
Senja kembali menjelang terlihat gurat jingga disebelah barat pertanda sang surya hendak kembali ke peraduan. Indah memang untuk dipandang tapi tak memberi keabadian penikmat senja sekejap namun penuh pesona. Perlahan berlalu pergi tinggallah kegelapan hingga esok pagi tibalah waktu untuk bermimpi. (nyambung nggak sih para readers maaf authornya baru belajar hehe :v 😂)
Ditengah dinginnya malam tampak mama Kinan dan Revan di ruang tamu setelah makan malam usai Revan hendak kembali keruang kerja namun dicegah oleh sang mama. Andini sudah pamit sejak isya tadi sepertinya dia lelah banyak kejadian yang menguras tenaga dan pikirannya hari ini. Kembali pada Revan dan mama Kinan. Revan yang menyadari gelagat sang mama kemudian duduk kembali "mama kenapa apa terjadi sesuatu?" tanya nya.
"banyak hal tak terduga yang terjadi nak" jawabnya.
"cerita ma sama Revan" pintanya.
Mama Kinan pun menceritakan semuanya termasuk fakta yang terungkap bahwa sang menantu adalah anak seseorang yang mereka cari selama ini. Revan terkejut namun berusaha tenang menyimak cerita sang mama. "jadi apa yang harus kita lakukan ma" tanyanya lagi pada sang mama.
__ADS_1
"panggil Pak Arka nak dia kan pengacara keluarga kita mama yakin Pak Arka bisa menyelesaikan permasalahan keluarga Andin" perintahnya.
"baiklah besok Revan atur pertemuan sama Pak Arka mama tenang saja yaudah mama istirahat ya Revan mau keruang kerja dulu" pamitnya.
"kerja boleh tapi jangan sampe larut inget udah punya istri" pungkas mama Kinan kemudian naik ke kamar. Revan hanya mengangguk ia berlalu ke ruang kerja diperiksanya email kantor, tak lupa dia mengabari Dafa kalau besuk ia akan bertemu pak Arka sang pengacara.
***
Dengan panik ia turun ke dapur mencari Mbok Sumi untuk membuatkan teh hangat untuk sang istri. Ia lalu berlari ke kamar sang mama. Tok tok tok cklek. "Maa mama tolongin Revan ma" sang mama yang baru selesai mandi terkejut dengan kehadiran sang anak.
__ADS_1
"ada apa nak" tanyanya sambil mengeringkan rambut.
"anu ma Andin pingsan tadi waktu Revan bangun tau-tau Andin udah tergeletak di lantai Revan nggak tau Andin sakit apa tapi waktu Revan ngangkat Andin celananya ada bercak darah apa Andin pendarahan ya ma tapi kan Revan belum apa-apain Andin" terangnya
"duh gusti punya anak gobl*k banget (sambil tepuk jidat🤦♀️) kayaknya dulu mama kuliahin kamu sampai S2 terus yang kamu pelajarin apa"
"Revan kan belajar bisnis ma, duh mama apaan sih malah bahas Revan itu Andin nya gimana tolongin"
"Andin itu nggak pendarahan dia pasti menstruasi sono telpon Dokter Fika suruh kesini, kamu ke dapur cari Mbok Sumi surih beliin jamu kunir asem sana cepet" usirnya
__ADS_1
"ini apanya telpon dulu apa cari mbok dulu" bingungnya Revan
"dua-duanyaaaaaaaa Vaaaaaannnnn sana cepet mau mama timpuk pakek lotion mama" Revan berlari "yaampun gusti punya anak CEO gini banget ya kalau urusan perempuan dulu sekolahnya apa nggak pernah belajar ya masalah perempuan kasian banget sih nak pantes aja nggak laku-laku, untung pas Andin nubruk dia langsung dinikahin coba enggak bisa mati konyol aku pengin cucu nggak kesampean haduh untung deh ditabrak jadi punya mantu tinggal pikirin cara biar cepet punya cucu" monolognya