
Valdo merenungi apa yang tengah ia alami. baru beberapa jam ia menjadi seorang suami dari seseorang yang memang ia cinta. namun sayangnya orang tersebut tidak berpikir demikian.
"aku harus bisa mengubah Naura seperti dulu. orang yang lembut dan baik hati"
Valdo menyusuri jalanan menikmati udara malam yang cukup dingin. dibawah naungan Langit, Valdo menengadahkan kepalanya mendongak dengan beban pikirannya.
"Tuhan, berkati aku untuk membuatnya kembali seperti dulu"
_
pagi hari Kanaya sudah menyiapkan sarapan seperti biasa. dan saat itu semuanya sudah bersiap di meja makan. Kanaya terlihat murung dan. membuat Raynand bertanya kepadanya.
"Nay, ada apa? apa ada masalah? kenapa hari ini kau sangat murung?"
Rayhan yang tengah menikmati sarapan paginya pun ikut menelisik wajah Kanaya yang memang tidak secerah biasanya. ia bahkan terlihat lebih kurus.
"hari ini aku harus pemotretan Raya! "
"lalu? itu memang yang biasa kamu lakukan Naya. inget, kamu sendiri yang mengatakan tetap ingin menjauhkan pekerjaan itu kan? "
"aku memang sangat ingin mandiri dengan melanjutkan pekerjaanku Ray. tap.."
"tapi apa Nay? "
"hari ini aku jadi tidak bisa menemani Ilona. padahal dia masih tidak enak badan Ray! siapa yang akan merawatnya nanti?"
seketika Rayhan yang diam-diam ikut memperhatikan Kanaya, tertegun dengan ucapan Kanaya yang sangat mengkhawatirkan putrinya.
"Naya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan Ilona. ada aku yang akan menjaganya. kau tidak perlu Secemas itu! "
"tapi hari ini pengasuh Carel tidak bisa berangkat kak Han, kau pasti akan sangat keropatan nanti. dan bagaimana jika Carel menangis bersamaan dengan Ilona? "
"sayang.. nanti biar aku suruh Millie untuk membantu kak Han. pasti Millie bisa membantu kak Han"
"tidak perlu repot Ray, nanti biar aku yang mengurusnya"
"sudah tidak pa-pa kak, ya sudah Nay ayo kita berangkat"
Kanaya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Kanaya sangat berat meninggalkan kedua keponakannya. terlebih Ilona yang baru sembuh dari demamnya. namun karena pekerjaan, mau tidak mau Kanaya harus meninggalkan keponakan-keponakan kesayangannya itu.
disepanjang jalan menuju ke tempat pemotretan, Kanaya terlihat sangat sendu. dan hal itu disadari oleh Raynand yang mengemudi disebelahnya.
"ada apa Nay? apa kamu masih memikirkan Lona dengan Carel? "
Kanaya langsung menoleh ke arah Raynand yang sedang menatapnya. "tentu Ray, aku benar-benar tidak tega meninggalkan mereka tanpa suster yang menjaga mereka Ray."
"atau lebih baik kau berhenti saja dari pekerjaanmu saat ini Nay, biar aku yang mengurusnya"
"no, aku tidak bisa berhenti karna ada salah satu kontrak dimana disana terdapat poin penting yaitu, aku akan dipenjarakan jika aku berhenti dari kontrak Ray."
"apa? dari perusahaan mana yang membuat kontrak seperti itu Nay?"
"perusahaan sebuah brand kecantikan yang akan aku jalani pemotretan hari ini Ray
'Arka, kau benar-benar bod*h! kau membuat istriku terus bekerja jika caramu menerima kontrak seperti itu! okey nanti aku akan menemuimu untuk membahas hal ini Arka!'
sekitar dua puluh menit Raynand sampai di sebuah gedung dimana Kanaya akan menjalani pemotretan. setelah memastikan Kanaya masuk, Raynand langsung menuju kantornya.
sesampainya di kantor Raynand memanggil sekertarisnya untuk masuk ke ruangannya. Millie tertunduk, biasanya dia tidak pernah dipanggil sepagi ini. namun mendadak Raynand memanggil lebih awal, Millie menjadi was-was. ia takut jika ia akan dimarahi, karena sejak awal Raynand memimpin perusahaannya ia tidak membiarkan siapapun membuat kesalahan sedikitpun sehingga membuat perusahaannya maju pesat.
"permisi pak, ada yang bisa saya bantu pak?"
"tentu saja, untuk apa aku memanggilmu jika kamu tidak saya butuhkan!"
__ADS_1
'Tuhan, jangan sampek pak Raynand ngelakuin apa yang dia lakuin sama mantan-mantan Sekertarisnya dulu. walaupun dia ganteng, tapi kalo kurang ajar buat apa? '
Millie memang sangat was-was jika harus berdua dengan Raynand di dalam ruangan. seperti yang biasa tau, setiap Sekertarisnya yang mengundurkan diri karena Raynand seorang laki-laki yang suka mempermainkan wanita, maka Millie tidak ingin ia menjadi salah satunya. karna ia masih membutuhkan pekerjaan tersebut.
"Millie.. "
"Millie.. "
"ah iya Pak Raynand, ada apa pak? "
"kamu kenapa aku panggil-panggil hanya diam? "
"emm itu pak, anu.. "
"sudahlah, hari ini kamu tidak usah di kantor-"
"pak jangan pecat saya pak, saya janji saya tidak akan melamun seperti tadi pak. tolong pak, saya masih butuh kerjaan ini pak"
"siapa yang ingin memecat Millie?"
"tadi bapak bilang saya tidak usah di kantor?"
