Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Bukan Pesuruh


__ADS_3

Pemotretan berjalan cukup lancar, namun Bryan tidak membiarkan Kanaya pulang secepat itu. ia mencari alasan untuk mngerjai Kanaya.


"Arza, cepat belikan aku obat. dan ini resep dari dokter"


"ada apa ini tuan Bryan, bagaimana bisa anda menyuruhku? aku ini model untuk produk yang anda keluarkan, bukan pesuruh anda. jadi maaf aku harus pergi! "


Kanaya melenggang pergi, namun sebelum ia keluar dari ruangan, Bryan sudah mencekal pergelangan tangannya. seketika Kanaya segera menghempaskan tangan Bryan. kini keduanya saling menatap satu sama lain.


"apa kau lupa dengan ancaman kemarin Arza? "


"tidak, aku tidak ingin mengingatnya" tugas Kanaya. 'semoga saja Bryan tidak tau kalo saat ini Ray sedang perjalanan bisnis keluar kota.'


"jadi begitu? " Bryan kemudian mendekat dan menarik sebelah ujung bibirnya. tersenyum smirk.


"ya sudah, kalo anda tidak ada yang dibicarakan, aku harus segera pergi! "


"tunggu Arza, lihat ini dulu" Bryan memperlihatkan sebuah video dimana seseorang di dalam mo ikutan tengah mengikuti mobil milik Raynand.


"kau mengenal siapa pemilik mobil ini bukan?"

__ADS_1


.


"jangan beraninya anda melukai suamiku, karena aku tidak akan tinggal diam dengan apa yang akan anda lakukan."


Ketegangan terjadi diantara Bryan dan Kanaya, saat itu Kanaya hendak pergi, namun karena Bryan menghadangnya, Kanaya mendorngnya hingga terjatuh. tanpa Kanaya duga saat itu Bryan sangat lemas karena luka-luka yang ia derita akibat serangan yang ia dapatkan semalam.


"astaga tuan Bryan" karena Kanaya tidak tega, meskipun Bryan sering berlaku tidak baik terhadapnya, Kanaya tidak bisa meninggalkan orang yang tengah kesusahan.


"mari aku bantu tuan Bryan"


Kanaya lalu membantu Bryan untuk duduk. Entah kenapa Bryan mendadak menjadi lemah setelah membuat Kanaya cukup geram atas ucapannya dan juga ancamannya. namun apa dikata orang tidak ada yang tau ia akn jatuh saat kapan, dan itu terjadi dengan Bryan yang tiba-tiba lemah.


"aku tidak pernah sakit sekalipun. sepertinya aku sakit karna aku berdekatan dengan wanita sepertimu"


"udah ditolongin masih aja bikin kesel ya, dasar tuan menyebalkan! " Kanaya menggurutu dan pergi begitu saja meninggalkan Bryan sendiri didalam ruangannya. .


selang beberapa saat seorang staf datang membawa makanan dan lengkap dengan obat untuk Bryan.


"permisi pak, saya bawakan makanan untuk bapak dan juga tadi mba Arza meminta saya memberikan obat ini untuk bapak" ucap sang staf

__ADS_1


"letakkan saja diatas meja."


setelah staf tersebut pergi, Bryan segera memakan Makanan yang sudah disediakan.


"ternyata Arza memang wanita yang berbeda. dia sudah kusiksa dan ku ancam, tapi dia juga masih memberiku makanan dan obat? benar-benar diluar dugaan!"


sementara itu ditempat lain kini Arka tengah berdiskusi dengan Bastian. mereka sengaja berbicara berdua tanpa mengajak Agas yang tengah tertidur akibat begadang semalaman.


"sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama Bas, aku harus segera mengatakan ini kepada kak Han." ujar Arka.


"kau yakin Arka? tapi itu memang lebih baik Arka. bagaimanapun kau harus jujur dengan kak Ha kan? "


"dan aku juga harus bersiap mendapat kebencian dari mereka termasuk Kanaya, karena aku sudah menabrak Siska"


"apa? jadi kau yang menabrak Siska,Arka? " tanpa mereka duga, ternyata Agas sudah berdiri di ambang pintu yang dimana saat itu Arka dan Bastian membahas hal itu.


Arka dan Bastian pun terperanjat mendapat pertanyaan mendadak dari Agas yang sejak awal tidak mereka beri tahu.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2