
Ketika siska keluar kamar, semuanya terkejut dengan apa yang di bawa oleh siska.
Kanaya yang melihat hal itu segera menghampiri siska "siska ngapai kamu bawa-bawa koper, kamu mau kemana?"
"aku harus pergi nay, aku udah bilangkan kalo anak ini bukam anak ray. kadi aku gak perlu tinggal disini lagi. dan aku minta maag karna aku ingin merusak rumah tangga kamu nay, padahal kamu wanita yang sangat baik" siska menunduk dan menitikkan air mata.
"kamu gak perlu pergi nay, selama kamu hamil, kamu boleh tinggal disini. dan setelah itu, kita akan bantu mencarikanmu pekerjaan. iya kan ray?"
"tapi nay, siska itu-"
"benar kata naya ray" sahut rayhan.
akhirnya siska di izinkan tinggal di rumah raynand, hari demi hari usia kehamilan semakin bertambah ukuran oerut siska pun semakin besar dan membuat pergerakannya terbatas.
"siska aku harus pergi kamu di rumah yang hati-hati ya" ucap kanaya
"iya nay aku pasti akan baik-baik di rumah. dan kamu juga harus hati-hati okey?"
ucapan siska di angguki oleh kanaya dengan senyum tipisnya.
kanaya membeli oerlengjaoan dapur yang habis, saat ia berada di mall ia tidak sengaja bertemu dengan arka.
"arka.."
"naya, kamu sama siapa disini?" arka memandang sekeliling namun tidak ada seirangpun yang ia kenal dan menandakan kanaya disitu sendiri tanpa di temani raynand.
__ADS_1
"aku sendiri ka, kamu cari apa kok di sini?"
"ini nay aku lagi beli sayuran karna sayuran di rumah abis"
"iya aku tau kamu cari sayuran, tapi bukannya di rumah kamu ada art dan ibu kamu?"
"emm itu nay sejak kita batal nikah aku mutusin untuk pindah ke apartemen dan aku tinggal sendiri tanpa art" jelas arka.
"Ooo jadi kami sekarang sendiri.."
mereka terus mengobrol hingga sampai di sebuah meja kasir. setelah membayar mereka memutuskan untuk makan siang bersama karena lama tidak bertemu.
"emm nay, boleh aku tanya sesuatu?" arka menatap dalam manik mata kanaya yang saat ini juga tengah menatapnya.
"apa yang mau kamu tanyain ke aku ka?"
kanaya tersenyum tipis mendengar ucapan arka "itu bukan anak ray ka, itu adalah anak daniel yang biasa datang ke klub tempat kalian nongkrong"
"daniel?" kanaya mengangguki ucapan arka.
arka termangu mendengar nama daniel di sebut oleh kanaya. kanaya yang menyadari itu ia segera menyadarkan arka dengan melambai di hadapan wajah arka.
"ka kamu kenapa? "
"daniel itu anak dari kolega kerja orang tua raynand yang korupsi dan akhirnya di penjara. apa mungkin daniel deketin siska karena dia mau membalas keluarga agara?"
__ADS_1
"oh jadi gitu, tapi bisa jadi seperti itu ka"
"ya udah lebih baik kita lanjut makan, kamu pasti nanti di cariin ray kalo telat pulang nay"
"eh iya ka kamu bener"
kanaya begitu lahab menyantap makan siangnya hingga kanaya belepotan, dan tanoa arka sadari ia mengusap noda makanan yang ada di sudut bibir kanaya.
"sorry ka berantakan ya.." ucap kanaya dambil membersihkan wajahnya dengan tisu.
"dikit doang nay" arka tersenyum ramah.
'tuhan, kenapa engkau berikan ujian ini? bagaimana aku bisa melupakan naya kalo dia semenggemaskan ini' arka tak henti memperhatikan kanaya yang sedang menyantap makan siangnya.
tanpa mereka sadari tadi clara mengikutinya dan tanpa menyia-nyiakan kesempatan clara memotret mereka berdua dan di kirim ke ponsel milik raynand.
brakk....
Raynand membanting ponsel miliknya saat melihat foto arka yang tengah mengusap bibir kanaya.
"apa arka sengaja mau merebut naya dariku? atau malah kanaya yang memang berniat mengkhianati pernikahan kami!" raynand mengepalkan kedua tangannya.
saat itu raynand langsung bergegas untuk pulang tanpa menunggu jam kantor selesai. hal itu membuat rayhan sedikit bingung, tidak biasanya raynand pergi tanpa bilang kepada rayhan.
.
__ADS_1
.bersambung
.