menemui Raynand yang sudah menunggunya didalam kamar.
"Ray.. "
panggil Kanaya dan membuat Rayand yang memandang keluar jendela segera menoleh ke arahnya.
"ada apa Nay? apa yang ingin kamu katakan?"
__ADS_1
"tadi Valdo datang kesini"
"Valdo suami Naura? " Kanaya segera mengangguki pertanyaan dari Raynand.
"kenapa dia kesini? "
"Valdo mengkhawatirkan keadaanku karena dia mendengar kejadian yang menimpaku ketika ada penyerangan waktu itu Ray, bahkan dia memelukku karena terlalu cemas"
Raynand tidak menyambung perkataan dari Kanaya. ia justru membuang nafas sehingga membuat Kanaya menatapnya dengan perasaan tidak enak. Kanaya takut karena dia mengatakan jika Valdo memeluknya membuat Raynand cemburu dan marah terhadapnya.
Akhirnya Kanaya mencoba untuk menjelaskan agar Raynand tidak salah paham dengan Valdo. ia meraih tangan Raynand dan hendak menjelaskannya. namun saat itu Raynand melepas tangan Kanaya dari tangannya, dan membuat Kanaya sedih.
"maaf Ray, maaf karna membiarkan laki-laki lain memelukku. aku bersalah" Kanaya tertunduk lesu dengan penuh penyesalan didalam dirinya.
"baiklah, karena kamu tau kesalahanmu kau tentu tau jika orang yang salah harus mendapat sebuah hukuman" tukas Raynand..
Seketika Kanaya menatap Raynand penuh tanya, ia tidak menyangka jika suaminya akan tega menghukumnya ketika kondisinya yang harus pemulihan karena insiden racun ular.
.
__ADS_1
. bersambung