
suasana menjadi hening, siska yang kembali mendatangi rumah raynand merasa akan berhasil dan tersenyum licik. kini siska duduk di sofa ruang tamu dengan menatap sekeliling ruangan dengan ditemani rayhan dan juga raynand. sedangkan kanaya masih mengurung diri di dalam kamarnya.
"kemana istri antik kamu ray, apa dia gak berani hadapin kenyataan?" ucap siska penuh percaya diri.
"mending kamu jelasin langsung ke naya kalau kamu itu gak hamil, karna aku gak pernah apa-apain kamu ngerti!" hardik raynand, namun siska pun bersikeras dengan pendiriannya. ia percaya kanaya tidak akan mempercayai raynand dengan kesalahan fatal seperti ini.
"jangan gila dengan tidakan yang memalukan seperti ini siska!" timpal rayhan
sesaat setelah perdebatan terjadi kanaya akhirnya keluar menemui siska.
"kenapa kamu kesini lagi siska? apa kamu tidak malu datang ke rumah mantan kekasih kamu yang dulu kamu tinggalkan.!" kanaya tersenyum tipis.
siska mulai meradang, namun dia menahan emosinya dan berusaha tenang.
"apa kamu tidak tau, aku jelas-jelas mengandung anak suamimu"
"siska" bentak raynand yang mulai marah. namun rayhan segera menahan raynand untuk tidak terpancing.
"oh atau kamu hanya ingin membuat suami kamu menjadi laki-laki pengecut? karna tidak mau bertanggung jawab atas yang dia perbuat!" tambah siska yang terus mencecar kanaya.
"ini benar-benar keterlaluan" rayhan pun berdiri.
"apa benar kamu itu hamil? mana bukti usg nya?" jawab kanaya dengan entengnya.
siska mulai gelagapan dan melirik raynand dan juga rayhan yang menatapnya tajam.
"saat ini memang belum ada tapi nanti akan aku buktikan"tukas siska.
"tidak perlu nanti, sekarang lebih baik kita pergi ke rumah sakit untuk usg"
siska hanya terdiam mendengar usulan yang di berikan kanaya.
"kenapa hanya diam apa kamu takut siska?" ucap rayhan
karena tidak punya pilihan lain akhirnya kini mereka pergi ke rumah sakit untuk melakukan usg.
setelah sampai di rumah sakit kanaya langsung menuju ruang dokter kandungan karna dia sudah membuat janji sejak tadi.
kanaya dan raynand menemani siska untuk di periksa, sedangkan rayhan menunggu di luar ruangan.
dokter kandungan mulai mengolesi cairan keperut siska dan mulai meletakkan alat usg untuk mendeteksi bayinya.
"apa itu dok?" kanaya bertanya letika melihat sesuatu yang bergerak di valik layar.
"oh ini janinnya mba, janinnya sehat.!"
siska tersenyum licik melihat raut wajah kanaya yang sedikit masam "apa yang aku katakan sudah terbukti kan kanaya!"
__ADS_1
kanaya hanya tersenyum kecut, karna dia tidak ingin dokter tau masalah yang kini menimoa tumah tangganya.
sedangkan raynand mengusap pundak kamaya untuk menenangkan.
"berapa usia kandungannya dok?" kanaya kembali bertanya.
"emm.. sudah tuju minggu mba"
deg..
usia kandungannya memang sesuai saat raynand mabuk saat itu dan membuat siska semakin percaya diri.
setelah selesai akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
namun di saat di depan ruangan rayhan menghentikan langkah kaki mereka bertiga.
"bagaimana ray, siska pasti tidak hamilkan? aku tau siska pasti tidak hamil"
kanaya langsung menunjukkan gambar hasil usg dan seketika membuat rayhan membelalakan matanya sempurna. ia tidak menyangka siska benar-benar hamil.
☆☆☆☆☆
Seperti biasa arka hanya diam di tempat biasa mereka nongkrong. arka banyak menghabiskan minuman sehingga membuatnya sedikit mabuk.
"arka, berhenti lakuin ini! ini hanya membuat lo semakin tersiksa" ucap agas.
