
Hari ini tepat dimana Arka akan bertunangan dengan Naura. Naura pun begitu senang hingga mengajak bertemu Valdo di sebuah kafe. tepatnya siang hati sebelum acara pertunangan, Naura ingin makan bersama dengan Valdo dan juga berbincang dengan Valdo.
Naura melambaikan tangannya setelah melihat kedatangan Valdo.
"kenapa Naura, ini hari pentingmu. seharusnya jika ingin merayakan besok saja!" ucap Valdo.
"dengar Valdo, aku ingin merayakan denganmu karena kau yang selalu nendukungku."
"ya baiklah..."
"kau ingin memesa apa? "
"aku ingin kita ke tempat lain yang lebih menyenangkan"
"maksudmu? "
Naura kemudian membisikkan sesuatu terhadap Valdo yang berhasil membuat Valdo membulatkan matanya.
"untuk apa kau mengajakku ke tempat seperti itu Naura. jika ada yang melihatmu memasuki tempat seperti itu bisa saja ada masalah"
"sudah ikut saja denganku, aku yakin tidak akan ada masalah"
akhirnya Valdo menuruti Naura untuk pergi ke sebuah tempat karaoke. saat itu Valdo dan Naura mulai bernyanyi-bernyanyi sesuka hati.
"haus ni" ucap Naura.
sementara Valdo saat itu tengah menyesap minuman yang mereka pesan sudah mengulurkan minuman. namun ketika Naura berjalan mendekat kearah Valdo, kakinya tersandung oleh kakinya sendiri hingga ia terjatuh di atas pangkuan Valdo.
brak
Naura dan Valdo seketika menoleh ke arah pintu yang di buka paksa dari luar.
dan tanpa mereka duga, mereka tertangkap razia karena ternyata tempat karaoke dimana mereka pergi adalah tempat untuk laki-laki hidung belang bersenang-senang.
"ada apa ini pak, kami gak salah. kami tidak ada hubungan apapun" ucap Valdo
"kami juga pernah muda nak, jadi lebih baik kamu bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan"
"bagaimana ini Valdo, nanti malam aku akan bertunangan dengan Arka Valdo! "
"tadi aku sudah peringatkan sama kamu kan Naura, tapi kamu tidak mempercayainya."
__ADS_1
"sudah kalian ikut saja dengan kami"
saat ini Valdo dan Naura digiring kekepolisian. dan selang beberapa saat kedua keluarga dari kedua belah pihak tengah sampai di kantor polisi, dimana saat itu Arka juga menghadirinya.
"Arka, aku tidak pernah melakukan apapun dengan Valdo Arka. kamu tau itu kan? kamu tau Valdo sahabatku kan? "
"siapa yang tau apa yang kamu lakukan berdua ditempat itu Naura. jadi maaf aku tidak bisa melanjutkan pertunangan kita" ucap Arka yang berusaha terlihat sesedih mungkin. Arka perlahan berjalan mendekat ke arah orang tua Naura.
"paman, bibi, maaf. aku tidak bisa melanjutkannya. karena kalian tau sendiri apa alasannya bukan"
tanpa bersuara kedua orang tua Naura mengangguki ucapan Arka. dan setelah itu Arka pergi meninggalkan kantor polisi dengan perasaan leganya.
sementara ditempat lain, saat ini Ilona terus berada digendongan Kanaya karena demam. namun saat itu Raynand sudah bersngkatbke kantor, sementara Kanaya di rumah Rayhan mengurus Ilona dan dibantu oleh baby sitter baru. namun saat itu baby sitter tersebut hanya bisa membantu menyiapkan makanan untuk Ilona, pasalnya saat ini babysitter tersebut harus mengurus Baby Carel yang baru saja dijemput oleh Rayhan dari rumah sakit.
"Rina, biar aku yang membawa bubur itu. Ku tidak mau jika nanti baby Carel ikut tertular demam jika kamu ikut mengurusi Ilona" ujar Rayhan yang mengambil alih nampan yang berisikan bubur untuk Ilona.
tok tok
Rayhan mengetuk pintu dan membawanya untuk diberikan kepada Ilona yang saat itu berada digendongan Kanaya.
