Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Perempuan Hamil


__ADS_3

Kanaya sudah bangun lebih pagi. ia diharuskan bangun lebih awal karena ia harus menjalani aktivitas nya kembali menjadi seorang model karena kontrak yang masih ia kantongi.


awalnya Raynand tidak ingin istrinya bekerja lagi, namun sebagai profesional ia tau apa yang menjadi tanggung jawab seorang yang sudah tanda tangan kontrak. bisa saja ia membayar pinalti jika Kanaya mengakhiri kontrak kerja, namun Kanaya tidak membiarkan hal itu terjadi.


"Nay, apa kamu yakin melanjutkannya? karna pekerjaanmu ini adalah campur tangan Arka Ai"


ada rasa khawatir dan tidak suka, bagi Raynand pekerjaan istrinya adalah campur tangan Arka. dan ia tidak ingin dianggap memanfaatkan Arka untuk kesuksesan istrinya.


"aku yakin Ray. walaupun aku harus belajar lagi, tapi aku yakin bisa. dan untuk Arka, aku anggap ini adalah sebuah keprofesionalan kerja aja ray"


ya itulah Kanaya, keras kepalanya dari dulu tidak pernah hilang. apapun yang menurutnya mampu, ia akan menyanggupinya sekalipun ia harus memulai dari awal pengalamannya itu.


"hari ini aku akan menyuruh anak buahku untuk mengantarmu Nay, karena aku harus meeting pagi ini"dengan senyum yang tersungging, Kanaya mengangguk ucapan Raynand.


di perjalanannya menuju tempat pemotretan, Kanaya merasa nervous. ia khawatir jika dia tidak akan bisa melakukan pemotretan, padahal seperti yang orang tau bahwa dirinya adalah model profesional.


setelah menemouh perjalanan sekitar tiga puluh menit, Kanaya sampai ditempat tujuannya.


"ini yang kita tunggu-tunggu udah datang"


"pagi semua.. " sapa Kanaya dan disambut hangat oleh crew yang akan membantunya dalam proses photoshoot.


"Arka, nanti kamu pakai baju ini ya.. dan kamu akan photoshoot bersama dengan Alex"


dan photoshoot pun dimulai. saat itu ia harus berpose sedikit mesra dengan seseorang yang bernama Alex. namun karena tidak nyaman, Kanaya memberikan bahasa tubuh yang agak menjauh dari Alex.


"Arza, ada apa denganmu hari ini, kau tidak seluwes biasanya! apa kamu sakit? "


"enggak kok, aku hanya sedikit merasa tidak nyaman."


"oke, kita kasih waktu lima menit buat kamu Siap-siap lagi ya"


"baiklah" balas Kanaya dengan senyum tipis diwajahnya.


sementara itu Alex menatapnya terus, ia merasa ada yang aneh dari Kanaya. pasalnya bukan kali pertama ia bekerja sama dengan Kanaya dan selama ini selalu lancar dan bagus. tapi kali ini kenapa Kanaya begitu terlihat canggung saat dirinya menyentuh pinggangnya hanya untuk sekedar pemotretan.


Alex berinisiatif untuk mengajaknya berbicara. melihat Kanaya yang gusar, ia tahu bahwa ada yang menganggu pikirannya saat ini.


"ada apa Arza, apa kamu sakit? "


"oh tidak Alex, aku hanya tidak terbiasa" mendengar pernyataan Kanaya, membuat dahi Alex berkerut. ia heran dengan apa yang ia dengar. pasalnya sudah ratusan kali Kanaya melakukan pemotretan, bagimana bisa Kanaya mengatakan bahwa dirinya belum terbiasa.


"hei, jangan bercanda Arza. jangan mengujiku seperti itu. aku tau kamu sangat profesional. dan aku tau kami pasti ingin mengetes ku karna aku lebih junior darimu kan? "


"eh jangan salah paham Alex, biar aku ceritakan semuanya"

__ADS_1


"sebenarnya penjelasan apa yang ingin kamu katakan Arza?"


saat itu Kanaya menceritakan tentang dirinya yang amnesia selama ini. dan penjelasan yang disampaikan oleh Kanaya tentu saja membuat Alex terkejut. pasalnya yang ia tau selama ini Kanaya begitu manja terhadap Arka dan kurang bisa bersikap ramah walaupun Arza memang orang yang baik bagi Alex.


"jadi sebenarnya nama kami siapa? "


"Arza memang namaku Alex, tapi orang-orang biasa memanggilku Naya. tapi karena nama Arza sudah melekat pada diriku di entertain ini, jadi aku tetap menggunakan nama itu jika aku sedang bekerja." pungkasnya dan di anggguki oleh Alex.


saat itu mereka kembali dipanggil untuk menjalani photoshoot mereka. saat itu Kanaya sudah lebih baik karena sidang berbincang dengan rekannya.


-


"terimakasih atas kerja samanya Alex, aku balik dulu ya"


"yok" balas Alex sembari melambaikan tangannya. ia melihat kepergian Kanaya hingga tidak terlihat.


senyumnya tersungging sembari mengingat Kanaya.


