Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Naura Yang Dulu


__ADS_3

Raynand yang mendengar kabar buruk yang hampir menimpa istrinya, ia segera memesan tiket pesawat penerbangan paling cepat agar bisa segera menemui istrinya.


Setelah penerbangan selama dua jam kini Raynand sudah berada di depan pintu rumah Rayhan yang tentu saja saat itu Dini hari sehingga Rayhan tidak langsung membuka pintu rumahnya.


"Ray, kamu pulang? "


"aku tidak bisa menahan Sampai besok kak Han, aku harus menemui Istriku! "


"istrimu ada dikamarnya. tapi sebaiknya kamu membersihkan dirimu dulu, baru setelah itu kamu menemui istrimu Ray."


"iya kak"


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Raynand melihat istrinya yang masih mengenakan baju yang ia pakai untuk pemotretan.


Akhirnya Raynand lah yang menggantikan pakaiannya.


"bahkan kamu masih belum sadar Nay, brengs*k!! siapa yang memberi obat dengan dosis yang sangat tinggi? sampai-sampai Naya belum sadar! padahal ini udah beberapa jam semenjak kak Han tadi mengabariku"


Raynand mengusap lembut dahi istrinya yang berkeringat. ia lalu menemui Rayhan yang duduk di ruang tengah sembari menikmati secangkir teh.

__ADS_1


"ada yang harus kamu tau Ray, ini tentang bos yang mengontrak Naya sebagai brand ambassador produknya."


"maksud kak Han bagaimana? "


"aku belum tau pasti, tapi aku tau tatapan sesama pria terhadap perempuan Ray. dan sepertinya ada maksud lain dari tatapan bos produk itu terhadap Naya! "


"maksud kak Han bos yang mengontrak Naya yang mau lecehin Naya? "


"tidak seperti itu, karena tadi dia yang menyelamatkan Naya dari pria biadab itu" jelas Rayhan.


Raynand terlihat memikirkan sesuatu, hingga dia ingat ketika melihat memar di lengan Kanaya. "astaga kenapa aku bisa lupa? " Raynand memukul meja di hadapannya namun tidak terlalu keras.


"aku ingat, aku akan menyelidiki tentang memar yang ada di lengan Naya setelah pulang pemotretan waktu itu kak"


"apa? memar? " pertanyaan Rayhan di angguki oleh Raynand.


Sementara itu di tempat lain Naura memarahi Valdo karena ia mendapat berita dari Bryan jika Valdo datang ke sebuah klub hanya untuk menyelamatkan Kanaya.


"kenapa si Valdo, kenapa kamu malah bantuin cewek yang pengen banget aku hancurin. apa kamu sengaja mau bikin aku tambah kesel? "

__ADS_1


"Nau, please. jadi Naura yang dulu. yang baik dan gak tega nyakitin siapapun! "


"itu sebelum seseorang merebut Arka dariku Valdo! tapi sekarang aku tidak mau mengalah terus, aku harus memeberi pelajaran orang yang nyebabin aku gagal nikah sama Arka! "


Valdo memijat pangkal hidungnya dan memejamkan matanya beberapa saat. Saat ia membuka matanya, Naura masih terus mengamatinya dengan tatapan sebal.


"Baiklah, lakukan saja yang ingin kau lakukan. Aku tidak akan membantumu. dan terimakasih selama ini kau menjadikanku sahabatmu, dan sekarang aku hanya akan menjadi suami karena insidenmu saja"


"apa maksudmu Valdo, sampai sekarang pun kau masih sahabatku. kenapa kau mengatakan hal itu? "


"karena selama ini aku menyukaimu Naura, dan aku melakukan apapun yang kamu minta karena aku ingin kamu bahagia. tapi tidak jika kamu harus merusak kebahagiaan Kanaya. seseorang yang menjadi penyebab aku menyukaimu! "


Entah apa yang baru saja Naura dengar. yang jelas itu benar-benar membuatnya bingung. terlebih ketika Valdo menyatakan perasaanya yang disembunyikan selama ini.


"jadi kau menyukaiku Valdo? dan kenapa, kenapa Kanaya yang membuatmu menyukaiku? "


Naura menarik baju Valdo, namun Valdo justru diam tanpa kata.


.

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2