Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 53


__ADS_3

"Bagaimana para saksi"


"sah"


"sah"


"sah"


"alhamdulillah sekarang kamu sudah resmi menjadi suami anak saya Dewi sebentar lagi Dewi turun" ujar pak Surya kepada Dafa.


Tak lama berselang datang Dewi dan mamanya. Dewi nampak anggun dengan kebaya yang ia pakai. Membuat semua mata tertuju padanya. Dafa sampai tidak berkedip. Plaakkkk Revan memukul bahu Dafa. "aww sakit tau bang" protesnya.


"sorry sorry tadi ada nyamuk di bahu lo jadi gue tabok hehe" ujar Revan membela diri "abisnya lu bengong kaya ngga pernah liat Dewi aja" bisik Revan.

__ADS_1


"ayo Dewi salim sama suami kamu" ujar Pak Surya kepada Dewi. Dewi pun mencium tangan Dafa kemudian Dafa mencium kening Dewi.


......................


"maafin mas ya Ndin" ujar Revan saat mereka telah kembali ke rumah


"mas kenapa minta maaf" tanya Andini bingung


"mas jujur aku juga ingin pernikahan selayaknya orang pada umumnya tapi kita waktu itu berada di kesalahanpahaman orang-orang, tapi aku bersyukur setidaknya aku menikah dengan orang yang benar-benar menjaga dan menyayangi ku. Aku tidak meminta apapun darimu mas. Aku tidak ingin pesta dan sebagainya aku hanya ingin kamu menyayangi, melindungi dan mencintaiku seumur hidupku hingga kita menua bersama melihat anak dan cucu kita kelak itu saja" ujar Andini berkaca-kaca


"tentu sayang, aku akan selalu menjaga, melindungi dan mencintaimu seumur hidupku, tapi kita harus bersabar karena kehadiran anak kita mungkin akan lama, mas ingin kamu menundanya sampai kuliah kamu selesai, kamu bisa mengejar cita-cita mu dulu baru kita memikirkan soal anak bagaimana apa kamu keberatan?" tanya Revan lalu mengecup kening istrinya


"kuliahku masih lama loh mas belum lagi program profesinya mas gimana sih" sahut Andini

__ADS_1


"kan kata dokter juga usia kamu masih terlalu muda masih rawan apalagi setelah kehilangan ini. Ya kita coba dulu bagaimana nantinya kalau setelah wisuda kamu sudah hamil ya ngga papa itu rejeki kita" ujar Revan


"iya juga ya mas, sekalian juga kita mengenal lebih dalam lagi satu sama lain" putus Andini


"yaudah istirahat yuk, kamu kuliah nya mulai minggu depan aja gimana? Kayaknya kamu udah fit banget tapi terserah kamu semua keputusan ada ditangan kamu" ujar Revan.


"iya mas istirahat yuk ke kamar" ajak Andini Revan pun mengekor Andini ke kamar..


......................


Sore ini Dafa belum jadi memboyong Dewi ke rumah. Karena permintaan Dewi yang masih ingin bermanja dengan sang mama. Malam ini pun Dewi meminta menginap dirumah nya baru besok pagi mereka akan tinggal di rumah Revan atas permintaan mama Kinan. Dafa pun setuju saja mengingat keadaan kakak ipar pasca keguguran nya mungkin dengan kehadiran Dewi disana bisa menjadi teman berbagi sang kakak ipar. Mama Kinan meminta Dafa memboyong Dewi juga karena ingin rumahnya ramai. Banyak teman mengobrol, memasak, Shopping atau perawatan intinya masalah perempuan ya gitu deh.


"mas mandi dulu gih Dewi udah siapin pakaiannya di atas ranjang, Dewi mau ke dapur dulu bentar ya mau bikinin kopi sama mau cari cemilan nanti Dewi bawa kesini mas mandinya jangan lama-lama ntar keburu kopinya dingin" ujar Dewi. Dafa hanya mengangguk kemudian mandi.

__ADS_1


__ADS_2