"ternyata kau lebih baik ketika ingatanmu kembali. dulu kau sangat tidak bisa diajak bercanda, dengan alasan takut Aka mu marah atau apalah. aku yakin seseorang yang bersama mu saat ini lebih profesional dari Arkana Soedirja itu"


saat itu Alex yang merasa lapar karena pekerjaannya, ia memilih untuk pergi ke sebuah restoran. disana ia melihat seseorang yang familiar baginya.


"bukannya itu Arkana Soedirja? Dia bersama dengan wanita lain secepat ini? benar-benar tidak habis pikir."


Alex begitu terkejut melihat Arka bersama dengan wanita lain secepat ini ketika ia sudah tidak bersama dengan Kanaya lagi. pasalnya duku ketika mereka bertemu, Arka begitu over protektif bahkan Arka tidak akan membiarkan siapapun dekat dengan Kanaya kecuali saat bekerja.


akhirnya Alex mengikuti Arka yang bersama dengan seorang perempuan. dan ketika Alex membuntuti Arka, ia berhenti di sebuah jalanan yang dekat dengan pedagang makanan pinggir jalan.


"permisi pak, apa saya boleh tanya sesuatu?" itulah yang terdengar ditelinga Alex.


"ada apa ya? "


"begini pak, kemarin lusa sepertinya terjadi sebuah kecelakaan disini. karena bapak pedagang disini, apa bapak tau mengenai korbannya? "


"oh, korbannya perempuan yang sedang hamil itu ya mas. kayaknya kritis atau meninggal saya juga gak tau. soalnya langsung dibawa sama suaminya ke rumah sakit mas"


Arka tertegun mendengar pernyataan dari pedagang yanga melihat korban kecelakaan yang ia tinggalkan. bahkan Arka harus di tuntun oleh perempuan yang bersamanya untuk kembali kedalam mobil.


"oh begitu ya pak, baik Terima kasih atas waktunya ya pak" ucap perempuan yang bersama dengan Arka.


setelah di dalam mobil, perempuan tersebut memeberi minum untuk Arka, dan Arka segera menggaknya.


"halo Bastian, tolong lo bantu gue untuk cari tau tentang perempuan hamil yang menjadi korban tabrak lari di rumah sakit sekitar kejadian, gue akan mencarinya juga di rumah sakit lainnya"


setelah meminta tolong kepada Bastian, Arka langsung melajukan mobilnya cukup kencang

__ADS_1


"Arka, tolong hati-hati. apa kamu mau menabrak orang lagi? "


"dengar Naura, aku tidak punya banyak waktu. aku takut perempuan itu tidak selamat."


ya, perempuan yang menemani Arka adalah Naura. Naura mengetahui hal itu ketika ia pergi ke klub milik Bastian dan tidak sengaja mendengar perbincangan antara Arka dan juga Bastian.


"Arka, apa kamu tidak memberi tau Agas soal ini? "


"aku rasa tidak perlu merepotkannya Naura. Agas sedang ada urusan dengan keluarganya, aku tidak mungkin memberitahu nya."


"baiklah, tapi aku akan terus bantuin kamu Arka" ujarnya sembari mengusap lembut tangan Arka.


drrrttt drrrttt


ponsel Arka kembali berdering, dan saat itu Bastian lah yang menghubunginya. Arka segera mengangkatnya, ia berharap Bastian membawa berita tentang seseorang yang ia cari.


"halo ada apa Bas, apa lo udah nemuin orang yang gue tabrak? "


"gue belum bisa pastiin Arka, tapi lo bilang tadi lo nabrak perempuan yang sedang hamil kan? "


Arka sempat terdiam, kenapa Bastian justru menanyakannya kembali setelah baru saja ia beri tau.


"ya, lalu? "


"apa lo tau Arka? baru saja Agas telfon gue, dia ngasih tau kalo kemarin istri kak Han yaitu Siska.. " Bastian menjedanya sebelum mengatakan semuanya.


"kenapa lo malah ngasih tau soal keluarga Raynand Bas, gue gak ada waktu buat itu! "


"tunggu dulu Arka, gue belum selesai ngomong, dengerin gue! Siska meninggal karena kecelakaan Arka. dan lo inget kan? Siska saat ini sedang hamil! jadi apa kematian Siska ada hubungannya sama korban yang lo cari Ka? "


deg


perasaan Arka mencelos ketika Bastian menjabarkan semuanya. Naura yang melihat raut wajah Arka pun menjadi penasaran.


"ada apa Arka? "


"Siska Nau.. Siska meninggal dunia karena kecelakaan. dan saat ini dia sedang hamil! "


"apa itu artinya orang yang lo tabrak itu Siska Arka? "


Arka menggeleng tidak pasti "entahlah Naura, aku belum bisa memastikannya." tetapi perasaan Arka semakin tidak karuan ketika mendengar kabar tersebut.


.


. bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2