Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 65


__ADS_3

Sementara dilain tempat Rendi telah pulang kerumahnya sambil senyam senyum tak jelas. Sang mami yang tengah bersantai pun terheran heran. "pulang bukannya ucap salam malah senyam senyum ngga jelas gitu abis kesambet setan dari mana Ren?" ujar mami Rendi


"enak aja bilang anak ganteng mami ini kesambet" protes Rendi


"ganteng doang ngga laku-laku buat apa" sindir mami


"oke mami boleh ejek Rendi hari ini lihat aja besok-besok Rendi bawa pujaan hati Rendi kemari" ujar Rendi


"oh my god jadi anak mami lagi jatuh cinta nih daritadi senyam senyum, cewek mana Ren? Kalau model nya kaya si Linda mah mami ogah bosen" ujar sang mami

__ADS_1


"beda jauh mi sama Linda yang suka pamer sana sini, kalau ini mah kalem tapi tajirnya kebangetan cuma dia ngga koar koar kaya yang lainnya tampang sok kaya padahal engga, lah ini tampangnya biasa aja tapi pakaian sama tasnya branded terkenal itu loh mi, mami tau tas yang diincer sama Tante Rita? Tuh cewek aja udah bisa pakek tiap hari ke kampus padahal tas model itu cuma ada dua di Indonesia" terang Rendi


"astagaaa bener bener tajir tuh cewek Ren, tapi ya Ren emang kamu bisa nyukupin kebutuhan dia secara apa-apa dia udah kecukupan bisa beli barang limited edition padahal produk itu launching nya baru seminggu kemarin"


"tenang aja mi mulai besok Rendi ikut urus bisnisnya papi deh biar bisa cukupin tuh cewek" ujar Rendi bersungguh sungguh


"tapi kalau dipikir-pikir orang yang bisa cuma-cuma beli brand Xx itu cuma jajaran lima orang terkaya di Indo deh Ren atau jangan-jangan dia kalangannya Prayoga Group bisa-bisa kamu kalah sebelum berperang Ren" ujar mami lagi


"dasar anak muda jaman sekarang lihat bening dikit pepet, tapi kalau dipikir-pikir seumpama dia kalangan Prayoga Group berarti dia bininya pewaris Prayoga dong, pewaris nya kan cuma dua dan laki-laki semua apa mungkin mereka punya saudara perempuan? kasihan kamu kalau udah berharap ketinggian eh ternyata dia bini orang" terang mami

__ADS_1


"ada pikiran kesana sih mi tapi Rendi coba dulu deh siapa tau bukan kalangan Prayoga" ujarnya kemudian ke kamar


**


Sementara Revan dan Andini kini berada pemakaman. Dafa dan Dewi tidak ikut karena minggu lalu mereka telah berkunjung. Revan merangkul bahu sang istri yang tengah membawa beberapa buket lily untuk keluarganya.


"loh kok berhenti mas dimana makamnya" tanya Andini, namun Revan termenung tatapannya seperti kosong, nampak bulir-bulir kecil itu akan jatuh ke pipinya. "mas, mas Revan ngga papa kan?" tanya Andini lagi sambil mengusap punggung suaminya


"eh nggak yang mas ngga papa keinget aja sama mereka" ujarnya sesekali menyeka butiran bening yang jatuh tanpa permisi itu "itu didepan pusara mereka yang, yuk ikutin mas ya" ajaknya, Andini pun mengekor "kamu letakin buketnya ya itu yang paling kiri kakek, nenek, yang tengah ini paman dan bibi ayah ibunya Dafa, yang paling kanan pusara papa"ujar Revan memberi tahu Andini

__ADS_1


" aku letakin buketnya dulu baru berdoa ya mas" ujarnya Revan hanya mengangguk


"assalamualaikum kek, nek, paman, bibi, ayah Revan baru bisa jengukin kalian, Revan sekarang udah nikah udah punya keluarga kenalin ini istri kecil Revan namanya Andini, walaupun istri Revan kecil tapi dia baik banget semua keperluan Revan disiapin tapi Revan juga sedih sebulan yang lalu kami kehilangan calon anak kami hiks hiks pasti dia sekarang sudah bersama kalian disana hiks hiks" Revan menjeda kalimatnya ia menyeka butiran bening itu, Andini tak kuasa menahan air matanya ia pun ikut menangis sambil memeluk mengusap punggung sang suami.


__ADS_2