
Kanaya mengerjap-ngerjapkan matanya. kanaya memandang sekeliling kamarnya mencari keberadaan raynand namun tidak ia temukan.
"apa ray semalem gak pulang" kanaya lalu memutuskan untuk memberaihkan dirinya. setelah itu seperti biasa ia langsung berkutat dengan pisau dan sayuran di dapur.
"nay, apa rayhan semalam tidak pulang?" tanya rayhan.
"entahlah kak han aku juga ingin tau soal itu!"
mendengar ucapan kanaya rayhan mengernyitkan dahinya "apa kalaian bertengkar?"
kanaya mengangguki ucapan rayhan.
"emm..nay semalam raynand di antar pulang oleh bastian, dan karna kak han tidak ada aku menyuruh bastian untuk mengantar ray ke kamarnya" ucap siska yang baru keluar dari kamarnya.
"benarkah sis, kalo gitu aku harus mencari ray" kanaya berlari begitu saja tanpa mwndengar saat rayhan memanggilnya.
kanaya mencari raynand di sepanjang jalanan tanpa mengenakan alas kaki dan tanpa sengaja kanaya menginjak pecahan kaca yang membuat kakinya terluka.
"aw.." darah segar mengalir daei kaki kanaya, namun kanaya tetap melanjutkan untuk mencari raynand.
☆☆☆☆☆
Raynand memandang daerah di sekelilingnya dengan mata elangnya. saat ini raynand berada di salah satu vila miliknya.
Saat itu raynand memang sedang mengadakan meeting dengan beberapa rekan kerjanya.
Rayhan tiba di vila tersebut sebelum rekan kerja mereka hadir.
"ray kamu harus cari kanaya. sejak tadi pagi dia mencarimu setelah siska mengatakan semalam kamu pulang di antar oleh bastian." ucap rayhan yang berdiri di belakang raynand yang tengah menikmati secangkir teh.
"kanaya sudah besar, jika dia tidak menemukanku pasti dia akan pulang kak han"ucap enteng raynand.
__ADS_1
"sebenarnya kalian ada masalah apa, kenapa kamu tidak perduli dengan istrimu"
"maaf kak kita harus segera meeting, para klien sudah datang. kita bahas itu nanti" raynand segera menemui para klien begitu juga dengan rayhan.
meeting di adakan cukup lama hal itu membuat rayhan cukup gusar, setelah beberapa saat akhirnya meeting selesai.
melihat rayhan yang buru-buru, raynand menghentikan langkah kaki kakanya itu.
"ada apa kak, kenapa kakak buru-buru pergi. ini mau hujan kak lebih baik istirahat sebentar disini"
"justru akan hujan aku harus segera mencari adik iparku yang sudah tidak di perdulikan oleh suaminya" rayahan meninggalkan raynand yang tidak bergeming.
karena tidak ada pilihan dan raynand pun sebenarnya khawatir dengan istrinya ia mengikuti untuk mencari kanaya.
karena jarak kota B ke kota A cukup jauh, raynand dan rayhan membutuhkan waktu yang cukup lama hingha hujan kini benar-benar mengguyur dan membasahi bumi.
di tengah perjalanan ban mobik rayhan mengalami kebocoran dan harus di derek. akhirnya rayhan memutuskan untuk mencari kanaya bersama raynand.
raynand menatap sekilas ke arah rayhan dan kembali mengemudikan mobilnya "aku melihat naya selingkuh dengan arka!"tukas raynand.
"jangan mengada-ngada ray, mana mungkin naya selingkuh dengan arka!"
"aku punya bukti tentang itu" seru raynand dan menunjukkan foto yang ia dapatkan. rayhan pun melihatnya cukup lama.
"tapi itu tidak membuktikan naya selingkuh ray, apa kamu gak inget kejadian ini sama persis saat siska jebak kamu" seketika raynand menghentikan laju mobilnya secara tiba-tiba.
"apa yang kak han katakan memang benar, siapa tau ada yang sengaja membuat seolah-olah naya itu selingkuh!"
Raynand melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi setelah beberapa menit raynand dan rayhan sampai di rumahnya. saat itu ia segera mengecek kamarnya dan benar saja, kanaya sudah tertidur di kamarnya.
"bagaimana ray, apakah-" rayhan menghentikan perkataannya saat raynand menempelkan jari telunjuknya di bibirnya mengisyaratkan rayhan untuk diam.
__ADS_1
"naya tidur kak, aku akan keluar"
raynand lalu bergegas menemui rayhan di bawah "sepertinya kita harus mencari siapa pengirim foto itu kak"
"kamu benar ray, mulai besok kita akan mencari tau!"
saat itu tiba-tiba siska keluar dari arah dapur dan membawa dua cangkir teh.
"ini untuk kalian"
"terima kasih siska" sahut rayhan
"ray, tadi naya pulang dalam keadaan basah kuyub dan jalan dengan kaki terpincang-pincang"
"apa maksud kamu siska?"
"iya tadi sepertinya naya waktu mencarimu tidak mengenakan alas kaki dan terkena sesuatu, aku belum semoat bertanya kanaya sudah masuk kamarnya dan sampai sekarang naya belum keluar bahkam seharian naya belum makan ray"
mendengar ucapan siska raynand langsung melihat keadaan isyrinya kembali.
raynand mengusap lembut pipi kanaya dan saat itu ia merasa suhu tubuh kanaya yang di atas rata-rata. "kamu demam sayang" raynand lalu beralih melihat keadaan kaki kanaya yang terluka.
"astaga, kaki naya terluka. ini parah" raynand sangat menyesali karena ia mengabaikan kanaya yang benar-benar tulus dengannya.
"walaupun naya sudah ku abaikan, namun kamu terus mencariku sayang"raynand mencium lembut puncuk kepala kanaya.
.
.bersambung
.
__ADS_1