"Kanaya, ini aku bawakan bubur untuk Ilona"
Kanaya lalu mengajak Ilona untuk duduk dan segera meraih bubur tersebut untuk ia suapkan kepada Ilona.
saat itu Ilona hanya menggeleng sembari mengatupkan mulutnya serapat mungkin agar Kanaya tidak menyuapinya.
"okey, coba Lona bilang sama tante kenapa Lona gak mau makan hmm? " tanya Kanaya dengan lembut.
"Lona gak cuma cama bubun ante, Lona mau es kim"
"gini deh, tante janji nanti kalo Lona mau makan bubur ini, nanti kalo Ilona udah sembuh tante kasih Ice cream bikinan tante. Ilona belum pernah kan nyobain ice cream buatan tante Naya? "
saat itu pandangan mata Ilona terlihat tertarik dengan tawaran yang diberikan oleh Kanaya.
"behel ya ante, nanti kayok Lona mau mamam bubunnya, ante buatin Lona es kim? "
"iya janji sayang" ucap Kanaya mengukir senyum semanis mungkin.
saat itu kemudian Ilona mulai memakan tiap suapan yang diberikan oleh Kanaya. hingga suapan yang keberapa kali Ilona justru memuntahkannya hingga mengenai pakaian dan rambut Kanaya.
"maafkan Ilona Nay, nanti biar bibi yang nyuciin baju kamu"Rayhan takut Kanaya akan marah kepada Ilona sehingga ia langsung mengatakan hal itu.
__ADS_1
"sayang, jangan denger kata-kata papa kamu ya.. tante gak akan marah kok. nanti baju kamu tante bersihin ya. kamu tunggu disini biar Tante ambil baju ganti kamu"
sementara saat itu Rayhan hanya memperhatikan keduanya.
'ternyata mengurus anak sakit itu gak mudah. sementara aku dulu jarang memperhatikan kamu Siska waktu kamu mengurus Ilona yang sakit, yang aku tau saat itu anak kita sakit kita bawa kerumah sakit dan sembuh. ternyata proses sembuh anak yang sakit itu harus butuh tenaga lebih untuk membujuknya'
Rayhan teringat Siska ketika melihat perhatian dari Kanaya. lagi-lagi Kanaya berhasil membuat Rayhan kagum dengan sikap telaten dan kasih sayangnya terhadap Ilona.
setelah beberapa saat Kanaya sudah menganti pakaian Ilona. kemudian kini gilirannya untuk pergi mengganti pakaiannya.
"kak Han, tolong jaga Ilona ya. aku harus mengganti pakaianku"
"aku pasti akan menjaga nya Nay" setelah mengatakan hal itu, Kanaya langsung meninggalkan kamar Ilona.
"papa, Lona mau digendong cama ante Naya."
"tante harus ganti pakain sayang, kamu digendong papa dulu ya
"enggak mau, Lona mau digendong ante cantik pa.. hiks hiks hiks" tangisnya pecah mengisi ruangan tersebut. hingga Kanaya segera datang dengan hanya mengenakan kaos polos oversize.
Kanaya lalu mendekati Ilona yang saat itu tengah dibujuk oleh Rayhan agar mau menerima tawaran untuk digendong. namun ternyata tidak mudah untuk membujuk Ilona.
melihat hal itu Kanaya segera menggendong Ilona dan dalam seketika tangisan Ilona terhenti. "jangan nangis sayang.. tante ada disini sayang"
saat itu Kanaya belum sempat mengikat rambutnya karna ia baru saja membersihkan rambutnya yang terkena bubur karena Ilona.
dan ketika Kanaya menggendong Ilona ia kesusahan untuk mengikatnya. dan saat itu Rayhan menawarkan untuk mengikatnya.
"biar aku bantu Kanaya"
"apa tidak merepotkan kak? "
"tidak sama sekali Nay"
dan saat itu Rayhan mulai berusaha mengikat rambut Kanaya. "sebelumnya aku minta maaf Nay"
"tidak apa-apa kak"
Rayhan lalu mengikatkan rambut Kanaya dengan perlahan 'aku bahkan tidak pernah mengikatkan rambut Istriku, justru aku harus mengikatkan rambut adik iparku'
.
__ADS_1
. bersambung