Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Harus Menderita, Bukan Meninggal


__ADS_3

Brak


Bryan membanting pintu ruang kerjanya. ia merasa tidak senang dengan apa yang ia ketahui hari ini.


"kamu gak boleh mati sekarang Arza, kalaupun kamu harus menderita itu harus aku penyebabnya"


Entah kenapa Bryan sangat marah ketika tau jika Kanaya sudah tiada. entah karena ia tidak suka karena bukan dirinya penyebabnya, atau karena ia sudah mulai perduli dengan Kanaya. semua itu hanya Bryan lah yang mengetahui jawabannya.


"harusnya aku gak ninggalin dia disana sendirian kan? kau harus menderita, bukan meninggal seperti ini Arza"


Disisi lain saat ini Raynand begitu hancur, tetapi Raynand berusaha ikut mencari tim SAR untuk mencari Kanaya. saat itu Agas dan Bastian pun turut hadir untuk membantu pencarian Kanaya. tetapi setelah berjam-jam mereka melakukan pencarian di danau tersebut, mereka tidak bisa menemukan Kanaya. entah itu dalam keadaan hidup atau tidak.


"ku kemana Nay, aku gak mau kehilangan kamu seperti dulu" Raynand terus berusaha mencari. ia tidak memperdulikan jika saat ini keadaannya sudah basah kuyup.


Arka yang saat itu juga sudah tau, ia juga ingin mencoba membantu. tetapi mendadak tangan besar menghentikan langkahnya.


"pergilah dari sini. kehadiran tidak diperlukan"


"kak Han"


"aku bukan kakakmu, dan mulai sekarang jangan pernah menampakkan dirimu hadapanku.


Dengan langkah berat, Arka akhirnya meninggalkan tempat tersebut. saat itulah ia melihat sebuah CCTV yang berada di sekitar tempat tersebut.

__ADS_1


Arka berjalan dengan cepat dan menemui seorang penjaga yang tengah berpatroli di sekitar danau tersebut.


"maaf Pak, apa boleh saya melihat rekaman CCTV? saya kehilangan seseorang yang kemarin berada di sekitar danau"


"baik, mari ikut dengan saya"


penjaga tersebut mengajak Arka ke sebuah ruangan yang terdapat sebuah monitor pemantau dari CCTV yang ada di sekitar danau tersebut.


Arka mulai meminta sang penjaga untuk memperlihatkan rekaman CCTV dimana malam itu Kanaya berada di tempat tersebut. saat itulah dahinya berkerut.


"apa yang di lakukan wanita tua itu? Naya sudah menolongnya, tetapi ia menyuruh orang untuk menculik Naya? "


"astaga, dia adalah sindikat yang menjual beberapa gad*s kepada pria hidung belang. dia sudah menjadi boronan selama beberapa bulan terakhir pak" jelas sang penjaga.


ting


sebuah notifikasi berdenting.


~Dimana Naya sekarang?


~aku sedang menuju ke sebuah tempat di dekat dermaga tempat biasa orang melakukan transaksi gelap. diduga Naya akan di jual kepada pria berhidung belang. jadi bawalah polisi dan juga Raynand kak Han.


setelah mengirimkan pesan tersebut kepada Rayhan, Arka segera melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, ia benar-benar sampai dimana beberapa orang melakukan transaksi gelap. namun Arka tidak memperdulikan itu, ekor matanya hanya mencari seorang wanita paruh baya yang ia lihat di video CCTV yang ia lihat.

__ADS_1


Setelah mencari cukup lama, akhirnya Arka menemukan wanita tersebut yang tengah menuju ke sebuah ruangan.


"Naya" lirihnya yang melihat Kanaya yang sudah berpakaian sexy dengan beberapa lebam berwarna biru di wajahnya.


Melihat hal itu Arka ingin langsung menghajar orang-orang tersebut, namun ia menahannya. saat itu ia meminta bantuan kepada Agas dan Bastian.


"kalian dimana? gue butuh bantuan" ucapnya lirih.


"tenang Arka, gue sama Bastian dan Raynand udah ada di tempat yang lo shareloc sama kak Han. sekarang kita ada di depan sebuah ruangan yang tadi lo masukin"


"dimana Naya?" tanya Raynand yang tiba-tiba merebut ponsel milik Agas.


"masuklah Ray"


selang beberapa saat Raynand berada di samping Arka. saat itulah Arka menunjukkan Kanaya yang di paksa berpenampilan menggoda dengan beberapa luka lebam di wajahnya. merasa tidak Terima dengan cepat Rayannd mendatangi orang-orang tersebut dan terjadilah sebuah perkelahian.


Brak


sebuah benda berhasil mengenai Kanaya yang berusaha melindungi Raynand dari pukulan kursi yang di lakukan para penjahat. saat itulah bantuan dari polisi datang dan menangkap semua penjahat. namun Kanaya sudah tidak sadarkan diri dengan luka di tangannya.


"Nay, bangun Nay.. Naya" pekik Raynand


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2