
Hari semakin sore namun tak menyulutkan semangat Revan untuk menumpas penjahat yang tengah mengintai keluarga nya. Dengan didampingi Dafa serta dua bodyguard yang tengah menyetir mobilnya, Revan mengirim pesan kepada Joy. Ia menanyakan keselamatan istrinya. Tak lama berselang balasan dari Joy pun masuk. Revan tersenyum lega pasalnya sang istri baik-baik saja.
Di mobil lain nampak papi Banu dan paman Delon dengan penyamaran lengkap dengan seragam kebanggaannya menuju lokasi X yang diduga menjadi tempat persembunyian Toni selanjutnya. Jack telah mengirim sinyal keberadaannya yang tak jauh dari tempat tersebut.
Jack melaporkan, Toni sudah masuk bersama beberapa orangnya. Namun anehnya tidak ada satupun yang membawa senjata namun mereka membawa beberapa makanan sepertinya di bangunan itu banyak sekali tawanan yang Toni sekap disana.
Mengingat Toni merupakan pengusaha, namun tak ayal jika ia juga menaungi berbagai bisnis gelap termasuk komplotan geng mafia bawah tanah, dahulu dia ingin melindungi transaksi gelap sang kakak mengingat penjualan obat terlarang adalah salah satu bisnis yang selalu ingin dikembangkan oleh kakaknya, Doni.
Namun ia gagal, pasalnya saat sang kakaknya tertangkap basah. Dirinya sedang berada di luar negeri dan anak buahnya tengah lengah hingga tak menyadari rencana penggerebekan tersebut.
__ADS_1
Setelah kakaknya tertangkap basah bisnis itu pun terhenti. Otomatis dialah orang yang harus menghidupkan lagi bisnis impian kakak nya tersebut karena hanya dia satu-satunya saudara Doni sedangkan kedua orang tua mereka telah tiada. Toni pun bertekad melanjutkan bisnis kakaknya itu dengan tambahan penjualan manusia. Sudah banyak ia menahan beberapa orang dari berbagai relasi bisnis gelapnya. Bahkan ia sudah membuka benerapa cabang klub malam untuk memperkerjakan beberapa tawanannya tersebut.
Memasuki kedalam bangunan tersebut, nampak beberapa ruangan terlihat seperti kamar, hanya ada satu pintu namun didalamnya terhubung dengan ruangan bawah tanah tempat ia melakukan transaksi gelapnya. Toni memasuki ruangan tersebut tak lupa orangnya membagikan nasi kotak kepada tawanannya. "makanlah nanti malam kalian harus bekerja keras" ujar anak buah Toni.
Merekapun hanya bisa pasrah dengan perlakuan tersebut. Walaupun sekuat tenaga mereka melarikan diri melewati ruang bawah tanah mereka tetap tidak bisa, pasalnya letak markas ini ada disebuah pelosok desa di dekat hutan. Memang diruang bawah tanah bisa menuju halaman belakang yang nampak luas namun siapa sangka di bagian barat adalah sungai yang sangat dalam, di sebelah timur adalah hutan belantara, di bagian utara adalah sebuah kandang gorila raksasa siapapun yang menuju kesana sama seperti menjemput maut nya sendiri, sementara disebelah selatan sebuah lab entah apa isinya.
"atur siasat kita serang kediaman Prayoga pasti Lastri berada disana, kita harus menculiknya menjadikan dia sandera. Barulah WP Group yang aku minta sebagai jaminan hahaha lihat saja kak semua itu milik mu maka harus aku miliki" ujar Toni, anak buah nya hanya mengangguk patuh.
"aku hampir saja lupa, siapkan dan pastikan kita untung banyak nanti malam. Bukankah sudah kalian beri makan?" tanya Toni
__ADS_1
"sudah bos, kami sudah memberi makan semua tawanan"
"bagus, Gus, Tom, kalian urus semuanya antar mereka ke klub. Dan kalian, Roy, Bagas, Rian kalian urus siasat penyerangan kita" titah Toni
"baik bos" ujar mereka serempak.
Tepat pukul enam sore, Revan dan Dafa telah berada di lokasi. Revan melihat sebuah mobil keluar dari markas. Ia pun meminta Remon untuk mengikuti kemana perginya mobil hitam tersebut. Sementara Papi Banu dan Paman Delon menyusup, mereka membawa beberapa anggota polisi yang menyamar.
...----------------...
__ADS_1
Hai haii author balik lagi🤗 mohon kritik dan sarannya para readers 🙏🏻