Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Terpanah


__ADS_3

Sesampai di rumah, kanaya menyiapkan sebuah kamar untuk siska tempati.


"kamu bisa tinggal disini, udah aku rapihin kok!"


"iya makasih naya, apa bi asih udah ga kerja kok kamu yang rapihin?" tanya siska.


"masih pulang kampung"


'sedekat apa mereka, klihatanya sangat dekat hingga nama pembantu aja samapi tau' batin naya


"kalo gitu aku harus ke kamar dulu kamu silahkan istirahat."


kanaya berjalan menuju kamarnya.


"nay.. bukannya kamar raynand ada di atas?"pandangan siska menatap kamar rayanand.


"iya memang kamar ray di atas tapi kamarku di situ" kanaya menunjuk pintu kamar yang terletak di dekat dapur.


"tapi kenapa kalian ga tidur sekamar?"


"itu bukan urusan kamu, itu adalah urusan aku dan naya" potong raynand yang baru datang setelah pergi ke dapur.


"sorry ray aku ga ada maksud" ucap siska.


kini mereka pergi ke kamar masing-masing. siska mulai memikirkan tentang hubungan antara naya dan raynand.


"apa jangan-jangan mereka ga saling cinta? iya gue yakin ray ga bisa lupain gue!" siska tersenyum bangga


-


tok tok..


"ray, ngapain kamu tengah malam gini datang ke kamarku?" kanaya terkejut dengan kedatangan raynand di waktu seperti ini.


raynand memandang sekeliling dan langsung masuk ke kamar naya.

__ADS_1


"aku mau mulai besok kamu pindah ke kamarku" ucap raynand


"ga bisa, nanti kamu macem-macem lagi!"


"kalo kamu ga mau kamu masih ingatkan denga kata-kataku tempo lalu" raynand menatap tajam kanaya sperti elang yang ingin memangsa.


"oke-oke.. tapi aku mau tau alasannya?"


"kamu ga ingat di rumah ini ada siska, aku ga mau orang luar tau tentang hal ini ngerti!" dengan segera raynand pergi meninggalkan kamar kanaya.


Rayhan bingung ketika melihat adiknya keluar dari kamar kanaya. namun rayhan memilih kembali fokus dengan laptopnya, karena ia memang harus segera menyelesaikan proyeknya yang akan di persentasikan esok pagi.


Sudah satu minggu siska tinggal di rumah raynand. dan kebetulan bi asih telah kembali dari kampung.


"bi asih, bi asih kok ga bilang tau gitu naya bisa jemput"


"makasih non, tapi bi asih takut ngetepotin. oh iya ini bibi bawain rambutan dari kampun non"


"ihh bi asih baik banget deh"


"eh iya bi, bi asih apa kabar?"ucap siska menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"baik non"


"bi asih kenal sama siska?"sahut naya.


"iya non siska ini kan-"


"bi asih udah datang?" potong raynand yang menuruni anak tangga sembari memakai dasinya.


"iya den anak saya sudah baikan jadi saya bisa kembali bekerja"


"syukur kalau begitu bi. oh iya bi, temui saya di ruang kerja ya"


tanpa menunggu lama asih langsung menemui raynand di ruang kerjanya.

__ADS_1


tok tok..


"masuk"


"ada apa ya den bibi di suruh kesini?"


"gini bi, aku mau bibi jangan bilang ke naya kalau siska itu mantan calon istriku sebelum aku menikahi naya!"


"baik den" asih pergi dengan pertanyaan di benaknya. ia bingung dengan perintah dari tuannya. namun ia harus menuruti semuanya jika ia masih sayang dengan pekerjaanya.


-


Hari sudah menjelang malam, raynan dan rayhan seperti biasa mereka pulang dari kantor. namun kali ini raynand sengaja membeli sesuatu untuk kanaya.


"kamu harus pakai itu, karna aku mau ajak kamu makan malam di luar"


'kenapa ni anak, kenapa tiba-tiba jadi romantis?' karna tidak ingin berdebat, naya segera pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


"kamu ga perlu lakuin itu ray, apa kamu sengaja memakai istrimu untuk membuat siska cemburu"


"itu bukan urusan kak han. aku hanya ingin sedikit bermain" raynand tersenyum miring.


setelah beberapa saat raynand dan rayhan di buat terpanah oleh penampilan kanaya.



"ray, kamu mau bawa naya kemana?"


"ngumpul sama temen-temen kak"


melihat kedatangan siska, raynand langsung meraih pinggang naya sehingga membuat naya terkejut..


tanpa sadar mereka saling beradu pandang cukup lama tanpa perduli dengan keberadaan siska dan juga rayhan.


.bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2