
Dimas mengemudikan mobilnya dalam kecepatan sedang. setelah menempuh perjalanan skitar satu jam, mereka sampai di sebuah pantai dimana Bryan yang mengatakan Kanaya akan pemotretan di tempat itu.
"aku baru tau, disini ada pantai seperti ini! " ucap Kanaya sembari menuruni mobilnya dan melihat disekeliling pantai yang terlihat sepi. lebih tepatnya mereka saat ini seperti orang yang terdampar di sebuah pulau.
Kanaya menyusuri tepian pantai ditemani oleh Dimas, dan seseorang memanggilnya di bawah pohon.
Kanaya pun berjalan mendekat dengan Dimas yang kesusahan membawa beberapa barang bawaan milik Kanaya.
"cepat ganti pakaianmu" ketus Bryan
"tolong beri waktu istirahat untuk bu Kanaya pak Bryan, kami baru saja tiba bu Kanaya pasti masih lelah"
"kau siapa bersni-berwninya mengatur? "
"sudah Dimas, tidak apa"
Karena tidak ingin terjadi perdebatan, Kanaya langsung menuruti perkataan Bryan untuk mengganti pakaiannya.
selang beberapa saat Kanaya keluar dengan gaun putih panjang, namun transparan di bagian lutut kebawah. sedangkan bagian atas yang terbuka dimana lengan dari bahan tile renda hanya di atas pundak samping sehingga membuat Kanaya terlihat sedikit sexy.
"ehem, cepat lakukan. sebentar lagi mataharinya akan tenggelam, dan itu akan membuat foto tidak sesuai ekspektasi" ujar Bryan.
Setelah melakukan potretan beberapa kali Kanaya istirahat dan meminum minuman yang sudah disiapkan oleh tim.
jedar
Sebuah ledakan terjadi di perairan hingga membuat semua orang terkejut. dan terlebih saat itu hari mulai gelap hingga membuat orang-orang panik.
"sepertinya ini bukan ledakan biasa, lebih baik kita bersembunyi di dalam hutan" ujar Bryan
"apa yang kamu katakan Bryan? "
"sudahlah cepat kalian ikut aku"
Duar
__ADS_1
Ledakan pun terjadi kembali dan membuat beberapa anggota tim menjadi korban ledakan.
"ini sudah menjadi serius bu Kanaya, lebih baik kita turuti pak Bryan"
Saat itu Dimas membawa tas dan menggandeng Kanaya untuk mengikuti Bryan. dan ledakan semakin parah hingga akhirnya mereka menemukan sebuah goa untuk tempat mereka bersembunyi.
"auh, kakiku sakit"
Dimas melihat telapak kaki Kanaya yang terlihat luka-luka kecil karena menginjak bebatuan ketika berlari didalam hutan.
"aku akan mengobati lukamu bu Kanaya"
ucap Dimas dan segera mengeluarkan kotak obat dari tas yang ia bawa.
"tapi siapa yang melakukan hal ini? " tanya Kanaya yang ketakutan.
"entahlah, tunggu sebentar sepertinya ada yang berjalan ke arah sini. kalian diamlah dan nyalakan apapun"
Bryan melihat ke arah luar dan melihat beberapa orang yang berjalan ke arah goa. dengan mata yang meyipit Bryan menelisik siapa sebenarnya orang yang berjalan di daerah tersebut setelah terjadi ledakan.
Bryan kembali menyusul Kanaya dan juga Dimas.
"Arza, Dimas ikuti aku. kita harus segera pergi karena disini tidak aman"
"tapi kenapa? kenapa tidak aman? "
"ada anak buah sainganku, dan aku yakin sainganku itu yang membuat ledakan tadi"
Kanaya di bantu oleh Dimas untuk mengikuti Bryan menyusuri dan semakin masuk kedalam hutan. hingga setelah berjalan cukup lama Kanaya menghentikan Bryan.
"Hentikan tuan Bryan, aku sudah sangat lelah. kau harus jelaskan kenapa mereka ingin membunuh*h kita dengan ledakan itu? dan kenapa kita harus bersembunyi disini? kenapa kamu tidak menghubungi anak buahmu tuan Bryan" dengan nafas yang menderu Kanaya mencecar Bryan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
"aku akan jelaskan, tapi kita harus segera pergi atau kau mati disini! "
Bryan kembali berjalan dan dengan kaki terpincang Kanaya mengikuti dengan bantuan Dimas.
__ADS_1
hingga mereka menemukan tempat yang cukup tertutup oleh tumbuhan merambat untuk tempat mereka bersembunyi.
"sudah cukup, kakiku sangat sakit. Dimas tolong hubungi Ray, minta bantuan kepadanya"
"aku sudah mencobanya bu Kanaya, tapi disini tidak ada jaringan sama sekali"
"astaga, bagaimana ini"
jedar
Lagi-lagi anak buah musuh dari Bryan kembali meledakkan alat peledak yang mereka bawa.
"tuan Bryan, ini semua salahmu. kalau mereka ingin menghab*s*mu kenapa harus aku dan Dimas yang ikut menjadi korbannya? "
"kau pikir aku tau jika mereka akan melakukan hal curang seperti ini disini hmm? "
Kanay menangis ketakutan karena terus terjadi ledakn. hingga setelah beberpa saat ledakan tersebut berhenti. namun anak buah Aron terus mencari keberadaan Bryan yang terjatuh mereka ingin meleny*pkannya.
"aku melihat sesuatu yang bergerak disitu" ucap seseorang menunjuk semak-semak tempat persembunyian Bryan dan Kanaya juga Dimas.
"Tuan Bryan, mereka berjalan kesini
" tenanglah mba Kanaya"
Dimas melempar batang kayu kecil hingga membuat perhatian Orang-orang tersebut teralihkan.
"kalian jangan kesana. aku tau itu hanya pengalihan perhatian" ucap tangan kanan Aron
"astaga, mereka cukup pintar ternyata"
"bagaimana ini, mereka pasti akan menangkap dan menghab*s* kita" Kanaya begitu ketakutan hingga membuat tubuhnya bergetar.
langkah orang-orang jahat tersebut semakin mendekat kearah persembunyian. dan Kanaya juga semakin panik.
.
__ADS_1
. bersambung