
Raynand begitu terlihat cemas dan merasa bersalah. ia terus menyalahkan dirinya untuk kecelakaan yang menimpa kanaya.
dokter pun keluar setelah menangani kanaya yang cukup kritis. namun raut wajah dokter membuat semuanya merasa cemas. dan benar saja, saat itu dokter manyatakan kanaya mengalami koma. dan belum bisa di pastikan kanaya akan sembuh atau tidak.
"ini semua gara-gara lo ray.." seketika arka menghujani raynand dengan pukulannya, meskipun rayhan berusaha melerai namun kemarahan arka benar-bemar membuatnya kewalahan. ditambah dengan raynand yang tak melawan sekalipun.
dan akhirnya rayhan berhasil melerai karena arka yang lelah memeukuli raynand tanpa perlawanan.
"astaga raynand..." saat itu agas dan bastian segera membantu rayhan untuk menolong raynand. dan di susul kedatangan orang tua kanaya dan mertuanya.
"ada apa ini, kenapa arka memukuli raynand? kalian ini sahabat bukan?" ucap bu rani.
"apa tante tau, naya koma gara-gara ray tante"
"apa?.."
brugh...
bu safira tumbang mendengar anaknya yang mengalami koma, dan saat itu raynand yang kesakitan berusaha menolong bu safira.
▪▪▪▪▪
Sudah dua tahun lamanya sejak kejadian di rumah sakit, raynand tidak pernah bisa bertemu dengan kanaya sekalipun menanyakan kabarnya.
"permisi pak meeting akan kita adakan satu jam lagi, dan hari ini kita harus bertemu dengan model yang akan menjadi brand ambasador produk kita yang terbaru"
"baik kamu siapakan saja semuanya"
"baik pak."
tring...
ponsel milik raynand berdering, seperti biasa itu adalah telfon dari siska yang kini menjadi kakak iparnya hanya untuk menyuruhnya membelikan bahan makanan.
__ADS_1
"aduh sis, emang kak han kemana?"
"rayhan siang ini gak bisa pulang ray, dan kamu tau kan keponakan kamu ini gak bisa kalo gak aku masakin ayam. dan kalo aku mau cari, apa kamu gak kasihan sama kakak ipar kamu yang perutnya lagi besar kaya gini?"
"oke nanti aku suruh asisten aku buat nganter ke rumah" raynand lalu memutus panggilannya dengan kakak iparnya.
siska memang saat ini sudah menikah dengan rayhan, saat ini ia tengah mengandung anak dari rayhan. sedangkan anak kesuanya memang sedang di masa aktif-aktifnya sehingga dia sedikit kuwalahan karena tidak menggunakan jasa babysiter.
setelah selqng satu jam raynand berjalan menuju tempat duduk yang sudah ada seseorang yang menunggunya.
"permisi.. nona arza?" raynand dan sekertarisnya datang, dan saat itu model yang sudah ia kontrak duduk membelakanginya.
model itupun bangkit dan membalas sapaan dari sekertaris raynand. "iya... nona milie?"
"oh iya.. silahkan duduk nona arza, dan ini pak raynand selaku ceo di kantor kami"
saat itu raynand tertegun melihat sosok model yang ada di hadapannya saat ini. "kanaya"
"naya..." raynand lalu memeluk orang yang di sebut arza secara tiba-tiba. dan hal itu membuat perempuan itu tidak suka.
"tolong sopan tuan, kalau seperti ini saya akan membatalkan kontrak"
"maaf nona, ku kira aku mengenalmu. milie aku minta kontraknya" miliepin segera melihat nama dari model itu, dan benar saja disitu tertera nama kanaya arza malik. sontak raynand kembali mengingay saat orang tua kanaya melarangnya menemui kanaya di rumah sakit.
____flashback on____
mata pak malik memerah menahan amarah yang saat ini menguasai dirinya. rasa sayangnya kepada menantunay tiba-tiba lenyap begitu saja saat arka mengatakan raynandlah penyebab kanaya kecelakaan.
"saya pikir kamu lelaki yang tepat untuk anak saya, tapi ternyata apa? anak saya jadi seperti ini gara-hara kamu ray"
raynand menggeleng-geleng ingin menjelaskan, namun raynand hanya memilih diam. karna jika ia menjelaskan itu hanya akan memperkeruh suasana.
__ADS_1
" dan kamu lihat keadaan istri saya sekarang"
"malik, kita bisa bicarakan ini baik-baik. kita dengar dulu penjelasan dari ray" sahut pak wilan.
"bisa dibicarakan baik-baik anda bilang? sudah berapa kali anak saya celaka, itu semua gara-gara raynand" ternyata saat itu pak malik benar-benar di kuasai amarah dan rasa kekhawatiran untuk kanaya.
diasaat kedua lelaki paruh baya itu berbicara disisi lain bu rani hanya bisa menangis sembari berusaha membangunkan besannya yang sedang pingsan.
"dan untuk kami raynand, jangan berani beraninya kamu temui anak saya. sekarang lebih baik kalian pergi dari sini"
____flashback off____
saat itu kanaya melambaikan tangannya di hadapan raynand agar raynand segera sadar dari lamunannya.
"tuan apa anda sedang sakit?" tanya kanaya.
"oh maaf nona arza saya hatus pergi, kau bisa mengurus apapun dengan sekertaris saya" raynand lalu pergi meninggalakan kanaya bersama milie.
'jadi benar kata orang, dia itu bos sombong yang suka mainin perempuan. buktinya tau-tau dia main peluk gitu aja' kanaya bergidik.
disisi lain raynand terdiamdan kini sibuk memikirkan kanaya yang bahkan saat ini tidak mengingatknya sama sekali.
"ada apa dengan naya, apa dia amnesia?"
begitu penasaran dengan apa yang terjadi, raynand akhirnya memutuskan akan menemui arka yang bahkan sudah lama ia tak menemuinya karna hubungan mereka yang tidak cukup baik.
.bersambung
.
.
__ADS_1