
Echa terus berlari mengejar Monik yang sudah sampai duluan di kantin. Dengan nafas ngos-ngosan Echa menghampiri Monik yang tengah menikmati makanannya.
"habis lari maraton lo Cha hahaha" ujar Monik tak berdosa
"udah ditinggal pergi aja, pesen makanan lo makan sendiri bener-bener temen ga ada akhlak lo Mon" kesal Echa
"yaudah sono pesen gue traktir" ujar Monik
"ni baru temen gue yaudah gue pesen dulu deh" ujar Echa
**
Sementara di meja lain, Andini, Ara dan Dev telah selesai makan. Mereka pun keluar kantin menuju perpustakaan karena dosen kedua ijin dan mereka hanya mengerjakan tugas saja.
"mba Dev ikut ke dalam atau..." ucap Andini menggantung karena Dev keburu menjawab "saya di depan saja nona takutnya nona tidak berkonsentrasi, saya pantau dari luar saja, nona silahkan masuk" ujarnya
"okee mba Andini masuk dulu" pamitnya
Kini Andini dan Ara tengah mencari buku panduan untuk tugas mereka. "Ra gue cari buku kesana ya lo mau ikut ngga" ujar Andini sambil menunjuk rak buku di sebelah kanan
"ngga Ndin gue cari disini dulu, lo duluan aja kesana ntar gue susul" ujar Ara namun Andini hanya mengacungkan jempolnya
Saat asyik memilih buku, Andini melihat buku yang ia cari namun berada di rak paling atas, dijangkaunya rak itu namun tak sampai tiba-tiba ada tangan yang mengambilkannya.
"lo mau buku ini" tanya Rendi
"iya makasih" ujar Andini berlalu menemui Ara
"tunggu gue minta nomer hp lo" ujar Rendi
Namun Andini tidak menggubrisnya.
__ADS_1
"ra lo udah dapet buku belum? " tanya Andini
"udah Ndin kenapa?" tanya Ara
"ke taman aja yuk" ajaknya
"yaudah yuk bentar gue ambilin novel dulu buat mba Dev" ujar Ara
"buruan jangan lama-lama ya" ujar Andini sambil melihat sekeliling tampak Rendi masih terus menatapnya. Andini jadi risih.
"apa bilang sama mba Dev ya, tapi tuh orang ngga gangguin gue banget si cuma lihatin mulu" monolog nya dalam hati
"Ndin..Ndin woy kok malah ngelamun" bentak Ara
"eh iya sorry Ra, yuk" ajaknya
"lo kenapa sih Ndin lo ada masalah?" tanya Ara
"mba Dev ke taman yuk jenuh di perpus mulu" ajak Andini
"baik nona"
**Dev pov
Aku melihat gelagat aneh pada diri nona, apakah ada seseorang yang berani mengganggu nya tapi siapa? Dimana? Bahkan aku tak melihat seseorang mendekatinya terang-terangan. Apakah rekan sekelasnya. Aku harus lebih waspada.
Andini pov
Sebenarnya sikap Rendi beberapa hari ini membuatku risih, tapi aku bingung apakah aku harus cerita kepada mba Dev atau tidak. Aku sudah mengabaikannya tapi dia terus mendekati ku apa yang harus ku perbuat. Apa sebaiknya aku diam saja kalau dia berbuat aneh-aneh baru aku adukan ke mba Dev.
Author pov
__ADS_1
Monik dan Echa telah selesai makan. Mereka memutuskan untuk kembali ke kelas, namun saat melewati taman dia melihat Andini dan temannya.
"Mon lihat itu tuh orang yang mau lo labrak sana buruan" ujar Echa
"okee lo mau ikutan ngga?" tanya Monik
"gue tunggu sini ajaa ya"
"dasar payah"
Monik pun berlalu mendekat Andini.
"hei mahasiswi baru" ujar Monik
"lo bicara sama kita?" tanya Ara
"ngga, gue bicara sama temen lo itu" ujarnya sambil menunjuk Andini
"ada apa?" tanya Andini
"lo nggak usah kecentilan ya jadi orang, maksud lo apa hah deketin Rendi gausah sok kecantikan deh lo mending lo urus kuliah lo yang bener jangan ganggu pangeran hati gue" bentak Monik
"Maaf maksud nona apa? Nona Andini tidak mungkin mendekati laki-laki apalagi orang asing. Asal kamu tahu nona saya sudah menikah dengan tuan muda apa menurut anda nona saya akan menghianati suaminya dan mengincar kekasih nona. Itu sungguh memalukan. Jadi hilangkan pikiran kotor itu dari nona saya. Dan tinggalkan tempat ini atau kamu mau dapat hadiah dari saya"ujar Dev
"ya bisa aja apalagi jaman sekarang pelakor bertebaran dimana-mana ya mana gue tau" ujar Monik tak berdosa
"jaga bicara lo ya" ujar Ara emosi
"udah biarin jangan urusin mak lampir gila ini, udah ke kelas aja yuk lima menit lagi mulai, mba Dev udah ngga usah diladenin buang-buang waktu kita ayo pergi" ujar Andini menggandeng Ara dan Dev menjauh dari Monik
"hei cewek sialan urusan kita belum selesai" teriak Monik
__ADS_1