"itu karena kamu harus ke rumah kakak saya, bantu dia menjaga anak-anaknya untuk hari ini. saya akan bayar kamu setara satu bulan gaji kamu bekerja disini! "
sontak mata Millie membulat sempurna dengan mulut yang terbuka. bagaimana tidak, gajinya menjadi sekertaris Raynand sudah cukup tinggi. dan ini, kali ini dia mendapatkannya dalam waktu satu hari?.
"pak, bapak gak becanda kan pak? "
"memang selama ini saya suka bercanda? " ucap Raynand datar.
"eh tidak pak"
"kalau begitu cepat bantu kakak saya di rumahnya. nanti gaji kamu saya transfer setelah kamu selesai membantu kak Han sehari ini"
_
"dimana orang-orang? kenapa tidak ada disini? tadi sepertinya di chat, ini bener tempat pemotretannya."
Kanaya bingung melihat ruangan yang ia datangi kosong, padahal ia diberitahukan bahwa ruangan tersebutlah yang akan dijadikan ruangan untuk pemotretannya.
"mending aku tanya aja, kemaren mereka kan ngehubungin aku."
"halo, ini dengan Kiki ya? "
".... "
"gini mba, pemotretannya benerkan di gedung xxx? "
".... "
"Oh gitu ya, ya udah ini saya langsung on the way ke situ ya"
Klik
Kanaya mengakhiri sambungan teleponnya. Kanaya segera memesan taksi untuk ia pergi kesana.
"kenapa gak ada yang bilang kalo aku pemotretan disana si, tau gitu kan tadi Ray langsung nganter aku ke sana."
selang beberapa menit Kanaya tengah sampai di tempat tujuannya. dimana dia akan pemotretan di sebuah kolam renang yang cukup luas.
"Arza kamu pakai ini ya"
Kanaya membulatkan matanya. ia tidak tau jika ia harus mengenakan pakaian yang sangat terbuka.
__ADS_1
"maaf, aku nggak bisa pakai pakaian seperti ini!"
"tapi itu permintaan dari pemilik brand Arza, jadi kamu harus memakainya."
"aku benar-benar tidak bisa kiki, jika kamu memaksa, aku akan membatalkannya"
"kamu tidak bisa membatalkannya, karena kita sudah tanda tangan kontrak" ucapan seorang pria tinggi yang keluar dari dalam ruangan dan berjalan menuju kolam.
"maaf tuan, apa anda tidak membaca persyaratanku sebelum menandatangani kontrak. disitu tertera bahwa aku tidak akan memakai pakaian yang sangat terbuka apalagi jika itu bikini tuan. jadi anda tidak bisa memaksaku"
"tidak ada yang bisa menenangkan nona Arza, kau harus mengenakan pakaian itu" ucapnya dengan senyum menyeringai.
"kalian semua keluar, aku ingin memvahasnya berdua dengan nona Arza."
dan semuanya menuruti apa yang diucapkan oleh pria tersebut. ia perlahan mendekati Kanaya. perlahan ia ulurkan tangannya.
"perkenalkan, aku Bryan. pemilik perusahaan dimana akulah CEO dari brand yang memakai kamu sebagai brand ambassadornya"
"kalau anda memaksaku mengenakan pakaian itu, lebih baik kita batalkan kontraknya."
"aku tidak suka penolakan, ya walaupun ada satu cara supaya kamu tidak perlu mengenakan pakaian yang aku suruh"
Kanaya menyipitkan matanya. ia belum mengerti apa yang akan dikatakan oleh CEO tersebut.
"Layani aku sekarang, makan kau akan bebas dari pakaian itu"
Kanaya memang perempuan yang polos, namun dia juga tau apa maksud dari ucapan Bryan. dengan tegas Kanaya menolak permintaan dari Bryan.
"maaf tuan Bryan, sepertinya anda salah mengenaliku. aku bukan orang yang rela jual diri hanya untuk uang, jadi anda salah jika menyuruhku seperti itu. maaf aku harus pergi dari sini"
Kanaya bergegas meninggalkan area kolam renang, namun Bryan dengan cepat mencekal pergelangan tangan Kanaya.
Bryan semakin mendekat sementara Kanaya semakin memundurkan dirinya sehingga.
byur
Kanaya terjatuh kedalam kolam, namun Kanaya tidak tenggelam. pakaiannya yang basah semakin membuat Bryan terpesona akan keindahan tubuh Kanaya.
Kanaya yang sadar akan tatapan Bryan, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"oh jadi kamu lebih suka jika kita bermain didalam air sexy ku."
"berhenti, jangan mendekat. jangan masuk kedalam air! " Kanaya memperingatkan Bryan agar tidak masuk kedalam air.
"aku suka yang menantang seperti ini. baiklah sexy, kita bermain didalam air."
byur
Bryan menggamit pinggang Kanaya, dan saat itu juga Kanaya berontak dan menampar Bryan dengan keras.
Kanaya menatap Bryan dengan tatapan nyalang.
"jangan berani-beraninya kamu deketin aku! "
Kanaya berusaha naik dari kolam. namun Bryan lebih cepat dan menariknya kembali ke dalam air. Bryan semakin mengekang Kanaya dipinggiran kolam hingga Kanaya kesulitan bergerak.
"tolong.. tolong... "
"berteriaklah sekeras-kerasnya. karna tidak akan ada yang menolongmu disini! " Bryan tersenyum menyeringai sambari terus menatap Kanaya dengan intens.
"tolong... " Kanaya semakin panik. ia sangat ketakutan dengan Bryan.
.
__ADS_1
. bersambung