Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 17


__ADS_3

"gimana kelanjutan kasus Doni nak? Apa pak Arka bisa mengatasinya?" tanya mama Kinan sambil menyeruput coklat hangatnya,


"beliau masih mencari bukti bukti ma termasuk wasiat yang asli tapi menurut pak Arka, Doni pasti menyembunyikannya di sebuah ruang bawah tanah di WP group ma" jelasnya,


"bagaimana bisa pak Arka yakin wasiat itu berada di ruang bawah tanah?" tanyanya.


"karena ruang bawah tanah itu tempat transaksi para mafia-mafia serta jalan keluar masuknya barang dari luar dan dijaga ketat hanya orang kepercayaan yang bisa masuk kesana, apa mama tau Doni itu penyelundup barang-barang terlarang?" tanya Revan.


"mama pernah denger sih nak tapi mama ga tau pastinya, apa kamu minta tolong aja sama Papi Banu dia kan punya geng mafia bawah tanah" usulnya.


"tapi kan beliau udah pensiun ma dia nggak mau berurusan sama dunia bawah lagi" terang Revan.


"coba aja dulu nak barangkali dia mau bantuin kamu" pintanya.


"baik ma besok Revan ke rumah Papi Banu".


***


Di kediaman Doni

__ADS_1


Tampak keluarga itu sedang bersantai ruang keluarga setelah menikmati makan malam, "kamu udah ajuin permohonan kerja ke Prayoga Group belum Ka" tanya Doni pada Rika


"udah kok pa, tadi juga udah di-email kalau besuk interview" jawabnya pada sang papa.


"semoga aja lolos trus kamu pepet CEOnya, walaupun duda lumayanlah hartanya banyak nggak akan abis tujuh turunan secara hampir 70% swalayan, rumah sakit, sekolah di seluruh ibu kota milik dia nggak kebayang yang diluar negeri sebanyak apa" ucap Ratri sambil meletakkan cemilan di meja


"bisa kaya dadakan kita ma, papa juga nggak perlu lagi jadi pengacara duduk manis aja dirumah udah banyak tu duit entar hartanya Om Tian dibalikin aja sama Tante Lastri kalau Rika beneran jadi istrinya duda itu" sahut Rika


"iya ya nak lagian tu ibu anak gobl*k banget mau aja dikibulin untung papa pinter buat wasiat palsunya seakan-akan itu yang asli" tutur Doni


"emang wasiat yang asli masih sama papa?" tanya Rika penasaran


"yasudah istirahat sana besok harus tampil maksimal biar pak duda klepek-klepek" usul Ratri


***


Disebuah rumah megah di pinggir kota. Nampak sepasang suami istri tengah bercengkrama di samping rumah sambil mengamati suasana pagi. Ya Pak Banu serta sang istri tengah menikmati waktu santainya ditemani secangkir teh hangat dan sandwich yang menemani pagi harinya. Tak berselang lama sang satpam menghampirinya "maaf mengganggu tuan di depan ada Mas Revan katanya mau ketemu sama Tuan" ujarnya.


"tumben setelah sekian tahun dia tak kemari, ada masalah apa sampai dia rela datang sepagi ini, kamu ajak masuk saya tunggu diruang tamu" titahnya pada Roby sang satpam. Roby pun berlalu setelah mengangguk hormat perintah sang atasan.

__ADS_1


"mii tolong siapin makanan kesukaan Revan ya" pintanya pada sang istri kemudian masuk bersama.


"ayo mas Tuan udah nunggu diruang tamu" ujarnya pada Revan


"terimakasih ya pak saya kedalam dulu, mari" balas Revan.


Revan pun melangkah ke dalam bangunan bernuansa putih itu, rumah megah dengan desain ala-ala Eropa serta pilar pilar berdiri kokoh menyangga rumah berlantai dua itu, dihalamannya terdapat sebuah taman dengan kolam disampingnya memberi kesan sejuk ditengah maraknya polusi ibu kota. Saat memasuki bagian rumah, tak banyak yang berubah dengan rumah ini, masih sama seperti beberapa tahun lalu, terakhir kalinya ia menapakkan kaki kemari dengan sang ayah. Revan termangu didepan pintu mengingat kebersamaannya dengan sang ayah terakhir sebelum beliau meninggal. "masuklah nak ngapain bengong disitu sini duduk disamping papi" suara Papi Banu memecah lamunannya


"eh iya Pi maaf Revan kebawa suasana teringat saat Revan kesini bersama almarhum ayah" jelasnya


"sudahlah ayahmu sudah bahagia disana melihat kamu sukses diusia muda seperti sekarang ini, ada masalah apa nak sehingga kamu rela kemari sepagi ini" tanyanya


"Revan mau minta tolong sama geng mafia papi buat ambil wasiat diruang bawah tanah WP Group" terangnya


"ada hubungan apa kamu sama Doni nak" tanyanya lagi pada Revan. Revan pun menceritakan semuanya dari awal ia menikah hingga harta keluarga sang mertua yang telah disabotase oleh Doni "jadi bagaimana pi, apa papi bersedia membantu Revan meskipun Revan tau papi sudah tidak mau berhubungan dengan dunia bawah lagi" ucapnya


"baiklah nak papi akan bantu mengingat kebaikan Tian yang telah menolong Mas Yoga, kamu tenang saja nak besok kamu akan mendapatkannya papi akan menelepon Devon untuk masalah ini lagipula tidak ada yang tau kalau Devon itu kaki tangan papi yang sekarang menjadi penjaga disana" ujarnya


"baiklah pi Revan tunggu besok"

__ADS_1


"kamu kedalam sana mami kamu masak makanan kesukaan kamu papi mau keruang kerja dulu"


__ADS_2