
Tak lama berselang setelah Dewi pergi Andini dan Revan sampai dirumah. Mereka masuk membawa berbagai kantong kresek yang dibantu pak Bejo menuju dapur. "pak setelah ini tolong siapkan alat-alat untuk bakar-bakar ya pak saya mau bakar ikan nanti" ujar Andini kepada pak Bejo
"baik Non nanti saya siapkan di samping rumah" ujarnya
"terimakasih pak" ujar Andini pak bejo hanya mengangguk.
**
Sementara di sebuah tahanan nampak seorang wanita yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak ia terus-terusan memanggil nama Revan yang tajelas tak mungkin menghampiri nya lagi. Nampak tubuhnya kurus kering rambut acak-acakan kadang ia tertawa sendiri kadang menangis. Sang penjaga pun menelepon atasannya.
"halo bos, begini nampaknya gadis ini sudah kelewat batas edan bos dia tertawa sendiri dan kadang menangis tapi aneh nya dia terus memanggil nama tuan Revan bos bagaimana apa yang harus saya lakukan" ujar Boby penjaga sekaligus pengawas gerak-gerik keluarga Rania yang ditugaskan oleh Delon.
(....)
__ADS_1
"baik bos akan saya lakukan" ujarnya kemudian sambungan terputus. Boby kemudian keluar memanggil temannya. "ada tugas penting dari bos ayo jalan" ajaknya. Mereka menuju pos kepolisian. "Maaf pak ada perintah dari tuan Delon sebaiknya anda membawa wanita itu ke rumah sakit jiwa, berikan perawatan kalau dia udah waras supaya dia lupa sama tuan Revan dan tidak mengganggu tuan Revan lagi" ujar Boby pada kepala polisi
"baiklah karena ini perintah tuan Delon akan saya lakukan sesuai permintaan tuan" ujar kepala polisi
"baik terimakasih kerja samanya kalau begitu kami permisi" ujar Boby kemudian pergi bersama rekannya.
...****************...
"astagfirullah Anggaaaa, jangan teriak-teriak udah sore juga ngga enak sama tetangga nanti dikiranya ada apa-apa" ujar Ibu Lastri menasehati
"iya Angga minta maaf abisnya Angga seneng banget tadi mbaa Andini telepon Angga, minta ajakin ibu kerumahnya ya sekitar jam setengah 8 katanya mau bikin acara makan malam bersama gitu mau bakar-bakar sama mas Dafa dan istrinya juga kayaknya bakal seru deh bu ibu mau ngga?" tanya Angga
" ya mau lah udah lama juga ibu ngga nengokin mba kamu yaudah sana bersih-bersih terus kita kesana tapi jangan naik motor kita minta diantar pak Rudy saja soalnya udah malam ibu ngga mau kalau terjadi apa-apa sama kamu "ujarnya
__ADS_1
"okelah bu yaudah Angga mandi dulu, ibu ngga bikin oleh oleh gitu buat mama Kinan?" tanya Angga lagi
"duh dibawain apa ya Nak? Seharian Ibu ngga bikin kue tadi" ujarnya bingung
"bikinin martabak manis aja napa si bu gampang juga kan ngga lama bikinnya bukannya ibu masih ada stok bahan kan?" usul nya
"iya tapi kan adonannya harus didiamkan satu jam dulu baru buat martabak Nak" ujarnya lagi
"ya ngga papa to buuu ini juga baru jam lima lebih sepuluh, maghrib juga masih lama kita nanti kesana juga habis isya" ujar Angga
"yaudah deh ibu buat adonan nya dulu kamu buruan mandi" ujarnya
"iya tapi bikinin yang banyak soalnya orangnya juga banyak disana bu kasian nanti kalau ngga kebagian" ujarnya kemudian mandi
__ADS_1