Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 66


__ADS_3

Keesokan harinya Andini kuliah seperti biasa Dev selalu menemaninya.


"Ra lo kok sendirian yang lain kemana?" tanya Andini pada Ara


"Yuli ngga masuk Ndin mamanya sakit, Rani juga bolos saudaranya nikah hari ini" terang Ara


"yaahh cuma kita berdua dong" sesal Andini


"bertiga dong sama mba Dev ya kan mbaaa" ujar Ara


"iya nona" ujar Dev


"mba Dev, ada yang mau Ara omongin, sebenarnya Ara pengen bisa bela diri kaya mba, apa mba bisa ajari Ara bela diri?" tanya Ara pada Dev namun Dev terdiam dia bingung mau menjawab apa.


"nanti coba saya pikirkan dulu nona" ujar Dev tak berselang bel berbunyi


"mba aku ke kelas dulu ya, mba tunggu di taman aja dah mba" ujar Andini


"baik nona"


...***...


Kelas pertama telah selesai kini mereka memutuskan untuk ke kantin.


"Ra pesenin bakso dua sama mba Dev ya, lo mau pesen apa sana sekalian gue yang traktir, gue ke toilet bentar" ujar Andini pada Ara, Ara pun mengacungkan jempol nya

__ADS_1


"biar saya temani nona" ujar Dev namun Andini menolak


"ngga usah mbaa, mba tunggu disini aja ngga lama kok" ujarnya kemudian menuju toilet


Andini melewati lorong didekat kantin kebetulan Rendi cs sedang berada disana. Rendi pun menatap Andini yang berlalu ke toilet.


"gue kejar bidadari gue dulu ya kalian ke kantin dulu aja ntar gue nyusul" ujar Rendi kepada kedua temannya


"oke bro semoga berhasil dan dugaan kita salah" ujar Ben


Andini yang telah selesai dari toilet pun berlalu menuju kantin namun tiba-tiba


Bruuukkk..


Andini bertabrakan dengan Rendi (bukan bertabrakan emang sengaja Rendi yang nabrak)


"Maaf gue ngga tau kalau ada lo, boleh kenalan ngga? Gue Rendi" ujar Rendi menjulurkan tangannya namun Andini mengabaikan uluran tangannya,


"gue Andini, gue permisi" pungkasnya kemudian berlalu


"hei tunggu, gue minta nomor telepon lo dong" teriak Rendi namun Andini tidak menggubrisnya.


Tak disadari disamping tembok dua pasang mata mengawasi pergerakan mereka.


"dasar cewek mura**n berani-beraninya dia nabrak pangeran gue sok nyalahin pangeran gue segala alesan hp awas lo kalau berani deketin pangeran gue" ujar Monik berapi-api..

__ADS_1


"udahlah Mon orang dia juga ngga sengaja kelihatannya emang Rendinya aja yang sengaja nabrak tuh cewek" Echa berkomentar


"lo apasih Cha malah bela tuh cewek" sungut Monik.


"lo lihat sendiri kan tu cewek baru keluar dari toilet dia jalan udah bener juga kayaknya si Rendi yang cari perhatian sama dia, jabat tangan aja ngga mau tuh cewek" ujar Echa


"yakali jaman pandemi kaya gini mau jabat tangan sembarangan yang ada si popcorn makin merajalela" ujar Monik


"omicorn Mon bukan popcorn" tegas Echa lagi


"bodo lah, popcorn lah omicorn lah polytron lah bodoamat dah gue apa itu namanya, udah itu virus ngga kelar-kelar, eh ada masalah lagi ni minyak goreng kemana juga jadi langka kaya begini, nyokap gue aja tiap hari ngomel gara-gara ngga ada minyak goreng" tutur Monik


"kok lo malah bahas minyak goreng sih Mon" ujar Echa terheran-heran


"ya kali aja pemerintah ada yang baca cerita ini Cha siapa tau trus ngalir tu minyak goreng wkwk" ujar Monik


"mudah-mudahan juga gitu deh, udah mahal barangnya ngga ada. Eh trus si Rendi gimana lo mau tegur tuh cewek apa lo mau buntutin si Rendi" tanya Echa


"gue labrak tuh cewek dulu deh yuk cus kayaknya dia jalan ke kantin kebetulan gue juga laper yuk makan" ajak Monik


"ashiaapp kalau urusan makanan gue semangat kalau gitu yuk makan ntar gue bantuin labrak tuh cewek tapi bantunya lewat doa aja ya wkwk" ujar Echa


Pletak, Monik menjitak kepala Echa


"lo apasih Mon sakit tau" protes nya

__ADS_1


"lagian elu nya juga bikin emosi mau bantu ngelabrak lewat doa tau ah gue cabut udah laper berat" ujar Monik kesal kemudian berlalu meninggalkan Echa sendirian


"Moooonnnn tunggu..."


__ADS_2