
"berhenti bertindak konyol, kalian memang tidak punya perasaan!" ucap kanaya.
beberapa orang yang bertubuh besar menatapnya dengan tatapan membunuh yang membuat kanaya sedikit menciut. sedangkan siska hanya terdiam menatap kanaya.
"kamu gila siska, jangan turuti mereka. mereka itu brengsek!" kanaya memaki siska yang kini dalam keadaan setengah telanjang.
kanaya terus meronta untuk melepaskan diri namun ikatannya yang terlalu kuat sulit untuk lolos. terlebih tangannya yang terluka semakin membatasi pergerakannya.
"hentikan siska jangan bodoh!" ucap kanaya.
"diam" seseorang memperingati kanaya. orang itu adalah boss dari orang-orang yang bertubuh besar yang tengah menyandera kanaya.
"lepasin aku.." kanaya berteriak.
"sabar sayang, setelah siska kamu juga akan mendapat giliran. bahkan kita akan pindah kesebuah hotel mewah. tidak seperti saat ini yang hanya aebuah pondok di tengah hutan" orang itu menyentuh pipi kanaya. kanaya segera memalingkan wajahnya agar terlepas dari sentuhan orang itu.
"siska hentika.." lagi-lagi kanaya menyuruh siska menghentikan aktifitasnya yang akan melepas pakaiannya yang tersisa.
"aku harus lakuin ini nay, kalau tidak mereka akan membunuhku karna hutangku. dan aku mengaku raynand sebagai ayah dari anakku hanya untuk terbebas dari daniel nay. maafkan aku." siska menangis dengan kencang dan hal itu membuat daniel marah. ya, boss itu adalah baniel yang pernah di sebut oleh agas saat itu.
"jadi mereka sering melakukan ini sama kamu dan kamu tidak melaporkannya siska?" kanaya tercengang dengan kenyataan yang ada di hadapannya.
"dan kamu, jadi kamu daniel?"
Daniel memang seorang mafia yang sangat tampan, namun perbuatannya tidak bisa di sebut sebagai manusia. ia slalu memanfaatkan wanita seperti siska. awalnya dia memamerkan kekayaannya dan akhirnya dia akan menjerat wanita dan memanfaatkan hanya untuk kesenangannya.
"kalian keluar, aku akan bersenang-senang dengan wanita pemberani ini walaupun penampilannya cupu tapi wajahnya sangat cantik." ucap daniel.
__ADS_1
"lepaskan siska lebih dulu"
"oke sayang, kalau kamu tidak rela membagiku dengan siska, aku akan melepaskannya."
Daniel mengisyaratkan anak buahnya untuk melepaskan siska. siska segera lari dari tempat tersebut.
di sepanjang jalan ia terus mencari pertolongan dan saat itu dia hampir tertabrak oleh sebuah mobil.
"tuan tolong.. tolong saya.."
"siska, kenapa kamu ada disini? dan dimana kanaya?" ucap raynand yang baru turun dari mobil yang hampir menabrak siska.
"ray tolong ray, tolong selamatin naya. dia dalam bahaya." ucap siska dengan nafas terengah-engah.
"apa? lalu naya sekarang dimana.?" rayanand terlihat sangat mencemaskan kanaya.
saat itu raynand melajukan mobilnya sangat cepat dengan intruksi dari siska. sedangkan rayhan sibuk berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
"menjauh dariku. jangan berani-beraninya kamu menyentuhku!" tegas kanaya menatap tajam Daniel.
"berteriaklah sesukamu karna tidak ada seorangpun yang akan menyelamatkanmu."
"suamiku pasti akan menyelamatkanku!"
"kamu pasti berharap wanita hamil tadi akan membantumu kan? itu tidak mungkin. dia tidak akan kuat berjalan jauh dalam keadaannya seperti itu"
Daniel tertawa dan sesekali menyentuh wajah kanaya dan membuat kanaya semakin takut.
__ADS_1
Danil mulai membuka kancing bajunya dan setelah itu ia mulai membuka kancing baju kanaya dan saat itu ia hampir melepas pakaian kanaya.
bugh... bugh..
raynand dan rayhan yang datang tepat waktu berhasil menghentikan aksi dari daniel.
saat itu terjadi duel antara raynand dan daniel. melihat keadaan istrinya seperti itu membuat raynand sangat marah. ia menghajar habis daniel. namu saat daniel dan anak buahnya sudah tidak berdaya rayhan menghentikan raynand.
"berhenti ray jangan bunuh dia, jangan kotori tanganmu. biarkan polisi yang memberi pelajaran"
raynand pun menuruti ucapan rayhan dan segera merengkuh istrinya. raynand segera mengenakan jaznya untuk menutupi pakaian kanaya yang tadi sempat di sobek oleh daniel.
perjalanan mereka cukup lama dan setelah sampai di rumah kanaya langsung mengantar siska dan menemani siska hingga tertidur.
melihat kanaya yang keluar dari kamar siska raynand segera memeluk kanaya dengan erat.
"sayang.. kamu kenapa harus menolong siska lagi. dia itu jahat sama kamu nay?"
"aku tau dia jahat ray, tapi itu bukan kemauannya. melainkan itu untuk melindungi dirinya"
rayhan yang mendengar itupun ikut penasaran tak kalah dengan raynand. Kanaya pun menceritakan semua yang ia ketahui termasuk ayah dari anak siska bukanlah raynand melainkan daniel si pria brengsek.
"sekarang kamu istirahat ya.. jangan terlalu capek" ucap raynand.
Raynand membawa kanaya kedalam kamar dan menemani kanaya hingga terlelap.
.bersambung.
__ADS_1
.
.