Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Pernah Ada Diposisinya


__ADS_3

Brakk


Bryan membanting pintu ruangannya. ia merasa kesal melihat Valdo yang saat itu bersama dengan Kanaya.


"brengs*k kamu Valdo, beraninya lo khianatin sepupuku!" sorot mata penuh ambisi dan dendam terlihat jelas.


"awalnya aku pikir aku salah meilaimu Arza, tapi sekarang aku semakin yakin untuk menghancurkanmu! "


Bryan bergegas untuk menemui Naura di penjara. saat itu Bryan membawa pengacaranya untuk membicarakan tentang jaminan. ia berharap ia bisa membebaskan Naura secepatnya.


"baiklah, Naura. aku akan pergi karena ada urusan yang mendesak"


"terimakasih Bryan, aku akan menunggu sampai aku bebas"


"kamu tenang Naura, aku akan membebaskanmu secepatnya. ah ya, aku hampir lupa. aku hanya ingin kamu tau jika Arka saat ini di penjara "


"apa? di penjara? bagaimana bisa Bryan?"


"dia menabrak istri Rayhan hingga meninggal dunia. dan Rayhan sangat marah dan memenjarakan Arka"


"astaga, aku harap Arka segera bebas"


"apa kau gila Naura? kenwpqnkamu menginginkan Arka bebas, yang jelas-jelas dia sudah membuatmu ditahan seperti ini! "


Naura menatap lekat kedua manik mata Bryan yang menatapnya penuh tanya.


"dia memang sudah membuatku seperti ini Bryan, tapi rasa cintaku mengalahkan rasa benciku Bryan."


"terserah denganmu Naura, jika itu pilihanmu. dan mengenai Arza, aku akan menghancurkannya" Naura tersenyum mendengar ucapan dari Bryan.


Akhirnya Bryan langsung pergi bersama pengacaranya. namun setelah itu ia segera menemui seseorang untuk melancarkan rencananya untuk menangani Aron yang sudah menyerangnya ketika di pantai.


_


"Hai Kanaya" sapa seseorang yang baru saja memasuki pekarangan rumahnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Moana.. Hai" Kanaya menyambut Moana dengan senyum hangat.


Selama ini Kanaya memang tidak pernah memiliki tan dekat, sehingga kali ini Kanaya senang karena ia mendapat teman baru seperti Moana yang selalu ceria dan selalu bisa membuat suasana menjadi lebih baik karena pribadinya yang juga baik.


"emm apa aku mengganggu? "


"tidak sama sekali Moana, aku justru senang. karena kau tau kan dirumah ini hanya aku wanita dewasa. jadi aku terkadang merasa bosan tidak ada teman berbincang, dan sekarang kamu ada disini jadi aku merasa senang"

__ADS_1


"oh ya, kalau begitu sekarang kita teman kan?" Moana mengulurkan jari kelingkingnya, dan dengan segera Kanaya menyambutnya dengan jari kelingkingnya.


Setelah melakukan janji kelingking keduanya saling tertawa dan setelah itu Kanaya bersama dengan Moana menggendong baby Gatel secara bergantian. sementara Ilona ia harus pergi ke Playground bersama dengan pengasuhnya.


"sebelumnya aku minta maaf menanyakan hal yang lebih pribadi ya Nay, tapi aku sangat penasaran jadi aku akan bertanya"


"ya, apa yang akan kamu tanyakan Moana? "


"emm begini Nay, sekarang kak Rayhan itu kan duda. apa Raynand gak cemburu sama kepedulian kamu terhadap anak-anaknya kak Rayhan?"


Sesaat Kanaya terdiam sembari menatap Moana dengan tatapan yang membuat Moana menyengir kuda.


"sorry Nay, kalo pertanyaan ku-"


Melihat kepanikan di wajah Moana, Kanaya terkekeh hingga membuat Moana bingung dengan apa yang dilakukan Kanaya.


