Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 22


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, kondisi Bintang sudah lebih baik namun ia harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Butuh waktu berbulan-bulan lagi untuk kesembuhannya. Segala perawatan dan biaya ditanggung perusahaan sebagai tanggung jawab karena termasuk kecelakaan kerja. Sementara Rika kini tengah mendekam dipenjara karena tuntutan keluarga Bintang, sang ayah Doni pun tidak bisa membantu sang anak karena dirinya juga tengah terjerat kasus penipuan terhadap keluarga Septian.


Setelah Berita skandal penipuan serta penggerebekan markas terlarang Doni pun tersebar luas di media sosial. Tak sedikit pihak yang melayangkan tuntutan ganti rugi kepada pihaknya hampir 80% kolega bisnisnya memutuskan kontrak kerja padanya. Kini ia harus berhadapan dengan Pak Arka sang pengacara legendaris yang tidak akan mungkin dirinya bisa mengelak dari kebenaran karena ia tak pernah berdusta. Sungguh ia harus rela menyerahkan hak waris harta Septian kepada Lastri dan anaknya.


Sidang telah digelar dengan segala bukti kecurangan yang dilaporkan oleh Pak Arka serta surat wasiat asli yang ada membuat Doni tak bisa berkutik lagi. Lastri pun hadir dalam persidangan. Akhirnya pengadilan memutuskan segala hak milik Septian dikembalikan atas nama Lastri, namun Doni masih memiliki bagiannya yang seharusnya 30% itu, Lastri tidak serakah ia mengajukan WP Group menjadi hak milik Doni karena telah mengelolanya namun pihak pengadilan menolak usulannya. Untuk sementara WP Group akan diambil alih oleh Dafa sampai urusan pengalihan hak milik yang seharusnya selesai.


Ratri menatap penuh kebencian pada Lastri karena berhasil mengambil alih harta yang dicolongnya.


"puas kamu mbak lihat keluargaku hancur, bahkan anakku saat ini mendekam dipenjara dan kamu mengambil harta yang aku punya" cecar Ratri padanya.


"saya tidak pernah mengambil apapun dari kamu, ini memang murni harta warisan untuk mas Tian seharusnya kamu bersyukur masih memiliki 30% dari seluruhnya dan suami kamu tidak saya jebloskan ke penjara" tegas Lastri


"sebaiknya sekarang kalian bersiaplah kalian se keluarga akan saya kirim ke negara A agar tidak mengganggu keluarga Ibu Lastri ingat setelah kepindahan kalian ini, kalau kalian masih berulah lagi saya akan jebloskan kalian ke penjara dan saya pastikan dengan hukuman seberat-beratnya" ujar Pak Arka.

__ADS_1


***


Sore harinya di Kediaman Revan


Hari ini setelah sidang selesai Lastri dan Angga diboyong ke rumah keluarga Revan sementara tinggal disana sampai proses kepemilikan beralih padanya, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jikalau seandainya Doni mengusik keluarga Lastri akhirnya Revan memutuskan untuk membawa kerumah nya, segalanya surat pengalihan nama akan diurus anak buah Revan.


"lega ya jeng akhirnya apa yang jadi milik jeng Lastri kembali lagi walaupun setelah sekian lama" ujar mama Kinan


"iya jeng alhamdulilah kalau tidak karena Revan pasti semua tidak akan kembali jeng" sahut Bu Lastri


Sementara Andini dan Revan tengah berada di kamar


"mas, besok mas Revan ada acara ngga?" tanya Andini

__ADS_1


"sepertinya besok free ngga ada meeting, memangnya ada apa sayang" tanyanya sontak membuat kedua pipi Andini bersemu merah


"isshhh mas Andini malu" ujarnya sambil menutup muka dengan kedua tangan


"kok malu sih kenapa sama suami sendiri juga, emang mau ajakin mas kemana sayang serius mas tanya" sahut Revan


"gausah sayang-sayangan bikin jantung aku naik turun ngga karuan mas" protes Andini


"uluuuhhh lucunya istri kecil mas sini mas peluk (sambil memeluk Andini, terdengar detak jantung keduanya berdegup kencang) enak kan dipeluk suami nanti malam mas bobo diranjang sama kamu ya pegel tau tidur disofa mulu apalagi punya istri mungil lucu begini sayang tau kalau dianggurin" goda Revan sambil mencium pucuk kepala Andini


"maaaassss jangan godain Andini mulu dong nih hadiah dari Andini" (sambil mencubit perut Revan)


"aduh sakit sayang awas kamu ya" mereka pun saling cubit mencubit menggelitik satu sama lain

__ADS_1


"aduh mas sakit tau" rintih Andini


Mama Kinan yang hendak mengetuk pintu, mengurungkan niatnya, "biarin deh biar cepet dapet cucu omg ngga sabar jadi Oma Kinan" monolognya lalu kembali ke lantai bawah


__ADS_2