Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 47


__ADS_3

Hari ini Andini telah diizinkan pulang oleh dokter namun masih harus kontrol satu minggu sekali. Nampak semua tengah menunggu kepulangan Andini di rumah karena memang kemarin semuanya sudah pulang hanya Revan saja yang menunggu di rumah sakit. "apakah kita bisa pulang sekarang mas?" tanya Andini pada Revan.


"sebentar nunggu dokter dulu ngecek keadaan kamu trus kita pulang sabar ya sekalian mas packing barang-barang kamu dulu" ujar Revan.


Tak lama berselang dokter datang memeriksa keadaan Andini. Setelah semua selesai kini akhirnya Andini dan Revan otw pulang ke rumah. Revan sendiri yang menyetir ia tidak menggunakan jasa pak sopir karena memang ingin menghabiskan waktu berdua dengan sang istri.


"mau beli sesuatu ngga sebelum pulang?“ tanya Revan kepada Andini


"ngga mas Andini ngga pengen apa-apa, mampir ke toko bunga aja mas Andini pengen njenguk anak kita" ujarnya sendu.


"oke nanti mampir ke toko bunga langganan mama aja ya" putus Revan sedangkan Andini hanya mengangguk.


Setibanya di toko bunga Andini turun didampingi Revan. "selamat siang tuan, nyonya mau bunga yang mana?" tanya pemilik toko bunga.


"pengen lily putih ya buk satu" pinta Andini

__ADS_1


"baik nyonya sebentar saya ambilkan" sang pemilik toko berlalu mengambilkan bunga yang dipilih Andini. Tak berselang sang pemilik toko keluar dengan membawa buket bunga lily. "ini nyonya bunganya" ujar sang pemilik toko.


Andini pun mengambil buket itu, "mas bayarin dong" pinta Andini kepada Revan. Revan pun mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke penjual bunga. "terimakasih buketnya buk kembaliannya ambil aja kami permisi" ujar Revan sambil menyerahkan uang.


"terimakasih tuan semoga dilancarkan segala urusannya, kalian pengantin baru ya? Semoga lekas diberi momongan" tanyanya.


"istri saya baru saja keguguran bu kami kemari membeli buket ini untuk ziarah anak kami" jawab Revan.


"astagfirullah maaf tuan, nyonya saya tidak bermaksud mengingatkan" ujar pemilik toko tak enak hati


"iya nyonya, Nyonya jangan berkecil hati anak tuan dan nyonya sekarang sudah bahagia di SurgaNya insyaallah dia dijaga oleh para nabi disana" nasihat ibu pemilik toko


"aamiin, kalau begitu kami permisi ya bu assalamualaikum" pamit Andini kepada sang pemilik toko.


"silahkan nyonya waalaikumsalam"

__ADS_1


**


Kini Revan dan Andini telah sampai dirumah. Banyak yang menyambut kedatangannya termasuk Dev dan ketiga teman Andini, tak ketinggalan Angga dan Ibu Lastri, Mama Kinan yang paling antusias, tak lupa Dewi dan Dafa juga hadir disana. "kejutaaaaannnnnn selamat datang kembali ke rumah Nyonya Andini Pertiwi Prayoga" ucap semuanya kemudian meletuskan balon-balon. "kalian sengaja buat ini semua?" ujar Andini berkaca-kaca terharu akan ketulusan semuanya yang begitu menyayangi nya.


"iya dong" kompak semuanya.


"pumpung lagi kumpul sekalian makan siang dulu yuuukkk mama sama ibu udah siapin macem-macem makanan yuk keruang makan" ajak mama Kinan kepada semuanya yang hadir disana. Mereka pun menuju ruang makan dilihatnya berbagai macam hidangan telah tersaji diatas meja. "ayo dimakan jangan sungkan anggap aja ini syukuran karena Andini udah pulih" ujar mama Kinan.


"siyap Nyonya Kinan" sahut ketiga teman Andini. Mereka pun makan bersama dengan sukacita Andini juga menikmati makannya lama sekali rasanya tidak merasakan masakan rumah tiap hari hanya makanan rumah sakit berbau obat.


"Nak kamu makannya yang banyak ya kangen ya masakan rumah" ujar bu Lastri


"iya bu pahit tiap hari makan masakan rumah sakit enakan juga masakan ibu sama mama pokoknya kalian berdua koki terhebat didunia" ujar Andini sambil mengacungkan dua jempolnya


"janji ngga boleh sakit lagi ya Andini harus kuat kita semua sayang sama kamu" ujar mama Kinan yang dibalas anggukan oleh Andini

__ADS_1


__ADS_2