Istri Antikku, Istri Cantikku

Istri Antikku, Istri Cantikku
Hamil Anak Kamu


__ADS_3

Naura semakin tidak Terima ketika tau Valdo menyukainya karena Kanaya. ia semakin tidak habis pikir dengan pria-pria disekitarnya. ia merasa tidak bisa lepas dari bayang-bayang Kanaya.


"aku benci sama kamu Valdo. aku benci kalian semua" pekik Naura dan pergi meninggalkan Valdo yang masih mematung.


"argghhh" racau Valdo dengan mengacak rambutnya frustasi.


Karena merasa tidak adil, Naura memutuskan untuk mendatangi Arka di kantornya. disana Naura langsung memasuki ruangan Arka, dimana saat itu Arka tengah bertemu dengan salah satu klien pentingnya.


brak


Naura membuka pintu dengan kasar. seketika Arka bangkit dari duduknya dan meminta izin dari Kliennya untuk berbicara dengan Naura.


"Naura, kenapa kamu datang kesini? " lirih Arka.


"Arka aku hamil anak kamu! "


kedua bola mata Arka membulat sempurna, dengan segera ia menarik Naura keluar dari ruangannya. "maaf saya permisi dulu"


Arka membawa Naura keruangan lain untuk berbicara. namun ketika mereka masih berada didepan ruangannya, Naura berbicara dengan nada lantang seperti apa yang ia ucapkan tadi. sontak hal itu membuat beberapa klien penting Arka keluar dari dalam ruangan.

__ADS_1


"kamu harus tanggung jawab Arka. ini anak kamu! " sambung Naura.


"maaf Pak Arka, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan kerja sama ini. kami tidak ingin menjalin kerja sama dengan orang seperti anda yang tidak mempunyai tanggung jawab." dengan segera Klie-klien tersebut meninggalkan kantor Arka.


Apa yang dilakukan oleh Naura mengundang amarah bagi Arka. juga hal itu menyebabkan beberapa artikel membicarakan tentang Arka. hingga keesokan harinya banyak sekali wartawan yang mengantri didepan kantor Arka.


"arrgghh sial, ini semua karena Naura"


Akhirnya Arka pergi bertemu dengan Agas dan juga Bastian. dimana disana ia begitu kesal menceritakan tentang apa yang dilakukan oleh Naura.


"tunggu Arka, lo bilang Naura teriak-teriak di kantor lu bilang kalo dia hamil anak lo? " tanya Bastian dengan sebelah alisnya yang terangkat.


"apa yang lo ucapin emang bener Gas, sekarang kalian ke rumah sakit buat nyiapin semuanya, dan gue bakal bawa Naura kesana!"


Tanpa menunggu lama, kini Arka sudah berada di depan rumah Naura. disana banyak sekali Wartawan yang ingin mewancarai.


dan ketika Arka mengetuk pintu, Naura keluar dengan ditemani oleh Valdo.


"Naura, kamu ikut aku sekarang!"

__ADS_1


"kenapa Tuan Arka, apa ada sesuatu? "


"kau tidak perlu ikut campur Valdo, Arka datang kesini pasti mau bertanggung jawab." Naura sengaja mengeraskan suaranya agar para wartawan mendengarnya.


"baiklah, para pihak media, kalian bisa mengikuti kami"


Valdo tertegun melihat Arka membawa istrinya pergi tanpa mengatakan apapun padanya. namun Valdo pun tetap bergegas untuk menyusul Naura dengan menggunakan motor miliknya agar tidak tertinggal.


Valdo mengerutkan dahinya ketika mendapati mobil Arka yang berhenti tepat di area parkir yang ada di salah satu rumah sakit terbesar di kota tersebut. disana juga sudah banyak awak media yang menunggu, juga disana sudsh ada Bastian bersama dengan Agas yang mengatur segalanya.


"Arka, kenapa kamu ngajakin aku kesini? "


"aku ingin melihat bayi yang ada perutmu itu, apa dia tumbuh dengan baik? " kini Arka tersenyum menyeringai. sementara itu wajah Naura yang berubah pucat mengundang beberapa pertanyaan dari beberapa pihak.


"ada apa Naura, apa kamu tegang? "


.


. bersambung

__ADS_1


__ADS_2