Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 19


__ADS_3

Keesokan paginya di Prayoga Group ketika Dafa berada di lobi kantor sedang memeriksa handphone, tepat dibelakangnya Rika tengah berjalan lenggak lenggok dengan pakaian super ketat menonjolkan beberapa bagian tubuhnya bergaya bak supermodel abal-abal dengan sengaja menjatuhkan diri dihadapan Dafa yang ia kira sang duda.


Brukkk.. "Awww" rintihnya namun Dafa cuek tak menggubrisnya dipanggilnya kepala bagian yang kebetulan lewat saat adegan Rika jatuh


"Pak Agus tolong kondisikan bawahan baru kamu ini kalau nggak bisa kerja beri surat peringatan saja bikin saya ilfeel aja" tuturnya kemudian ia menuju lift khusus menuju ruang CEO.


"kamu niat kerja enggak disini? Ga usah pakai trik murahan kaya tadi kamu pikir dengan cara seperti itu bisa membuat Pak Dafa kasihan terus nolongin kamu gitu? Ini juga pakean kamu dirumah ngga ada stok yang lebih ketat lagi apa? Saya tanya sekali lagi kamu niat kerja disini atau mau ngegodain kaum adam disini" tegur Pak Agus


"maafin saya pak saya nggak akan ulangi lagi" sesal Rika yang tengah bermuka dua lihat saja niatnya kan emang mau pepet mas duda ganteng


"yaudah sana kerja ingat kamu masih training disini perbaiki sikap kamu kalau masih ingin bekerja disini" tutur Pak Agus sambil berlalu


**


Sementara Revan sedang dalam perjalanan menemui Pak Arka di kantornya berbekal bukti wasiat yang kemarin telah ia dapatkan dari sang Papi kini Revan pun melanjutkan misinya. Setibanya ia didepan ruangan Pak Arka dilihatnya ruangan tampak sepi hanya nampak sang sekertaris. "Pak Arka nya ada?" tanya Revan pada sekertaris


"dengan Pak Revan ya? Silahkan menunggu didalam saja, tadi Pak Arka berpesan kalau Pak Revan datang langsung masuk saja Pak Arka lima menit lagi sampai kantor" ujarnya pada Revan


"baik terimakasih saya kedalam dulu permisi" ia kemudian masuk menunggu di sofa ruangan.

__ADS_1


**


Sementara di rumah Revan


Andini tengah mencuci segala peralatan masaknya, pertanda dirinya telah selesai membuat kue, dibawanya kue itu ke teras samping rumah menemui sang mertua yang tengah bersantai ria disana, didampingi dua gelas teh hangat disamping kuenya.


"cobain kuenya ma" ujar Andini pada sang mertua sambil meletakkan nampan diatas meja


"iya nak terimakasih" sambil mencicipi kue buatan sang menantu "sip nak mantap rasanya rupanya kamu pinter ya bikin kue"


"ish mama bisa aja deh bikin Andini jadi malu"


"ada ma tadi Mas Revan kasih amplop besar berwarna coklat tebel banget amplopnya. Gatau isinya apa kayaknya sih duit segepok"


"ya iyalah isinya duit masa daun, secara suami kamu itu walaupun mantan duda harta dia sekarang udah banyak, perusahaan juga udah maju pesat, amplop itu buat mama kamu mertuanya Revan gimana seeeh🤦‍♀️, yaudah ayo siap-siap kita kerumah kamu sekarang juga kuenya sini mama habisin dulu sayang mubazir"


***


Kantor Prayoga Group

__ADS_1


Revan telah selesai urusannya dengan Pak Arka menjelang makan siang, sekalian saja dia menelepon Dafa untuk makan siang di kedai sebelah kantin kantor. Dengan pilihan menu ayam bakar lengkap dengan lalapan serta sambal terasi kini keduanya menikmati makan siangnya. Ditemani dengan jeruk hangat yang menjadi pelengkap makan siang mereka kali ini.


Selesai dengan urusan perut mereka pun kembali ke perusahaan. Tiba di perusahaan Rika berulah lagi. Bugh byur pranggggg... Rika yang tengah membawa secangkir coklat hangat dari kantin tersandung sehingga menabrak punggung Dafa membuat jasnya basah, "kamu lagi ngga kapok bikin ulah terus ini baru hari pertama kamu disini ya lihat ulah kamu jas saya jadi basah begini" omel Dafa pada Rika.


Pak Agus serta para karyawan yang hendak masuk pun berkerumun disamping tkp mengingat ini jam masuk kerja setelah istirahat. Lagi-lagi Pak Agus yang kena sasaran "pak Agus bisa nggak ngajarin karyawan satu ini panggil kepala kebersihan suruh kesini bawa satu stel seragam sekarang juga dan kalian ngapain berdiri disini iya saya tau saya itu ganteng banget ngga usah dilihatin sampe segitunya sana kerja mau saya kasih surat resign ya kalian" omelnya lagi membuat para karyawan melarikan diri.


"maaf Pak Dafa bapak panggil saya" ujar Pak Dwi kepala petugas kebersihan disana


"iya tolong kamu bawa sampah ini menjauh jadiin asisten kamu aja saya ikhlas tapi kalau dia berulah lagi kamu lapor saya biar saya pecat aja baru juga sehari kerja udah bikin masalah aja, sana ajak dia bersih-bersih" tutur Dafa pada Pak Dwi


"ampuni saya pak saya ngga mau jadi tukang bersih-bersih saya janji ga akan ulangin kesalahan saya lagi" pinta Rika dengan wajah pias


"seret dia pak jangan lupa kasih seragam divisi kebersihan" ujarnya lagi


"baik pak biar jadi urusan saya bapak bisa lanjut kerja silahkan, dan kamu ayo ikut saya sekarang juga"


Dafa dan Revan berlalu tinggalah pak Dwi dan Rika yang meronta ronta meminta keringanan agar tak menjadi tukang bersih-bersih namun apalah daya tidak ada yang menggubrisnya


**

__ADS_1


Hai para readers maaf telat update btw selamat hari ibu untuk ibu ibu seNusantara. Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah. 💞❤️


__ADS_2