
Selepas kepergian Revan Andini bergegas ke kamar, disimpannya black card pemberian suaminya kemudian ia mengambil ponselnya di atas nakas ia pun searching di youtube tutorial memasang dasi enggan bertanya pada sang mertua karena malu. Tak perlu lama dicermatinya video itu ia akhirnya paham. Disimpannya kembali ponsel itu ia kemudian turun ke taman belakang rumah tampak beberapa tukang kebun sedang merapikan taman.
Tak banyak tumbuhan asing sepertinya memang sengaja dibiarkan longgar atau memang belum sempat menambah tanaman entahlah. Dilihatnya sekeliling terdapat tanaman hias berbagai macam aglonema hingga janda bolong, disamping ada pohon mangga, durian, kelengkeng ia kemudian menyusuri makin kebelakang melihat sang mertua ada disana. Tampak sang mertua sedang berbincang dengan tukang kebun. "ma tadi mas Revan kasih kartu kredit katanya suruh temenin mama jalan jalan"
"oh iya mama hampir lupa tapi bantuin mama masak dulu ya sekalian kita anterin makan siang dulu ke kantor Revan baru kita jalan"
Keduanya pun berlalu ke dapur, dibukanya isi kulkas tampak Kinan mengeluarkan ayam, tomat, cabe, kentang. Nampaknya sang mertua memasak ayam bakar sambal terasi serta perkedel kentang. Tak lama kemudian masakan mereka pun jadi mereka bergegas ke kamar untuk mengganti kostum mereka. Andini tampak anggun mengenakan dress dan sepatu yang kemarin dibelikan oleh Revan.
Dengan make up natural Andini keluar kamar dilihatnya sang mertua telah siap dengan tas hermes terbarunya. Mereka pun berlalu menaiki mobil dengan membawa serantang makan siang untuk Revan. Jalanan nampak senggang jarak dari rumah ke kantor juga tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu 20menit mereka pun sampai di kantor.
Perusahaan Prayoga Group telah terpampang nyata di depan mata, siapa yang tidak kenal dengan perusahaan yang merangkap berbagai cabang dibidang kesehatan, perbelajaan dan pendidikan itu. Rasanya Andini tak percaya menjadi istri pemilik sah Prayoga Group dengan latar belakang yang berbanding terbalik dengan suaminya.
Semenjak kematian sang ayah 5 tahun yang lalu serta kegagalan rumah tangganya membuat Revan menyibukkan diri pada perusahaannya karena tak ingin larut dalam kesedihannya. Ia ingat masih ada sang mama yang perlu diperjuangkan. Revan merupakan anak tunggal tapi dia memiliki 2 sepupu dari adik ayahnya yang tinggal di luar negeri. Berkat kerja kerasnya 2 tahun belakangan ini ia berhasil menaikkan rating perusahaannya ke jajaran nomor satu perusahaan ternama se nusantara.
__ADS_1
Tampak beberapa karyawan menunduk hormat ketika sang ibu pemilik memasuki perusahaan. Mereka pun naik lift khusus petinggi perusahaan yang langsung menuju depan ruangan presdir. Terlihat dibalik kaca transparan itu Revan sedang berkutat dengan laptop serta tumpukan berkas disebelahnya tak menyadari kehadiran sang mama. Hingga kemudian pintu terbuka Revan baru menyadarinya seketika ia berdiri mendekati sang mama dan istrinya.
Revan termangu melihat istri kecilnya dengan tampilan sederhana tapi terkesan anggun itu. "ehmm biasa aja kali Van liatnya kaya gak pernah liat cewek cantik aja usap bibir kamu tu air liur mau netes" ucap sang mama seketika membuat Revan dan Andini salah tingkah. Kinan memang sengaja menggoda keduanya agar semakin dekat. "nih mama bawain makan siang Andini tadi yang masak"
"makasih ya ma, Ndin tapi Revan mau lanjutin pekerjaan Revan masih ada sedikit sambil nunggu waktu istirahat mama sama Andin istirahat dulu aja"
"Dafa dimana ngga keliatan"
"tadi Revan nugasin dia ke Kampus buat daftarin Andin disana ma tapi terserah Andin sih mau enggak nya iya kan Ndin"
Tok tok tokk
"ni boss sesuai perintah lo eh ada mama, (berjalan mendekat sambil mencium tangan mama Kinan) mama udah lama? widiiihh mama bawa makanan pasti buat aku ya mana tau aja aku udah laper makasih ya ma, mama is the best" ucap Dafa sambil mengangkat dua jempolnya
__ADS_1
"woy itu nyokap gue, buat makan gue lah apasih lo Daf" protes Revan
"aku anaknya jugaa tau Van ya walaupun aku ngga lahir dari rahim mama aku tetep anak mama iya kan maa" bela Dafa
"udah-udah kalian berdua anak mama semuanya Andin juga anak mama sini ayo makan, eh iya kamu ngga mau kenalan gitu Faa sama anak mama yang cantik ini"
"kenalin kakak ipar namaku Dafa, kakak baik-baik ya ntar kalau babang Revan nyakitin kakak ipar atau apalah bilang sama Dafa ya, Dafa mau kok bahagiain kakak ipar" cengir Dafa
"hus ni anak ga ada benernya kelamaan jomblo lu tu ya makanya sono cari pacar trus dinikahin, maa jodohin Dafa sama anak temen mama arisan itu lo yang genit itu hahaha" balas Revan kemudian ia berlalu mengambil makan siang
"sialan lu ya dasar abang durhaka"
"lu yang adik durhaka gue belum apa-apa udah gombalin istri kecil gue segala bilang mau bahagiain dia huuh"
__ADS_1
"kalian bisa diem gak sih pusing mama denger kalian debat mulu, mau makan nggak kalau mau diem kalau nggak yaudah mama kasih satpam depan"
"jangaaaan dong ma iya kita diem"