
"ampun bang lepasin donk gue cuma bercanda doang" ujar Dafa memohon
"bercanda lu garing ngga lucu tau, berani ngomong gitu lagi gue ngga akan segan kirim lo ke negara C biar lu jadi petani cabe disana" ancam Revan
"makanyaaa sono cepet jadiin milik lo seutuhnya biar ngga gue gangguin, sayang tau bang masih segel juga dianggurin mulu gue juga mau kali, kasih gue cuti dong biar gue bisa cuci mata cari cewek buat dijadiin bini" ucap Dafa
"iya iya nanti gue pikirin, kampus gimana Daf kapan Andini mulai kuliah disana?" tanya Revan
"bulan depan udah masuk bang, mending lu masukin Andini ke fakultas kedokteran aja deh soalnya bini lu tu nilainya bagus-bagus pasti otaknya mampu tu kalau jadi dokter biar lu ada yang urusin, ntar gue rilis sinetron deh Istriku Dokter Di Rumah Sakit milikku hahaha" ujar Dafa sambil mengejek
"entahlah tapi kalau bini gue jadi dokter ya lumayan, tu rumah sakit ngga perlu kita pertahanin si tua rempong itu kedepannya Andini bisa handle sendiri, gue tanya dulu deh lu makan sono banyak makanan tadi mama sama mertua gue yang masak lu makan gih keburu malem" titah Revan kemudian naik ke kamar
"nasiiib jomblo" monolognya lalu sikat abis makanan di meja
Di kamar
Andini sedang sibuk mengoleskan krim malam diwajah nya hingga tak menyadari kehadiran sang suami yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"astagfirullahaladzim mas ngagetin aja"
"kamu nya aja yang terlalu fokus tadi mas udah ketok pintu sayang"
"kapan orang Andini ngga denger mas ketok pintunya"
"ini mau otw ketok pintu hati kamu biar mas bisa miliki hati kamu seutuhnya sayangku cintaku" cuppp ujarnya sambil mengecup pipi sang istri yang spontan memerah seperti kepiting rebus
"apaan si mas udah ah Andini mo tidur" ujarnya kemudian menutup muka dengan selimut. Revan yang jahil kemudian menyelusup masuk ke dalam selimut, menarik sang istri kehadapannya meraih wajahnya kemudian ******* bibirnya lembut, Andini pasrah akan kelakuan suaminya ia mengerti sebagai seorang istri menolak suami dosa walau masih malu malu kucing. Tangan Revan bergerilya menjelajahi kedalam piyama milik sang istri hendak mencari pegunungan himalaya "emmhhhhf" Andini mendorong tubuh sang suami "mas mau bunuh Andin ya ngga bisa nafas tau huh huh" protesnya.
"maafin mas ya sini mas mau bicara serius sama kamu duduk aja yuk" mereka pun duduk diranjang saling berhadapan.
"kamu jadi mau kuliah kan?"
"mau kalau mas ijinin tapi kalau mas keberatan Andini juga ngga papa dirumah bikin usaha kue aja"
"mas ijinin kok, gini kamu pengennya ambil jurusan apa kalau mas daftarin di fakultas kedokteran terus ntar kamu magang di rumah sakit Prayogo gimana sayang apa kamu setuju"
__ADS_1
"mau lah mas dokter itu kan pekerjaan mulia bisa menolong banyak nyawa"
"yaudah besok mas daftarinnya ke fakultas kedokteran ya".
"iya mas"
"yaudah istirahat gih" baru akan meluruskan tubuh ke ranjang suara pintu diketuk
Tok tok tok
"Vann bukain mama didepan" teriak sang mama, "kamu disini aja biar mas yang bukain pintunya" ujarnya pada Andin kemudian menuju pintu "ada apa ma?" tanya Revan
"ini tadi vitaminnya Andini katanya abis mama lupa tadi mau ngasih kamu kasihin ya keburu tidur kasian dia biar tambah sehat" terangnya "yaudah mama mo lanjut nonton drakor kamu istirahat sana" ujarnya sambil memberikan vitamin pada Revan
"iya ma" menutup pintu kemudian mendekati sang istri "sayang ini vitamin kamu minum dulu gih" Andini menurut Diteguknya pil itu kemudian berbaring lagi. Tak berselang lama hawa panas menyelimuti nya "gerah banget mas acnya mati ya" tanyanya
"udah mas nyalain kok" jawab Revan
__ADS_1
"tapi panas banget mas geraaahhh" ujar Andini kemudian melepas piyama nya menyisakan kacamata dan kain segitiga bermudanya.