"pertanyaan kamu nggak salah kok Moana" balas Kanaya tersenyum tipis. "dulu sebelum kak Han mempunyai istri dan punya anak, Ray emang sempet cemburu. tapi.. semua itu udah lalu, dan semenjak kak Han nikah sama mendiang Siska, Ray nggak pernah cemburu. lagi pula kak Han bukan laki-laki seperti itu, jadi kita murni hubungan kakak dan adik"


"fuh.. "


"ada apa Moana? " Kanaya segera bertanya kepada Moana. pasalnya setelah mendengar ucapan Kanaya, Moana membuang nafas lega.


"atau jangan-jangan kamu suka sama kak Han? " lanjutnya dan membuat Moana tersenyum kikuk


"kamu nggak marah Nay? "


"itu bukan kewenangan aku Moana. itu urusan hati kalian. kalau memang kamu jodoh dengan kak Han, nggak ada siapapun yang bisa menentang. begitupun sebaliknya" Moana tersenyum sembari memantapkan hatinya untuk mengejar Rayhan.


-


Raynand dan juga Rayhan baru saja selesai dengan urusan kantor. saat itu Rayhan harus pergi mengurus tentang naik banding yang di ajukan oleh Arka, sementara Raynand bertemu dengan kedua sahabatnya yaitu Agas dan juga Bastian


"kalian udah lama disini? " tanya Raynand menghampiri kedua sahabatnya yang sudah menunggunya di sebuah kafe.


"belum Ray, kita abis dari kantor polisi buat nemuin Arka" balas Bastian


"jangan bilang kalian pada yang bantuin Arka buat naik banding?" Raynand menatap Bastian dan Agas penuh selidik.


Keduanya saling menatap, Agas dan Bastian memanglah yang menyarankan dan juga mencarikan pengacara untuk Arka. hingga keduanya bingung harus menjawab pertanyaan dari Raynand.


"kalau kalian membantu Arka gue si nggak pa-pa"


"fuh" Bastian dan Agas membuang nafas bersamaan, hingga saat itu Raynand sudah tau dengan jawaban dari keduanya.

__ADS_1


"tapi.. "


Bastian dan Agas lagi-lagi saling menatap satu sama lain mendengar Raynand yang tak kunjung menyelesaikan ucapannya.


"tapi gue nggak jamin kalo kak Han bisa menerima itu. ya.. gue tau kalian bantu sahabat kalian, dan gue juga tau Arka ngelakuin itu karena saat itu Arka syok dan terpukul karena Naya inget sama gue. jadi pasti pikirannya kacau. gue pernah ada di posisinya, gue pernah ngerasain apa yang Arka rasain saat itu! "


"wih ada apa sama sahabat kita yang satu ini Gas? kenapa mendadak seorang Raynand yang arogan bisa sebijak ini? "


pletak


Mendengar ucapan dari Bastian, Raynand segera menjitak kepala Bastian hingga Bastian mengaduh kesakitan sembari mengusap kepalanya. sementara itu, Agas justru tertawa melihat Bastian mendapat jitakan dari Raynand.


"lah lu gue puji malah Nganiaya gue Ray? "


"lo muji apa ngehina gue Bas? "


"dua-duanya lah Ray"


"sshh dasar playboy satu ini bener-bener"


ting


Denting ponsel Raynand membuat tawa ketiganya berhenti. saat itu melihat layar ponselnya, raut wajah Raynand justru berubah menjadi menegang usai melihat ponselnya. saat itulah Agas dan juga Bastian merasa penasaran dengan apa yang dilihat oleh Raynand sehingga bisa membuat Raynand yang masih terkekeh berubah tegang secepat itu.


"ada apa Ray, kenapa ekspresi lo tiba-tiba kayak gitu? " tanya Agas


"iya Ray ada apa?" Bastian pun menimpali ucapan Agas.


"gue harus pergi, ada sesuatu yang harus gue urus" belum juga Bastian dan Agas mengiyakan ucapannya, Raynand melenggang pergi begitu saja.


Sontak hal itu membuat Agas dan Bastian heran. tidak biasanya Raynand secemas ini kecuali menyangkut Keluarganya.


"apa jangan-jangan ada yang terjadi sama Naya lagi Gas? "


"gue juga nggak tau Bas, apa sebaiknya kita ikutin Ray aja Bas"


"ayoklah kita ikutin Ray, Gas" sahut Bastian.


.


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2