
Kanaya memasuki rumahnya dengan barang belanjaan yang cukup banyak, siska yang melihat itu segera membantu kanaya.
"gak usah repot-repot siska, aku bisa kok. dan kamu jangan bawa yang berat-berat dong kasihan dedek bayinya."
"gak papa nay, kamu jangan berlebihan memanjakanku" sahut siska sambil menata sayuran di dalam lemari es.
seketika siska teringat raynand yang sudah pulang lebih awal.
"oh iya nay, raynand udah pulang. gak tau kenapa sepertinya ada masalah"
kanaya mengerutkan dahinya setelah mendengar ucapan siska tentang suaminya. "emm kalau gitu aku tinggal dulu ya sis, kamu jangan kecapean" kanaya sedikit berlari karena ingin segera menemui raynand.
ceklek..
Raynand yang tengah terduduk di sofa kamarnya menatap kanaya.
"ray kenapa, apa ada masalah? tadi siska bilang kamu seperti ada masalah!" ucap kanaya yang lalu duduk di meja depan raynand.
"hanya ada masalah sedikit nay masalah kantor!" kanaya mengangguk
"kalau gitu ayo kita makan, aku udah beli makanan dari resto kesukaan kamu ray"
"apa kamu gak masak hari ini nay?"
"gak sempet ray tadi kan aku harus belanja keperluan dapur.."
"gak sempet karna belanja atau karna sibuk dengan arka"
"apa maksud kamu aku sibuk dengan arka ray, tadi aku memang bertemu dengan arka. karna kami sudah lama tidak bertemu jadi kami memutuskan untuk mengobrol sebentar sembari makan siang ray. apa kamu marah?"
"aku tidak akan marah kalau kamu bilang sebelumnya. tapi buktinya kamu tidak mengatakannya sebelum aku menanyakannya. itu terkesan seperti kalian itu selingkuh"
hati kanaya merasa sakit mendengar ucapan raynand yang terkesan menuduhnya berselingkuh.
__ADS_1
kanaya berpaling dari raynand dan seketika airmata kanaya jatuh begitu saja,kanaya meremas bajunya menahan perih di hatinya.
"kenapa tidak menjawab, apa semua perkataanku benar?!" melihat kanaya yang tidak meresponnya raynand membanting ponselnya di sofa dan ia memilih keluar kamar.
setelah raynand pergi kanaya menjatuhkan tubuhnya di lantai, ia terduduk dengan airmata yang menganak sungai di wajahnya.
"aku hanya tidak ingin menjelaskannya disaat kamu marah ray, itu hanya sia sia"
kanaya merengkuh kakinya dan menempelkan wajahnya di lututnya.
-
"hah..bedebah" raynand menghentikan laju mobilnya yang berlaju begitu cepat di sebuah club malam.
di tempat itu sudah ada agas dan juga bastian. saat itu raynand langsung memesan minuman yang paling berat.
melihat raynand menhabiskan banyak minuman, bastian dan agas segera menghampiri raynand.
"stop ray lo udah minum terlalu banyak"ucap agas
"lo ada masalah apa si ray?" tanya bastian.
Dari kejauhan clara terus mengawasi, ingin rasanya ia menghampiri raynand. namun karena insiden waktu itu clara belum berani memunculkan batang hidungnya.
Belum sempat raynand menjawab pertanyaan bastian, saat itu arka datang bersama naura.
seperti biasa arka menjabat tangan satu sama lain ala mereka kecuali raynand yang menolaknya.
"hahaha.. lo adalah cewe bodoh yang mau deket sama arka"
naura mengernyitkan dahinya mendengar raynand yang tiba-tiba berkata kasar.
"apa maksud lo ray"ucap arka.
__ADS_1
"aku sama arka hanya berteman ray, dan apa maksudmu aku gadis bodoh jika dekat dengan arka"
"asal kalian tau, arka seorang laki-laki yang selama ini di kenal pendiam, bijaksana dan dingin kesemua cewe. dia dalah laki-laki murahan yang mau merebut istri sahabatnya sendiri"tukas raynand.
"jangan kurang ajar ray"sahut arka
"iya ray pikirin apa yang lo katakan" seru agas.
"apa kalian tau dia berusaha mengambil kanaya dariku, atau mungkin kalian memang berselingkuh?"
"lo terlalu banyak minum ray, mending lo pulang. dan bastian lebih baik lo anter raynand"
dengan susah payah bastian mengantarkan raynand pulang, saat itu rayhan tidak ada di rumah dan bastianlah yang harus memapah raynand.
saat bastian mengantar raynand kekamar, ia tidak sengaja melihat kanaya yang tertidur.
dengan hati-hati bastian membaringkan raynand di sebelah kanaya. namun saat itu bastian melihat kanaya yang hampir terjatuh dan dengan sigap bastian menangkap tubuh kanaya dan membenarkan posisinya.
"astaga tuhan, bisa-bisa gue jatuh cinta lagi sama naya. no! ini gak boleh cinta gue cuma buat naura. tapi kenapa malam ini naya cantik banget?" bastian terpesona kecantikan kanaya yang bahkan tanpa polesan make up sedikitpun.
namun tiba-tiba seseorang menendang kaki bastian "brengs*k lo ray, lo kenapa tendang gue si" bastian memaki raynand.
"udah cukup lihatin istri gue, apa lo mau gue bikin wajah lo yang gak seberapa itu hancur"
"woles bro, gue pergi!" bastian segera pergi dengan perasaan yang takut menjadi sasaran kemarahan raynand
Raynand duduk dan memandangi istrinya yang tertidur. "kenapa nay, saat kamu gak make up aja banyak banget orang yang ingin merebut kamu dariku. aku ini benar-benar mencintai kamu dan gak ingin kehilanagan kamu!" raynand merebahkan kepalanya di hadapan kanaya hingga terlelap.
.
.bersambung.
hahaha... raynand aku bikin bucin ga papa yakan... 😁😁
__ADS_1
.
.