Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Perban


__ADS_3

Pagi itu naya sudah menyiapkan makanan untuk sarapan di bantu dengan bi asih yang memotong sayuran.


"non, non istirahat saja biar saya yang masak" ucap asih


"ga papa bi, naya suka kok masak sama bi bibi kaya naya masak sama bunda di rumah"


setelah beberap menit semuanya sudah tersedia di meja makan.


Rayhan menuruni tangga untuk pergi ke kantor di susul oleh raynand di belakangnya.


Raynand dan Rayhan kini sudah duduk di meja makan, mereka mulai menyantap makanannya.


"bi hari ini masakan bibi enak banget"


"makasih den, tapi biasanya memang tidak enak den?" ucap asih bercanda.


"enak si bi tapi yang ini enak banget"raynand terus menyuap dengan lahapnya sedangkan rayhan makan dengan tenang walaupun memang di akui masakan kali ini sangat enak.


"tapi den yang masak non naya" ucap asih sambil menatap naya yang sedang makan di hadapan raynand.


"uhuk.. uhuk"


raynand tersedak ketika mengetahui naya yang memasak makanannya.


"ini minumnya" naya mengulurkan minumannya kepada raynand. dengan segera raynand meneguk habis minuman itu dan memulai kembali kegiatan makannya dengan sedikit kikuk karena ternyata ia secara tidak langsung memuji istrinya.


setelah selesai sarapan raynand dan rayhan segera bergegas ke kantor hingga pukul 5 sore baru mereka pulang itu kalaupun tidak ada lembur.


sekutar jam 6 sore raynand dan rayhan pulang dari kantor, di tengah jalan mereka melihat seorang wanita di ganggu oleh beberapa preman.


"kita harus tolongin mereka ray" ucap rayhan sambil membuka pintu mobilnya dan di susul oleh raynand.


"lepaskan wanita itu" ucap raynand.


saat raynand dan rayhan ingin menolong wanita itu, tiba-tiba wanita itu menodongkan pisau kepada rayhan. sedangkan dua temannya memaksa raynand untuk menyerahkan harta benda yang mereka bawa.


"jangan melawan atau leher pria itu di tusuk olehnya" ucap salah satu pria


"oke-oke kalian jangan sampai ngapa-ngapain kakak gue"


saat raynand mulai melepas jam tangannya tiba-tiba rayhan membalikkan keadaan dengan merebut senjata wanita itu.


"pergi atau perempuan ini akan menanggung akibatnya"

__ADS_1


"lepaskan dia, gue gak mau mati sekarang" wanita itu ketakutan dan meminta kedua temannya untuk pergi


dua pria itu perlahan mendekat dan dengan cepat menggores lengan rayhan dengan pisau yang mereka bawa. setelah rayhan kesakitan semua preman itu lari menibggalkan mereka.


"kak han.." raynand mendekati rayhan yang merasa kesakitan.


"udah mending sekarang kita pulang"


Raynand mengambil alih mengemudikan mobil, karena melihat kakaknya semakin pucat raynand menambah kecepatan laju mobilnya.


-


kanaya tengah melihat televisi, dan saat ia mendengar deru mesin mobil ia berniat masuk ke kamar. namun tiba-tiba ia melihat raynand memapah rayhan yang sedikit lemas.


"ada apa dengan kak han ray?" naya membantu raynand memapah rayhan.


mereka mendudukan rayhan di sofa ruang tv yang bersebelahan dengan ruang tamu.


"bi asih tolong ambilkan air putih untuk kak han" ucap naya dambil mencari kotak obat.


"ray dimana kotak P3K nya?"


"ada di laci depan kamu sebelah kiri"ucap raynand sambil melepas jas yang dikenakan rayhan.


naya mulai mengoleskan obat pafa luka rayhan.


"emmhhh" rayhan sedikit kesakitan.


"ini akan sakit, tapi setelah ini akan berangsur membaik. kak han tahan sebentar" naya begitu telaten merawat luka rayhan.


saat naya fokus mengobati, rayhan memperhatikan wajah naya yang hanya berjarak beberapa senti darinya. dan hal itu di perhatikan oleh raynand yang terlihat tidak suka.


"sini biar aku aja yang ngobatin"


saat raynand ingin mengambil alih naya memukul tangan raynand.


"jangan ini udah mau selesai ray" naya menyelesaikan dengan membalut luka rayhan dengan perban.


"mau naya antar ke kamar kak" tawar naya.


"gak perlu biar aku yang antar" sahut raynand


"kalo gitu naya ke kamar dulu, besok biar naya ganti perbannya biar ga lembab kak"

__ADS_1


Raynand dan rayhan memperhatikan kepergian naya.


"eghem.." raynand berdeham dan mengalihkan perhatian rayhan.


"kak han suka sama cewe antik itu"


"apa malsud kamu"


"enggak kok kak, maksud ray kalo kak han suka kak han bisa boleh kok, ambil aja raynand ga butuh"


Rayhan hanya diam tanpa membalas pertanyaan raynand.


-


tok..tok


"masuk" ucap ray dan bangkit dari tidurnya


naya lalu masuk kamar dengan membawa semangkuk bubur dan kotak obat.


" kak han ini naya buatin bubur kakak makan ya, kalau udah abis nanti naya ganti perbannya"


"kamu ga perlu repot seperti ini, di rumah ini ada bi asih" ucap rayhan sambil memakan buburnya.


sruupp..


*kenapa bisa seenak ini?* batin rayhan.


sedangkan di bawah raynand menyantap sarapannya seorang diri.


" naya kemana bi?"


" tadi non naya membawakan bubur untuk den rayhan den"ucap asih


Raynand mengernyitkan dahinya dan segera bangkit menyusul naya. setelah sampai di depan pintu raynand memperhatikan naya yang tengah mengganti perban milik rayhan.


.


.bersambung


.


.

__ADS_1


__ADS_2