
Arka terlihat gusar dan hal itu di sadari oleh agas dan bastian. bastian mendekat ke arah arka yang masih melamun. entah apa yang ada di pikiran arka saat ini.
"ka, lebih baik lo tenang. jangan terlalu memikirkan soal siska"ucap bastian.
"dengan seenaknya lo bilang kaya gitu bas? ini menyangkut masa depan kanaya dan lo bilang gue gak perlu mikirin itu?"
"bukan gitu maksud gue ka, gue cum-"
"gue harus bilang masalah ini sama om malik" potong arka.
"setau gue lo orang yang bijak ka, tapi akhir-akhir ini lo lebih mentingin emosi lo. dimana arka yang dulu? jika kanaya tau soal ini pasti dia akan merasa bersalah" tutur agas.
Arka termangu mendengar ucapan agas. sesekali arka menatap agas dan bastian,'apa gue kaya gini karna gue bener-bener cinta sama naya?!'
"ka, lo boleh suka sama naya tapi dia istri dari ray sahabat kita. nanti kalo memang ray terbukti berasalah lo boleh deketin naya. gue restuin kok walaupun gue juga suka sama naya" ucap bastian panjang lebar.
"wih tumben lo bener bas, atau jangan-jangan ini karna naura?"sahut agas.
"naura? lo suka sama naura bas?"
__ADS_1
" sepertinya begitu. tapi gue gak tau dia udah punya pasangan atau belum"
sesaat mereka bertiga melupakan masalah kanaya dan kini fokus kepada bastian yang tengah terserang virus cinta lagi dan lagi.
"tumben lo perduli cewe itu punya pasangan atau engga? kesambet lu bas?" tanya agas.
"apapun itu bisa terjadi kalo mengenai cinta gas. lihat tu arka, seseorang yang bijaksana dan gak emosian jadi lebih agresif setelah dia cinta sama naya. apalagi gue, gue bakal serius sama cewe yang bener-bener bisa membuat hati gue meleleh"
"gak usah bawa-bawa gue, buaya darat" arka menoyor kepala bastian dengan senyum miringnya.
"eh lu mau kemana ka?" tanya bastian dan agas ketika arka berjalan keluar.
"cabut, suntuk gue dari tadi bareng sama kalian" arka melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi.
sudah banyak hal yang di lakukan siska untuk menghancurkan rumah tangga tersebut.
saat kanaya terbaring di rumah sakit karena menolongnya, bukannya ia berterimakasih. namun siska dengan gencar terus mendekati raynand.
bahkan saat raynand tengah berada di kamarnya untuk pergi mandi ia menunggu di dalam kamar dengan memakai pakaian sexynya.
__ADS_1
hal itu membuat raynand semakin geram.
hingga seketika raynand mengingat ucapan dari agas yang sempat berkata sering melihat siska di club dengan seorang pria.
"ray dimana kanaya? siska juga tidak ada?" rayhan menemui raynand yang tengah berada di ruang kerjanya.
"tadi naya ada di ruang tengah kak, dan kenapa kakak menanyakan siska?" raynand mengerutkan dahinya.
"aku menemukan bercak darah di lantai bawah ray"
seketika raynand terlihat cemas dan segera mencari keberadaan istrinya yang ditemani oleh rayhan.
"bagaimana kalau kanaya di apa-apain siska kak han. aku gak akan maafin diri aku sendiri kalau itu sampai terjadi" raynand mengemudi dengan sangat cepat.
"ray hati-hati kalau kita celaka siapa yang akan menyelamatkan kanaya?!"
mendengar ucapan rayhand, raynand segera mengontrol emosinya dan perlahan mengurangi kecepatan berkendaranya.
.
__ADS_1
.bersambung
.