
Hari ini Kanaya dan rombongan dari perusahaan Raynand kembali ke kota mereka karena pemotretan sudah selesai. namun berbeda dengan hal itu, justru saat ini permasalahan baru dimulai.
sebelum kembali ke apartemen Arka, Kanaya meminta izin untuk mencari sesuatu di pusat perbelanjaan. dan karena schedule Arka yang padat, akhirnya ia tidak bisa menemani Kanaya dan mengharuskan Kanaya berbelanja sendiri tanpa seorang pun yang medampinginya.
"aku harap tuan Ray akan mengatakan yang sebenarnya. yang aku tangkap dari pembicaraan mereka, tuan Ray sepertinya pernah dekat dengan Arka. tapi entah karena suatu hal mereka jadi sedingin ini. ya walaupun aku yakin kalau memang mereka dekat dan sekarang barjauhan itu pasti gara-gara tuan Ray. secara dia sangat menyebalkan"
melihat mobil Arka sudah tidak terlihat, Kanaya segera menghentikan taksi dan pergi menuju alamat Apartemen dimana Raynand tinggal di tempat itu.
"pak tolong jalannya yang cepet ya kayaknya mau ujan ni" titah Kanaya kepada supir taksi.
"baik nona"
setelah menempuh perjalanan cukup lama, kini Kanaya sudah sampai didepan unit milik Raynand. ia lalu mencet belum unit yang ditinggali oleh Raynand.
ceklek
'kenapa yang keluar seorang wanita?'
"kau cari siapa? "
"emm.. maaf sepertinya aku salah unit"
"kau mencariku?" terrengar suara khas seseorang yang baru bangun tidur. seketika suara tersebut membuat Kanaya berbalik.
dan benar saja suara tersebut adalah suara Raynand dengan rambutnya yang berantakan namun menambah aura ketampanan yang ia miliki.
tatapan Kanaya seperti jij*k melihat wanita yang terus menempel sperti cicak pada tubuh Raynand.
"jadi aku tidak salah unit? tapi ya sudahlah kalian lanjutkan urusan kalian, aku tidak akan menganggu. permisi! " Kanaya segera bergegas.
"kau mau kemana nona Arka? " Raynand mencekal pergelangan tangan Kanaya. Dan mengisyaratkan wanita yang bersamanya untuk pergi.
namun sebelum wanita itu pergi, wanita tersebut mengecup Raynand tepat dihadapan Kanaya tanpa rasa ribut sedikitpun.
__ADS_1
melihat raut wajah Kanaya membuat Raynand terkekeh. ia kemudian segera menarik Kanaya kedalam unit miliknya. Raynand mendudukkan Kanaya diatas sofa miliknya yang terlihat berantakan.
"Iyuuuh.. "
"apa kau mengatakan sesuatu nona Arza? " ucap Raynand yang datang dengan dua minuman dingin ditangannya.
"begini tuan Ray, kedatabganku kesini hanya ingin menanyakan apa yang kau tau soal diriku yang dulu? "
bukannya menjawab pertanyaan dari Kanaya, Raynand justru terkekeh dan menenggak minuman ditangannya.
"aku benar-benar serius bertanya tuan Ray" kali ini Kanaya berbicara dengan suara yang sedikit meninggi.
Raynand lalu meletakkan minumannya di atas meja. kemudian ia duduk di sebelah Kanaya tanpa jarak sedikitpun sehingga membuat Kanaya risih.
"dengar tuan Ray, aku datang kesini bukan ingin menjual diri seperti yang dilakukan wanita tadi. aku hanya ingin tau kebenarannya saja, udah itu aja, tolong jangan dipersulit! "
"aku tidak memaksamu datang kesini, bahkan kau sendiri yang suka rela datang ke sebuah apartement laki-laki lajang selarut ini nona Arza."
"baiklah sepertinya memang anda tidak bisa diajak bicara. kalau begitu saya permisi" Kan ya bangkit dari duduknya. namun lagian lagi Raynand menahannya dan membuat keseimbangannya goyah dan terjatuh diatas pangkuan Raynand.
melihat gelagat aneh dari Raynand, Kanaya panik dan ingin berontak. namun Raynand segera membuka matanya dan mengeratkan pegangannya sehingga membuat Kanaya tetap berada dipangkuannya.
"diamlah, aku akan ceritakan jika kau tetap diam seperti ini"
"tidak, ini benar-benar membuatku muak"
Kanaya terus berontak. namun ia masih belum bisa mengalahkan tenaga Raynand.
drrttt drrttt
Raynand melihat nama yang tertera diponsel milik Kanaya, iapun tidak melepaskan kesempatan tersebut dengan merebut ponsel milik Kanaya.
"iya halo.. "
__ADS_1
"kau siapa? kenapa ponsel calon istriku ada padamu? "
"aku suami dari calon istrimu Arkana Soedirjo"
klik
Raynand kemudian mematikan sambungannya. dan setelah itu melihat kearah Kanaya yang berada dipangkuannya sehingga membuatnya mendongak.
"apa yang kau katakan tuan Ray? "
"tadi kau bilang kau ingin tau kebenaran bukan? dan kebenarannya kau adalah istriku nona Kanaya Arza Malik
" huh"
Raynand lalu mengeluarkan sebuah foto ketika mereka menikah. dan hal itu berhasil membuat Kanaya terkejut.
"aargghhh"
Kanaya terus memegabgi kepalanya yang terasa sangat sakit. sehingga hal itu membuat Raynand cemas.
"Naya, ada apa?"
"kepalaku sangat sakit"
bayangan-banyangan masalalu yang masih seperti puzzle muncul begitu saja dikepala Kanaya.
"kepalaku sangat sak... kit"
"Nay bangun Nay... "
saat ini Kanaya tidak sadarkan diri. Raynand yang merasa cemas berusaha membuat Kanaya sadar.
.
__ADS_1
. bersambung
.