
Kedatangan Arka dan Naura sudah menjadi sesuatu yang dipertanyakan, terlebih Naura memberikan pengumuman tentang pertunangan yang akan mereka selenggarakan.
hal itu banyak memunculkan banyak spekulasi-spekulasi dari banyak pihak termasuk ada yang mengatakan bahwa selama ini Arka hanya ingin memanfaatkan Kanaya untuk bekerja.
"apa ini? kenapa gue nggak tau kalo Arka ada hubungan sama Naura? " ucap Bastian yang sempat menaruh perhatian lebih terhadap Naura.
"entahlah, ini ada yang aneh. nggak biasanya Arka kayak gini. atau jangan-jangan Arka kayak gini gegara Naya udah inget sama Ray? "
"udahlah, yang penting kita doain aja biar Arka cepet move on dan bahagia sama si Naura" ucap Agas.
setelah semuanya pergi kini Raynand dan Kanaya pun pergi meninggalkan rumah Rayhan. dan saat ini Rayhan hanya bisa termenung mengingat masa-masa disaat dirinya dan Siska merencanakan untuk masa depan anak-anak mereka. bahkan Siska juga sudah menyiapkan nama untuk Baby mereka yang seharusnya lahir bulan depan dan justru harus lahir lebih cepat.
Rayhan membelai rambut Ilona yang tengah tertidur. saat ini perasaannya semakin terluka karena melihat wajah polos Ilona. dan mengingat ketika Ilona begitu mendambakan sosok seorang ibu ia begitu ingin menghabisi orang yang tidak bertanggung jawab yang telah menabrak Siska.
"aku janji Siska, aku akan mencari siapa pelaku yang sudah menabrakmu dan tidak bertanggung jawab" ucap Arka sembari mengepalkan tangannya.
"papa.. " tiba-tiba suara Ilona membuyarkan lamunan Rayhan. ia pun segera membantu Ilona untuk duduk.
"ada apa sayang, kenapa kamu bangun? "
"aku mau bobo cambil dipeyuk mama, pa.. Ilona pokoknya pengen bibi cama mama pa"
__ADS_1
"untuk malam ini Lona tidur sama papa ya, mama kan sedang di panggil Tuhan karena Tuhan ingin memberikan hadiah yang terbaik buat mama sayang" hingga detik ini Rayhan masih belum tega mengatakan yang sebenarnya kepada Ilona.
"gak mau pa.. Lona mau bobo cama mama.. hiks hiks.. " walau sepintar apapun, Ilona tetaplah seorang anak kecil. ia akan langsung menangis jika apa yang ia inginkan tidak bisa terpenuhi, termasuk ingin bersama ibunya.
saat itu Ilona semakin menangis dan ingin bersama dengan ibunya, karena Rayhan merasa bingung, akhirnya ia menghubungi Raynand dan mengatakan keinginan putrinya.
seketika Raynand kembali ke rumah Rayhan bersama dengan Kanaya.
"kak Han, dimana Lona kak? "
"dia ada diatas. dia sedang menangis. dari tadi kakak berusaha menenangkan nya tapi justru ia semakin memanggil mamanya Rayhan"
"kak biar aku yang ngomong sama Ilona ya" ujar Kanaya.
melihat hal itu, Kanaya tidak sanggup menyembunyikan airmatanya. ia segera memeluk Ilona dengan erat. sementara itu Rayhan dan Raynand melihat mereka dari pintu.
"sayang.. Ilona.. jangan nangis ya sayang" ucap Kanya dan mengusao lembut air mata yang ada di wajah Ilona.
mendapati Kanaya datang menemuinya, dengan segera Ilona menghambur kedalam pelukannya.
"tante cantik.. tante kenapa cih mama gak puyang, Lona kangen pengen dipeyuk cama mama tante"
__ADS_1
"emm sayang.. Ilona sayang kan sama mama?" Ilona mengangguki pertanyaan Kanaya.
"kalo Ilona sayang sama mama, Ilona doain mama biar mama seneng ya. nanti kalo Ilona nangisin mama terus, mama disana khawatir sama Ilona. nanti kalo mama nangis kayak Ilona kan kasihan sayang.."
"apa benel mama bakalan nangis kayok tau Lona nangis tan?
" iya sayang, jadi sekarang Ilona harus pinter. Ilona nggak boleh nangis ya. Ilona bobo nya dipeluk sama tante aja ya" dan Ilona kembali mengangguki Kanaya.
dengan segera Kanaya berbaring di sampingnya dan memeluknya hingga Ilona terlelap. setelah Ilona tertidur, Kanaya segera keluar dari dalam kamar dan saat itu Kanaya bergabung dengan Rayhan dan juga Raynand di ruang tamu.
"maaf ya, kalian jadi repot datang untuk menenangkan Ilona"
"kami gak repot kok kak Han, yang ada kasihan sama Ilona. dia sangat merindukan Siska" ucap Kanaya.
"iya kak, kapanpun kakak butuh kami. kakak harus hubungi kami" sambung Raynand "
"Terima kasih kalian sudah menjadi keluarga terbaik"
"tidak msalah kak, dan ya.. aku sangat bersyukur memiliki istri setulus kamu Nay" Raynand kemudian mengecup lembut puncak kepala Kanaya.
'kamu memang beruntung memiliki perempuan yang begitu tulus dan keibuan seperti Naya Ray' batin Rayhan sembari memperhatikan Kanaya yang tengah tersenyum menatap Raynand.
__ADS_1
.
. bersambung