Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Mirip Dengan Model


__ADS_3

Agas benar-benar terkejut ketika mendengar apa yang di bahas antara Bastian dan juga Arka. Agas kemudian mendatangi keduanya dan menatap penuh selidik.


"tolong jelasin ke gue apa yang gue denger tadi itu gak bener kan?"


Arka dan Bastian saling pandang, keduanya masih sama syoknya ketika mendapati Agas yang sudah berdiri di ambang pintu. selain itu Arka juga berpikir, apakah Agas akan mengadukannya terhadap Rayhan? atau justru Agas akan membantunya.


"kalian harus jelasin ke gue sekarang" sambungnya lagi.


Arka menarik nafas dalam dan kemudian bangkit dari duduknya dan berhadapan dengan Agas yang saat ini meminta jawaban.


"yang lo denger emang bener Gas, gue yang udah nabrak Siska dan gue kabur. sehingga Siska harus meregang nyawa saat itu" Arka terlihat begitu menyesal dan bersedih ketika menyampaikannya terhadap Agas.


"bisa-bisanya lo nabrak dan lo pergi gitu aja Ka? kalo aja waktu itu lo langsung bawa Siska ke rumah sakit, dia gak akan kehilangan nyawanya. dan asal lo tau Arka, yang jadi korbannya bukan cuman Siska. ada Ilona yang masih membutuhkan ibunya begitupun Kak Han. dan belum lagi anak yang ada di kandungannya saat itu selamat, dan dia harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu!"


Agas begitu emosional ketika mengatakan kekesalannya terhadap Arka yang tidak bertanggung jawab atas apa yang Arka lakukan.


"udah dong Gas, tenangin diri lo! " sahut Bastian yang menengahi.


"dan gue gak habis pikir sama lo Bas. ternyata lo udah tau, dan lo gak ngasih tau gue terlebih Kak Han! "


"gue tau ini salah Gas, tapi gue juga gak mau persahabatan kita yang hampir membaik akan kembali hancur dengan insiden ini" Bastian mencoba membuat Agas mengerti.


"apa lo tau Gas, Arka saat itu tengah kacau karena tunangannya harus ninggalin dia. dan dia gak sengaja nabrak. dan karena pikirannya yang kacau dia memutuskan untuk pergi, namun setelah itu Arka balik nyari orang yang dia tabrak, Siska gak ada di tempat itu, jadi dia awalnya gak tau kalo itu Siska! "


"bahkan Arka sama gue harus nyari korban yang di tabrak dari beberapa rumah sakit, hingga kami akhirnya menemukannya karena bertanya dengan pedagang yang ada ditempat itu. Arka udah mau tanggung jawab Gas, tapi sayangnya dia terlambat"jelas Bastian membela Arka.


brugh


Agas menjatuhkan badannya di atas lantai, ia masih tertegun dengan fakta yang ia cari beberapa hari terakhir.


"kalian, kalian bener-bener tega bohongin kita semua?"


"gue gak tau apa yang kalian pikirin"


"please Gas, jangan bilang ini sama mereka. lo gak kasian sama Arka? dia abis kehilangan Naya, dan sekarang? apa dia juga harus kehilangan orang-orang terdekatnya? "

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan dari Bastian, kini Agas merasa dilema. ia bingung dai satu sisi Rayhan adalah kakak dari Rayhan yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri, tetapi disisi lainnya adalah Arka sahabatnya sejak dulu, sebelum mengenal Rayhan.


"gue bener-bener gak tau harus gimana, ssshh" Agas berdecak kesal sembari meraup wajahnya kasar.


"lo gak usah bingung Gas, biar sekarang gue yang ngomong langsung sama mereka. gimanapun itu slaah gue, dan gue harus tanggung apapun resikonya." Arka bergegas pergi, namun Agas mencekal pergelangan tangannya dan mendongak menatap lekat Arka yang terlihat raut penyesalan.


Agas menarik nafasnya dalam-dalam, ia laku bangkit dan berdiri dihadapan Arka. "bagaimanapun gue gak bisa liyat persahabatan kita hancur lagi setelah lama kalian (Arka dan Raynand) menghindar satu sama lain.


mendengar ucapan Agas, Bastian bernafas lega. ia turut mendekat ke arah Arka dan juga Agas.


"kita bakal kasih tau ini ke mereka tapi gak sekarang, kita butuh waktu yang tepat" ujar Bastian.


disisi lain setelah berada di luar kota beberapa hari saat ini Raynand yang merasa rindu dengan kehadiran Kanaya.


Raynand berinisiatif untuk menelfon Kanaya.


"halo sayang, datang lah. aku sangat merindukanmu"


"Ray, jangan seperti itu. besok kau sudah pulang kan? " ucap Kanaya diseberang sana.


