Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 15


__ADS_3

Ditengah kebingungan nya Revan akhirnya berjalan ke dapur sambil meminta teh hangatnya tadi. "mbok Sum Revan minta tolong lagi boleh ya" pintanya pada mbok Sum. "tolongin apa den, ini teh nya yang aden minta (sambil menyodorkan nampan) sekalian mbok bikinin bubur katanya non Andin sakit" pungkasnya


"iya mbok makasih tapi tolong beliin jamu kunyit asem ya mbok kata mama suruh beliin" jawabnya sambil menyodorkan uang seratus ribuan


"iya den mbok beli dulu aden kasih teh sama buburnya dulu sambil nunggu jamunya dateng" jelasnya


"iya mbok Revan naik dulu sekalian mau telpon Dokter Fika" Revan berlalu setibanya di kamar dilihatnya sang istri telah siuman hendak duduk "mau kemana Ndin biar mas bantu" sambil meletakkan nampan diatas nakas "Andin mau ke toilet mas tapi takut jatuh lagi soalnya perut Andin keram tapi Andin malu kalau mas anterin" lirihnya. "daripada jatuh lagi ayo mas papah ke toilet ntar mas nunggu didepan pintu aja kalau udah kelar panggil mas" Andini menurut kemudian ia memapah sang istri ke kamar mandi ditunggunya didepan pintu.


"mas tolong ambilin pembalut dong itu dilaci kemarin Andin udah beli waktu jalan sama mama" pintanya "bentar kamu diem disitu dulu" dibukanya laci tampak seperti boks kemasan kotak empuk empuk gitu bentuknya kayak roti Revan mengambil boks tersebut kemudian kembali ke kamar mandi "ini bukan Ndin kok kayak roti gitu" bingungnya


"iya mas makasih udah mas keluar dulu Andin malu" sahutnya. Revan kemudian keluar.


Tok tok tok cklek


"Den ini jamunya kalau butuh apa apa panggil mbok lagi ya ini kembaliannya" ujarnya sambil menyodorkan uang

__ADS_1


"kembaliannya buat mbok aja makasih ya mbok, apa di depan dokter Fika belum dateng mbok?" tanya Revan


"tadi waktu mbok mau kesini ada suara mobil berhenti sih den mungkin itu dokter Fika bentar mbok lihat dulu" pamitnya.


"maaasss Andin udah selesai mas kesini dong" panggil Andin dari dalam kamar mandi. Revan pun menyusul Andin kemudian memapahnya kembali ke tempat tidur.


Tak berselang lama dokter Fika pun datang. "assalamualaikum Van" disusul sang mama dibelakang. "waalaikumsalam kak Fika tolong periksa istri kecil saya kak tadi dia pingsan" jelasnya. "alhamdulillah akhirnya kamu laku juga walaupun kakak sendiri belum nemu jodoh doain segera ya" tukasnya sambil memeriksa Andin. "gimana kak apa ada yang serius" tanya Revan "nggak ada ini obat pereda nyerinya (sambil menyodorkan obat pada Andin) kamu sering ngalamin kaya gini?" tanyanya pada Andin


"baru 3 bulan belakangan ini sih dok sebelumnya nggak pernah" jawabnya. "yaudah kamu makan dulu trus minum obatnya ya saya pamit, Van Tante bisa ikut saya keluar" pintanya.


"sebenernya ada apa Fik jelasin sama tante"


"gini Tan, Van sakit saat menstruasi atau dismenore itu sebenarnya wajar, tapi kalau terus-terusan seperti itu takutnya bisa jadi kista dan sejenisnya. Kamu belum berhubungan ya Van sama istri kamu kalau bisa sih disegerain ya Van itu bisa meminimalisir sakit nya" jelas Fika


"emang hubungannya apa kak" tanya Revan

__ADS_1


"Beberapa wanita yang mengaku nyeri haid yang berkurang setelah menikah mungkin sudah pernah menjalani persalinan. Melansir dari Parents, satu teori mengatakan bahwa persalinan mampu menghilangkan beberapa situs reseptor prostaglandin di dalam rahim. Prostaglandin, hormon yang mengarahkan rahim berkontraksi selama persalinan ternyata juga berperan dalam nyeri haid bulanan. Itu alasannya beberapa wanita yang sudah menikah dan hamil mengalami pengurangan nyeri haid atau bahkan sudah tidak mengalami nyeri sama sekali." jelasnya lagi


"jadi saya saranin segerain aja biar cepet hamil ntar setelah haidnya selesai kan tiba masa suburnya itu waktu yang tepat Van buat bikin Revan junior kakak yakin pasti tante Kinan juga setuju sama pemikiran kakak iya kan tan?" godanya.


"iya Fik tante setuju banget, dengerin ya Van harus disegerakan" ujar mama Kinan


"nanti Revan usahain deh kak masih canggung juga bawaannya kalau dekat Andin" jelas Revan


"semangat dong Van cari cara" keduanya kompak


"tapi setelah Revan berhasil kakak harus cari suami biar nggak goda Revan lagi oke deal" tawarnya.


"oke deal yaudah kakak pamit ya harus ke rumah sakit, tante Fika pamit ya" pamitnya.


"hati-hati dijalan kak jangan lupa sempetin cari gebetan" pungkas Revan

__ADS_1


__ADS_2