Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Mantan calon suami


__ADS_3

Ketika kanaya terbangun dari tidurnya, kanaya merasa aneh dengan kakinya yang sedikit susah di gerakan karena sesuatu yang menempel di kakinya.


"siapa yang membalut lukaku dengan perban, apa siska yang mengobati lukaku?" kanaya berjalan dengan perlahan menuruni tangga. ia mencari keberadaan siska.


saat itu kanaya hanya mendapati rayhan yang tengah mengoles selai kacang di rotinya.


"nay, kamu cari raynand?"


"emm aku cari siska kak han, apa kak han melihatnya?"


rayhan sedikit berpikir kemudian menatap kanaya. rayhan sedikit ragu-ragu untuk mengatakan kepada kanaya namun akhirnya rayhan mengatakannya. "siska sedang pergi ke suatu tempat dengan ray, apa ray tidak mengatakannya nay?" kanaya menggeleng pelan.


"bagaimana dengan kakimu nay, semalam raynand bilang akan mengajakmu ke dokter hari ini setelah mengobati lukamu semalam."


'jadi ray yang mengobati kakiku' kanaya tersenyum tipis.


"tadi waktu aku terbangun ray sudah tidak ada kak, dan mungkin ray masih salah paham dengan aku dan arka"


"tidak, ray sudah mengeryti. dan bagaimana dengan kakimu saat ini nay?" rayhan turun dari kursinya dan melihat luka di kaki kanaya.


"kak han tidak perlu seperti ini aku baik-baik saja!"


"tidak perlu sungkan aku ini kakakmu okey" rayhan mengganti perban di kaki kanaya dengan penuh kehati-hatian. kanaya pun sudah memejamkan mata, namun tanpa terasa perih rayhan sudah selesai menggantinya dengan rapi.


"kak han"


"hemm" rayhan menatap lekat manik mata kanaya.


"emm terima kasih kak han sudah sangat baik denganku"


"tidak perlu sungkan seperti itu okey" rayhan berlalu pergi sembari mengacak rambut kanaya dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.


kanaya termangu mendapat perlakuan dari rayhan yang terkenal sangat dingin dan tidak pernah mencampuri urusan siapapun kecuali urusan kanaya dan raynand.


_


Siang itu kanaya menunggu kepulangan raynand dan siska namun penantian kanaya sia-sia. karena merasa bosan kanaya memilih untuk keluar rumah walaupun kakinya yang masih belum membaik.


"mereka kemana, kenapa begitu lama mereka tidak kunjung pulang?"


saat kanaya tengah berjalan di jalan dekat taman ia tidak sengaja bertemu dengan clara.


"kanaya..." kanaya menghentikan langkahnya ketika seseorang memanggil namanya.


"dari dulu kamu tidak berubah ya, tetep kampungan!" clara melirik ke arah kaki kanaya yang tengah terbalut perban. saat itu pikiran jahat clara mulai merencanakan sesuatu.


"ya seperti inilah aku, tapi aku tidak menyangka kalau kamu masih mengingat perempuan kampungan sepertiku. padahal sejak kejadian kamu mencelakaiku aku sudah tidak mengingatmu!" tukas kanaya.

__ADS_1


ucapan kanaya rupanya membuat clara meradang dengan tanpa memperdulikan kanaya, clara pergi dengan menghentakkan kakinya tepat di atas kaki kanaya yang terluka dengan senyum licik di wajahnya.


"aw.." kanaya mwnjatuhkan tubuhnya meringis kesakitan sembari memegangi kakinya yang mulai mengeluarkan darah karena di injak oleh clara.


kanaya terpogoh berusaha menepi supaya tidak menghalangi orang-orang yang melalui jalanan tersebut dengah menyeret kakinya yang semakin terasa tak karuan.


saat itu kanaya mencoba mencari ponsel di sakunya, namun sayang sekali kanaya meninggalkan ponselnya di rumah.


"aduh aku lupa, ponselku kan di rumah!" kanaya berpikir daripada tetap di situ, akhirnya kanaya memaksakan untuk berjalan pulang.


tin...tin..


saat itu dua mobil berhenti tepat di samping kanaya.


"kanaya, apa yang kamu lakukan disini?" ucap agas yang lebih dulu menghampiri kanaya dan di susul oleh bastian dan arka.