"emm baiklah, tapi sekarang kau ada dimana? apa kau sudah pulang photo shoot, aku rasa kau seharusnya sudah pulang karena ini sudah sore! "


"istri aku perhatian banget si" suara Raynand sengaja di buat manja sehingga membuat Kanaya terkekeh. "hei kenapa menertawakanku? "


"karena kau benar-benar tidak cocok seperti itu Ray. lagi pula aku suka Ray yang biasanya, tidak manja seperti ini."


"ya ya baiklah, ya sudah sayang jaga dirimu baik-baik. aku akan istirahat untuk pekerjaan besok dan segera pulang menemui istriku"


Akhirnya sambungan terputus, dan saat itu Kanaya begitu merasa bersalah karena sudah berbohong terhadap suaminya. ia tidak mengatakan apa pun karena tidak mau membuat Raynand tidak aman.


"Maaf Ray, aku harus bohong. padahal aku masih belum pulang. aku masih membereskan ruang dari orang menyebalkan yang selalu mengancamku akan membuatmu terluka jika aku melanggarnya. aku tau ucapannya tidak akan main-main, makanya aku rela berbohong Ray"


"kau tau aku tidak pernah main-main, jadi jangan sekalipun berani mempermainkanku! "


Kanaya terhenyak mendengar suara bariton dari arah luar ruangan. kedua matanya membulat mendapati Bryan lah yang datang dengan membawa sesuatu yang membuat mengerutkan dahi.

__ADS_1


"sekarang kau harus mengenakan pakaian ini untuk membawakan minuman di ruang atas, kau tidak boleh menolak! "


"kau pikir aku wanita macam apa harus memakai pakaian seperti ini? aku tidak mau! " Kanaya melempar pakaian yang di berikan oleh Bryan. pakaian yang dibawa oleh Bryan memang sangat indah, namun terlalu terbuka untuk Kanaya.


"baiklah, lalu kau tidak mau aku akan menelfon anak buahku untuk membuat Wajah suamimu berwarna kebiruan. atau bahkan rahangnya akan pat*h"


rahang Kanaya mengeras, ia sangat geram dengan perlakuan yang diberikan oleh Bryan, namun demi keselamatan Raynand, Kanaya akhirnya memakai pakaian tersebut.


Kanaya mengatur nafasnya, ia bersiap untuk mengantar minuman kedalam ruangan yang sudah diberitahukan oleh Bryan. dan ketika Kanaya memasuki ruangan tersebut, banyak sekali laki-laki yaitu diantara lainnya adalah rekan bisnis Bryan, disana juga ada beberapa sahabatnya.


"wow Bryan, kau tidak pernah bilang punya pelayan secantik dia? " ucao salah satu sahabatnya.


"tunggu-tunggu, seperti nya kau mirip dengan seseorang" ucap yang lainnya sembari berpikir "ah ya, kau sangat mirip dengan model yang bernama Arza" sambungnya lagi.


"tidak mungkin itu dia, mana mungkin model seterkenal dia mau menjadi pelayan."


saat semuanya tengah berceloteh, Bryan menyunggingkan senyumnya dan berjalan menuju Kanaya. "baik semuanya, dia memang Arza. dia akan menjamu kalian. silahkan kalian meminta minuman apapun padanya"


setelah membuat Arza malu, Bryan kembali ke tempat duduknya sembari menikmati apa yang dilakukan oleh para sahabat dan tamunya yang sibuk memesan minuman terhadap Kanaya.


namun saat itu tiba-tiba kedua mata Bryan tertuju dengan seseorang yang membawa minuman untuk Kanaya, namun Bryan memilih untuk kembali memperhatikan ponselnya.


"nona, minumlah. kau kelihatan sangat lelah" seseorang mengulurkan minuman untuk Kanaya, namun Kanaya enggan untuk menerimanya. tetapi melihat sikap sopan dan baik orang tersebut, Kanaya menerimanya dan meminumnya. karena memang itu hanyalah jus dan bukan alkohol.


selang beberapa saat seseorang menyetel musik yang membuat suasana semakin ramai. didalamnya.


"sshh, kenapa kepalaku pusing sekali" Kanaya memegangi kepalanya, bahkan pandangannya mulai kabur.


"maaf nona Arza, apa kau sakit? tanya seseorang yang memberikan minuman terhadap Arza. dan dalam hitungan detik Kanaya mulai lemah dengan penglihatannya yang sudah tidak jelas.


"biar aku bantu nona, mari aku antar" orang tersebut membawa Kanaya segera keluar dari ruangan.


"sepertinya pestanya harus ditambah minuman" ucap Bryan. "dimana Arza? kenapa dia tidak melayani teman-teman ku?"


.

__ADS_1


.


. bersambung


__ADS_2