"iya ka, lagian lo gak suka kan sama naya! atau jangan-jangan lo suka lagi dama naya?" tambah bastian yang menghentikam aktifitasnya.
"udah gak usah bahas itu, mending kita seneng- seneng aja jangan bahas hal itu lagi" agas berusaha membuat arka dan bastian tidak membahas perihal pernikahan arka dan kanaya yang gagal.
"tapi kenapa ya guys, naya itu cantik tapi dia tetep dandan kaya itu. kenapa dia gak dandan seperti cewe-cewe lain" ucap bastian yang kembali membayangkan kanaya.
"mulai ni mandang fisik" sahut agas.
"gue cabut gays" arka lalu meninggalkan tempat itu. namun saat sampai di luar, dia tidak sengaja menabrak seseorang katena kepalanya yang agak pusing.
"kamu gak papa?" seru seseorang yang bertabrakan dengannya.
namun saat mata mereka bertemu arka dan orang itupun kaget.
"arka?"
"naura?"
"gak nyangka kita bisa ketemu disini ka?"
naura adalah teman arka sejak mereka di bangku sma, namun mereka harus berpisah karena naura yang harus pindah keluar negeri mengikuti orangtuanya. dan setelah bertahun-tahun inilah kali pertama mereka bertemu kembali.
__ADS_1
tiba-tiba arka sempoyongan dan langsung di papah naura untuk di bawa kedalam kafe.
saat di dalam kafe agas dan bastian membantu naura untuk memapah arka.
mereka membaringkan arka di sofa kafe.
"ada apa sama arka?" naura bertanya kepada agas dan bastian.
"lebih baik nanti kamu tanyakan langsung sama arka, dan kamu.." agas menjeda ucapannya dan sesekali berusaha mengingat seseorang "bukannya kamu naura?" tambah agas.
"naura? naura cewe canti di sekolah kita yang pindah keluar negeri?" timpal bastian.
"iya aku naura, tapi kamu gak perlu berlebihan bas"
"bahkan kamu inget nama aku?"
agas menyikut bastian yang mulai muncul sifat keplayboyannya. "ini bukan waktunya gombal kali bas"
naura lalu mulai berusaha menyadarkan arka dan di temani oleh bastian yang sedari tadi memandangi naira.
"udah gak usah lama-lama mandangnya" ucap agas
"kenapa si gas gue ini abis kehilangan kanaya, jadi bolehlah kalo sekarang sama naura"
naura menatap kearah bastian dengan senyum tipisnya yang membuat bastian semakin terpesona
namun senyumnya pun sirna ketika melihat arka yang tak sadarkan diri. halnitu membuatnya semakin penasaran, masalah apa yang membuat aeorang arka yang super dingin menjadi seseorang yang tak berdaya.
naura bisa sesedih itu karena arka adalah seseorang yang ia sukai sejak sma. namun ia memilih memendam perasaannya karena dia tau arka adalah seseorang yang sangat susah untuk di dekati. untuk menjadi sahabatnya saja sangat susah apalagi menjadi kekasih itu di anggap mustahil olehnya.
☆☆☆☆☆
sesampai di rumah raynand siska langsung masuk tanpa menunggu yang lain.
"apa-apaan ini, kenapa seenaknya kamu masuk rumah orang lain tanpa menunggu pemiliknya." ucap rayhan
"untuk apa, rumah ini juga akan menjadi tempat tinggalku setelah ray menikahiku" ucap siska penuh percaya diri. bahkan ia berani tersenyum sinis di hadapan kanaya.
"tolong jaga sikap kamu siska!" bentak raynand yang mulai emosi. namun kanaya segera menahan raynand.
siska bahkan melepas genggaman kanaya kepada rayhan. "gak usab sok mesra, aku tau pasti hati kamu saat ini sedang terbakar karna ulah suami kamu yang sudah mebghamiliku kan?!"
ucapan siska di balas dengan senyum smirk kanaya sehingga membuat siska begitu kesal. dan hal itu membuat raynand dan juga rayhan menjadi bingung.
.
__ADS_1
.bersambung.
.