Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Menikah Lagi!


__ADS_3

"tolong..tolong aku tuan raynand..." teriak kanaya ketakutan dengan tali yang masih mengikat tangannya. sedangkan para penjahat berjatuhan karena raynand yang terus membogem dengan kekuatannya.


setelah raynand mendengar suara dari kanaya, netranya memindai tubuh kanaya yang saat ini pakaiannya mulai terbuka karena ulah dari para penjahat.


saat itu pula emosinya memuncak dan menghajar habis-habisan hingga penjahat itu pun kabur dengan langkah seribu.


raynand lalu melepas tali yang mengikat tubuh kanaya dan seketika kanaya langsung memeluk erat tubuh raynand yang kekar namun tidak berlebihan.


raynand masih membiarkan kanaya memeluknya hingga setelah beberapa saat kanaya melepas pelukan itu dan sedikit menjauh dari raynand.


"kau tau darimana aku di sini tuan ray?"


kanaya menatap lekat manik mata raynand yang saat itu juga melihat ke arahnya dengan wajah datarnya.


"terimakasih sudah menolongku! bukankah itu yang harus kau ucapkan nona arza?"


jawaban itulah yang keluar dari mulut raynand. sesuatu yang tidak di harapkan oleh kanaya, namun apa yang di katakan oleh raynand memang benar. ia bahkan belum mengucapkan terima kasih kepada raynand yang sudah menolongnya.


"baiklah terima kasih atas pertolonganmu tuan ray.."


'apa dia memang selalu menyebalkan seperti ini? bahkan dia masih mengharapkan hormat dariku yang jelas-jelas habis di culik? lagi pula aku di culik juga kan karena dia, karna aku harus pemotretan untuk produknya' kanaya terus menggerutu di dalam sana, meskipun hanya dirinya sendirilah yang mendengarnya.


"apa kau akan tetap disini nona arza?" ucapan raynand membuyarkan lamunan kanaya.


"huh tidak tuan ray, tapi.. "


"ada apa lagi.."ketus raynand.


"aku tidak bisa berjalan, kakiku rasanya sangat sakit"


mendengar pernyataan yang keluar dari mulut kanaya, raynand pun segera berlutut di hadapan kanaya.


dan saat itu raynand memeriksa kaki kanaya. dan benar saja, para penjahat itu mengikatnya dengan sangat erat sehingga masih membekas di sana.


tanpa berkata apapun, raynand langsung mengangkat tubuh kanaya.

__ADS_1


"tuan ray kau tidak perlu menggendongku, lebih baik kau turunkan aku sekarang"


seketika mata rayand menatap tajam ke arah kanaya, dan detik ini juga kanaya memilih diam. karna jujur, iapun merasa sangat lelah dengan kejadian yang menimpanya.


melihat kanaya yang sudah tidak lagi berbicara, raynand melanjutkan langkahnya dan membawa kanaya di dalam mobilnya.


"kau belum menjawab pertanyaanku tadi tuan ray, darimana kau tau aku ada disini?"


"dari kekasihmu! kau puas dengan jawabanku?"


"jadi aka yang memberitaumu? lalu kenapa dia tidak datang sendiri untuk menolongku?" pertanyaan itupun keluar dari mulut kanaya dan membuat raynand sejujurnya sangat tidak menyukainya.


"tanyakan saja dengan kekasihmu, itu bukan urusanku."


lagi-lagi raynand menjawab dengan ketus dan saat ini mereka saling diam satu sama lain. raynand mebawa kanaya ke sebuah villa yang sudah ia siapkan untu tempat pemotretan nantinya.


raynand kembali menggendong tubuh kanaya yang masih kesulitan untuk berjalan.


"silahkan tuan, saya sudah menyiapkan kamar untuk nona arza." ucap millie yang menyambut raynand dalam villa.


'apa dia orang yang berkepribadian ganda? kenapa tiba-tiba baik, dan kadang juga menyebalkan!' kanaya terus bermonolog didalam hatinya.


selang beberapa saat raynand pun bangkit karena selesai mengobati kanaya. "lebih baik kau istirahat, aku akan keluar"


dan saat bersamaan seseorang masuk dengan raut wajah cemas. dan saat itu pula orang itu memeluk kanaya dengan erat tanpa memperdulikan raynand yang masih berada di tempat itu.


"apa kau baik-baik arza?" arka meletakkan telapak tangannya di pipi kiri dan kanan kanaya. dan hal itupun semakin membuat raynand geram.


"tenanglah aka, aku baik-baik saja okey.." kanaya pun sama melakukan seperti apa yang di lakukan oleh arka.


'cih.. sejak kapan naya berubah menjadi manja seperti itu?' raynand terus berdecak dan saat itu pula raynand mengingat saat masa-masa kebersamaannya dengan kanaya, saat itu pula dada raynand terasa sesak.


"ehem.." raynand berdeham sehingga membuat kedua sejoli yang sedang saling mengkhawatirkan itu menatap ke arahnya.


"lebih baik kau segera keluar dari kamar ini. setauku nona arza belum menikah lagi! itu berarti kau harus keluar karena ini sudah terlalu malam." ucap raynand yang sengaja menyindir.

__ADS_1


"apa maksudmu menikah lagi tuan ray?" pertanyaan itu langsung keluar begitu saja meanggapi ucapan raynand dari mulut kanaya.


"maksud tuan ray.. kau belum menikah. mungkin itu yang ia maksudkan za.." arka lalu melirik tajam ke arah raynand yang sudah menyunggingkan senyumnya.


"tidak tuan arka. memang benarkan nona arza itu dulu sudah menikah" raynand menimpali ucapan arka.


sontak hal itu membuat arka melotot dan bangkit dari posisinya. "jaga ucapan anda tuan raynand yang terhormat" ucapan penuh penegasan keluar dari mulut arka.


"tunggu arka, aku butuh kejelasan." kanaya lalu menatap ke arah raynand "apa kau tau tentang hidupku tuan ray? sehingga anda mengatakan hal seperti itu!"


"aku sangat mengenalmu nona arza, bahkan jauh sebelum kau amnesia!"


"hentikan ray..." arka memekik dan sudah menarik kerah baju yang dikenakan oleh raynand.


"bahkan dia tau aku amnesia ka, apa sebenarnya yang aku tidak tau?"


lagi-lagi pertanyaan kanaya membuat arka gelagapan.


"aku berterimakasih karna kau menyelamatkan calon istriku, tapi tolong kau keluar. aku harus bebicara dengannya"


"baiklah aku akan keluar tuan arka.." raynand lalu melangkah keluar dari kamar tersebut, namun ia kembali berhenti sejenak "ingat nona arza, calon suamimu sepertinya tidak ingin kau tau masalalumu" raynand menggerlingkan matanya dan berlalu pergi.


"apa benar yang tuan ray katakan aka? sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku!" kanaya kini merajuk, seperti biasa ia akan memunggungi arka ketika marah.


"apa kau ingat arza, tuan ray suka bergonta ganti wanita bukan? mungkin saja ia melakukan hal ini untuk merebutmu dariku!"


jawaban yang di berikan oleh arka justru membuat kanaya mengernyit, karena tidak biasanya arka membicarakan keburukan orang lain.


'aku akan menanyakannya kepada tuan ray, aku yakin ada yang di sembunyikan aka. dan tuan ray tau soal itu!'


.


.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2