"astaga kanaya, kaki kamu berdarah" seru arka


"iya ka, kakiku sempat terkena pecahan kaca. dan tadi aku bertemu dengan clara, dan dengan sengaja clara menginjak kakiku "


"dari pada kita berdiri disini lebih baik kita bawa naya pulang dan lain kali kita akan buat pelajaran untuk clara" sahut bastian. tanpa menunggu aba-aba arka membopong tubuh kanaya kedalam mobilnya.


agas dan bastian melihat arka membawa kanaya ke mobilnya "anjir menang banyak tu anak" ucap bastian.


"sepertinya arka belum bisa melupakan kanaya" sahut agas.


"ya udah ayok kita nyusul, kita udah di tinggal arka tu"


selang beberapa saat arka sampai di rumah kanaya, ketika turun dari mobil arka kembali menggvendong kanaya. kanaya berusaha meminta turun namun arka bersikeras untuk tidak menurunkannya. saat ia sampai di dalam, ternyata saat itu raynand dan siska tengah duduk di sofa ruang tamu.


saat itu raynand meradang melihat istrinya dalam gendongan pria lain. terlebih pria itu mantan calon suami dari kanaya. walaupun arka sahabatnya sejak dulu, kalau mengenai orang yang ia cintai raynand sangat sensitif.


l


"turunkan istriku arka" bentak raynand


"ray kamu udah pulang...?"


raynand menatap sekilas kanaya dan bergantian menatap arka.


"kalian berdua dari mana?" ucap raynand penuh selidik. "jangan bilang dugaanku selama ini benar" tambah raynand.


"apa maksud lo ray, apa yang lo pikirin tentang gue dan naya" sahut arka.


"raynand menuduh kita selingkuh" kanaya berbicara dengan menahan air matanya yang hampir keluar.


"apa? selingkuh! apa lo gila ray, kanaya itu wanita baik-baik tapi lo menuduhnya seperti itu. pikiran lo terlalu dangkal ray"

__ADS_1


saat mereka tengah berdebat agas dan bastian tiba-tiba masuk.


"astaga nay kaki kamu berdarah lagi" ucap siska tiba-tiba.


"arka, ray kalian gak ngobatin kaki naya. tadikan waktu kita ketemu naya kakinya itu udah parah, kalian malah membiarkannya hingga darahnya sebanyak ini" tutur bastian yang membawa kanaya duduk.


"naya.." raynand segera membawa kotak obat untuk kanaya. "siska tolong ambilkan air hangat biar aku membersihkan luka naya"


setelah beberapa saat siska membawa air hangat dan handuk kecil untuk kanaya.


saat raynand ingin membersihkan luka kanaya, kanaya menahan tangan raynand "ray kamu gak perlu repot-repot seperti ini, aku akan mengobatinya sendiri."


kanaya meraih handuk dan air hangat dari tangan raynand dan segera membersihkan lukanya.


"ada apa nay kenapa kamu menolak untuk aku obati?"


"karna dia tidak ingin di sentuh oleh seseorang yang sama sekali tidak mempercayainya."sahut arka.


"apa lo bilang?" ucap raynand meradang.


"jangan sampai kalian berkelahi disini" sahut agas.


tanpa memperdulikan mereka kanaya memilih untuk masuk kamar dan di temani oleh siska.


sedangkan raynand dan arka tetap bersitegang.


"gue heran sama lo ray, lo tau istri lo sakit lo malah biarin dia sendiri di ponggir jalan dengan kaki berdarah. dan asal lo tau siapa yang nyebabin luka kanaya tambah parah, yaitu clara seseorang ya begitu terobsesi dengan lo!" ucapan arka membuat raynand menyesalinya karena menuduh istrinya kembali tanpa mendengar penjelasan dari sitrinya.


"oke ray ini masalah rumah tangga kalian, lebih baik kalian selesaikan ini baik-baik" ucap agas.


"dan saran gue, lo jangan sering menuduh naya tanpa mengetahui kebenarannya ray" bastian menepuk pundak raynand.


"kalau lo masih nayakitin naya, gue gak segan buat benar-benar merebut naya dari tangan lo ray. camkan kata-kata gue barusan!" arka berlalu meninggalkam rayanand yang masih termangu.


.


.bersambung


.


.like


.coment


.vote


.dan tambah sebagai favorite kalian

__ADS_1


jangan pelit-pelit like okey..


.


__ADS_2