Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 69


__ADS_3

"paham pak" ujar keduanya


"baiklah kalian bisa melakukan nya sekarang" titah pak Robert kemudian meninggalkan mereka berdua karena pak Robert harus mengajar


"ini semua gara-gara lo" sulut Ara


"lo yang cari gara-gara" sahut Rendi


"lo pokoknya lo yang salah" ujar Ara


"dasar cewek sialan" umpat Rendi


"dasar cowok gila" teriak Ara


Sementara Andini yang berada di kelas merasa bingung. Ara tak kunjung masuk.


Andini Pov


Sebenarnya kemana Ara kenapa dia tak kunjung masuk dan pak Robert kelihatannya sangat kesal. Apa jangan-jangan Ara dihukum pak Robert ya. Mending gue chat dia.


📩 Ra lo dimana?


Duh Ceklis lagi. Tanya mba Dev aja deh.


📩 Mba tau ngga Ara kemana dari tadi ngga masuk-masuk, bisa tolong cari tau ngga mba?


📤 Akan saya selidiki nona. Nona jangan kemana-mana. Nona fokus ke mata kuliah saja.

__ADS_1


...****************...


Berbeda dengan Dafa dan Dewi yang sedang menikmati honeymoon mereka Revan tampak sibuk dengan tumpukan berkas didepannya. Ardan sang asisten masuk


Tok tok tok


"Masuk"ujar Revan dari dalam


"satu jam lagi anda harus meeting dengan Angkasa Corp di Resto Bintang tuan dan ini berkasnya" ujar Ardan sambil menyodorkan map berwarna biru kepada Revan


"baiklah akan saya pelajari dulu, ingatkan saya tiga puluh menit lagi." ujar Revan


"baik tuan" ujar Ardan


"oh iya saya lupa bertanya Ar, bagaimana kelanjutan proyek Yayasan Bakti Mulia, saya belum sempat berkunjung kesana" tanya Revan


"baiklah kamu telepon dia, suruh dia mengawasi pekerjaan kuli karena tempat itu untuk anak yatim piatu saya ingin bangunan yang kokoh tanpa ada kecurangan dalam pembangunannya" ujar Revan


"baik tuan, ada lagi yang ingin tuan sampaikan?" tanya Ardan


"tidak, itu saja kamu bisa kembali keruangan kamu" ujar Revan.


Setelah kepergian Ardan, Revan pun mempelajari berkas yang akan ia bahas saat meeting nanti. Namun ponselnya berdering tertera nama Indra disana. "tumben banget Indra telpon apa terjadi sesuatu di WP Group" tanyanya pada diri sendiri ia pun mengangkat telponnya


...****************...


Dilain tempat nampak mama Kinan tengah berbelanja tanpa didampingi pelayan mama Kinan pergi sendirian hanya diantar pak Joko yang kini menunggunya di parkiran. Sang manager membungkuk hormat melihat kedatangan Nyonya besarnya.

__ADS_1


"selamat siang Nyonya Kinan, tumben Nyonya sendirian" sapa sang manager


"siang Ferdi, saya sengaja sendirian, sebaiknya kita bicara didalam saja" ajak mama Kinan


"baik Nyonya silahkan" ujar Ferdi


"oh iya bagaimana perkembangan mall ini?" tanya mama Kinan


"seperti yang anda lihat nyonya, mall ini selalu ramai pengunjung terkadang kita bahkan kewalahan melayani para pengunjung" ujar Ferdi


"baguslah, lalu masalah yang kemarin apakah sudah kau temukan tikus liar yang telah mencoba korupsi di sini.?" Tanya mama Kinan penuh selidik


" Nyonya tenang saja kami sudah mencurigai seseorang dan kami akan terus mengawasinya untuk sementara kami membiarkannya dahulu sampai semua bukti kami dapatkan dan orang tersebut tidak dapat mengelak" terang Ferdi


"apakah perlu Revan sendiri yang turun tangan?" tanya mama Kinan


"sebaiknya tidak usah Nyonya, saya rasa Tuan Revan saat ini sedang sibuk-sibuknya mengurus perusahaan apalagi Tuan Dafa sedang diluar negeri" ujar Ferdi


"baiklah kalau begitu saya akan meminta Delon membantu masalah ini" ujar Mama Kinan


"baik Nyonya"


"ya sudah kalau begitu saya permisi dan ingat perketat penjagaan saya khawatir kalau mereka bersekongkol dengan...." ucapan Mama Kinan menggantung


"Nyonya tenang saja, saya sudah memprediksikan kemungkinan itu, mengingat mereka masih memiliki dendam kepada Tuaj Revan"


"baiklah saya percayakan ini semua sama kami, urusan Delon biar saya yang mengaturnya kamu tunggu instruksi dari saya, kalau begitu saya permisi kabari jika terjadi sesuatu"

__ADS_1


"baik Nyonya"


__ADS_2