Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Alkohol


__ADS_3

Akhirnya pak malik sudah di izinkan pulang dari rumah sakit. kanaya dan raynand pun datang ke rumah keluarga malik.


"kita hadapi ini bareng-bareng, aku yakin kita bisa lewati ini" ucap raynand meyakinkan.


kanaya membalas dengan sebuah senyuman di wajahnya.


kanaya mengajak raynand masuk rumah, dan saat itu kedatangannya sudah dibnanti oleh pak malik.


"pa.."


pak malik mengangkat mengangkat tangannya untuk membuat raynand berhenti bicara.


"papa sudah memutuskan untuk hubungan kalian selanjutnya." pak malik menjeda sejenak ucapannya memandang bergantian kanaya dan juga raynand. "papa minta kalian berpisah, dari pada naya harus menjalani pernikahan seperti ini"


bagai sebuah petir yang menyambar, hal itu membuat kanaya dan raynand terkejut. "pa, ray bisa jelasin. ray sama kanaya-"


"papa tidak ingin mendengar apa-apa lagi,keputusan papa sudah bulat. dan kamu raynand silahkan kamu pergi, biar papa yang urus perceraian kalian"


dengan berat hati raynand harus pergi dari rumah mertuanya dengan hasil yang sangat buruk.


kanaya seakan tidak rela melihat kepergian suaminya.


"pa naya sama ray mau perbaiki ini semua walaupun kami belum sepenuhnya jatuh cinta seperti pasangan lain" kanaya menatap dalam pak malik.


"naya sini sayang mama mau bicara" bu safira memanggil kanaya untuk membicarakan sesuatu.


"tapi naya masih jelasin ke papa ma"


"sayang.." tanpa menunggu waktu lama akhirnya kanaya duduk di samping ibunya.


"papa kamu butuh istirahat sayang, kamu bisa bicarakan hal itu lain waktu. dan mama tau keputusan papa ini sangat mengejutkan kamu dan nak ray."


"iya ma, kalau gitu naya mau ke kamar" kanaya akhirnya pwgi kekamar yang cukup lama ia tinggalkan. namun kamar itu masih tertata rapi tanpa ada yang berubah.

__ADS_1


kanaya menatap layar ponselnya, sebenarnya ia ingin mengyubungi raynand. namun ia mengurungkan niatnya karna ingin berpikir sejenak tentang apa yang benar untuk hidupnya.


di tempat lain raynand berkumpul dengan teman-temannya.


arka yang sedari tadi memperhatikan sejak raynand datang ia berpikir kenapa sahabatnya bertingkah aneh hati ini.


arka mendatangi raynand yang tengah menikmati beberapa gelas minuman.


"lo ada masalah ray? kenapa lo kaya gini"arka mengambil gelas yang ada di tangan raynand, raynand yang tak terima ia menatap tajam arka.


"lo gak usah ikut campur ka"


"kita ini sahabatan udah lama ray, harusnya lo tau itu"


mendengar raynand dan arka beradu mulut agas dan bastian segera menengahi.


"kalian ini kenapa si malah berantem. kita itu kumpul biar ga garing tau. ini malah berantem kaya anak kecil" ucap agas


"iya kalian ini sebenernya kenapa si?" timpal bastian.


semuanya terdiam dan kini raynand sudah lebih sadar dan tidak terpengaruh alkohol yang ia minum.


"bokap naya nyuruh gue ceraiin naya"


ucapan raynand berhasil membuat ketiga temannya membulatkan matanya seakan tidak percaya.


"ya itu baguslah buat lo ray, lo gak perlu pusing-pusing cari alasan buat pisah sama naya" ucap enteng bastian.


"jaga ucapan lo bas" raynand menarik kerah baju milik bastian bersiap menghujami bastian dengan pukulan.


"eh eh stop jangan di terusin" arka dan agas melerai kedua sahabatnya.


"kenapa mertua lo bisa nyuruh lo ceraiin naya ray?" tanya agas penasaran.

__ADS_1


"mertua gue nemuin surat perjanjian gue sama naya tentang kesepakatan waktu itu"


"sebaiknya lo pulang dan tenangin pikiran lo. setelah itu lo baru cari jalan keluar buat rumah tangga kalian mau di bawa kemana" ucap arka.


raynand akhirnya menyutujui saran dari arka dan langsung pulang kerumahnya dengan keadaan kacau. di perjalanan raynand masih saja meminum minuman yang membuatnya sedikit tidak terkendali.


selang beberapa menit akhirnya ray sampai di rumahnya. saat itu rayhan dan juga siska masih menunggu kedatangan raynand.


"ray.. lo pasti minum" rayhan memapah raynand untuk pergi ke kamarnya dengan bantuan siska.


saat itu rayhan mengambilkan air minum untuk raynand kedapur .


☆☆☆☆☆☆


"ternyata keputusan papa benar sayang, raynand memang tidak pantas untuk kamu" pak malik terlihat sangat marah saat itu dan membuat kanaya dan ibunya mendatangi pak malik yang berbicara cukup kencang.


"kenapa pa, apa yang terjadi?" ucap bu safira.


bu safira melihat sesuatu yang membuatnya tak habis pikir dengan kelakuan menantunya.


"ada apa ma pa?"


bu safira dan pak malik menatap sendu kanaya yang hendak melihat hal itu.


prank..


saat itu gelas yang ada di tangan kanaya tiba-tiba terjatuh. dengan kekecewaannya kanaya berlari ke dalam kamarnya dan hal itu membuat orang tuanya cemas akan keadaan putrinya.


.


.bersambung


terus baca karya-karyaku ya guys.. dan maaf typo masih bertebaran. maklumin ya readers tersayang mba author juga manusia yang banyak salah 😁

__ADS_1


.


__ADS_2