Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bav 68


__ADS_3

"hei cewek sialan urusan kita belum selesai" teriak Monik


Andini tak mempedulikan teriakan Monik yang menurut nya tak berfaedah itu. Andini menatap Dev dan Ara yang kelihatan bingung.


"Mba, Ra, jangan dipikirin ya omongan cewek tadi, gue ngga ada masalah apa-apa sama dia, cuma beberapa hari ini Rendi sering nyamperin gue . Mungkin tuh cewek suka kali sama Rendi. Lagian kalau dipikir-pikir juga mana mungkin gue deketin laki-laki padahal jelas-jelas gue udah punya suami dan punya segalanya. Apa untungnya coba kalau gue deketin laki lain secara mas Revan aja memiliki segalanya dan dia tulus mencintai gue, yang ada mas Revan diambil orang gue yang nangis "ujar Andini.


Deeegggg.


Tak disadari Rendi mendengar ucapan Andini, kebetulan Rendi melewati mereka. Rendi pun menoleh.


"jadi lo udah nikah?" tanya Rendi sontak membuat ketiganya terkejut


"dasar cowok sialan lo nguping ya, tampang aja ganteng ternyata hati lo ngga seganteng tampang lo yang suka nguping urusan orang" ujar Ara


"gue ngga ada urusan sama lo sebaiknya lo diem" ujar Rendi


"dasar gila lo, udah tau salah malah marah-marah ngga jelas sana lo pergi" usir Ara


"Ra ngga boleh gitu sama orang ngga baik" nasihat Andini

__ADS_1


"tuh dengerin apa kata Andini.


Ndin maafin gue ya, sebenernya gue tertarik sama lo dan gue beneran ngga tau kalau lo udah nikah, maafin gue kalau belakangan ini udah berusaha ngedeketin lo dan mungkin itu membuat lo risih. Sekali lagi gue minta maaf ya. Lo mau kan maafin gue dan kita berteman? "ujar Rendi


"apa berteman? Ogah kali berteman sama lo dasar cowok kepo urusan orang" ujar Ara


"gue ngga bicara sama lo ya" sulut Rendi


"udah-udah bertengkar mulu dari tadi gue doian kalian berjodoh" ujar Andini


"aamiin" sahut Dev akhirnya setelah sekian lama ia terdiam menjadi penonton


"siapa juga yang mau sama cewek kaya lo najis gue" ujar Rendi


Sementara Andini ngacir ke kelas karena melihat dosen dari arah samping meninggalkan mereka berdua yang sedang ribut. Hingga akhirnya


"Arantika , Rendika Atmaja kalian saya tunggu di ruangan saya sekarang juga" ujar Pak Robert dosen ilmu obat seketika menghentikan perdebatan mereka


"ba..ba..baik pak" ujar keduanya serentak

__ADS_1


Dengan langkah gontai mereka menuju ruangan Pak Robert. *dasar cowok sialan awas aja lo gara-gara lo gue dipanggil dosen*batin Ara


*dasar cewek ga ada akhlak gara-gara gue ladenin lo gue harus menghadap dosen, awas aja lo* batin Rendi


Kini keduanya telah sampai diruangan pak Robert. Ara sedikit gemetar pasalnya ini pertama kalinya ia dipanggil dosen. *ya tuhan semoga gue ngga di skors*batin Ara


"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" akhirnya pak Robert membuka suara


"tidak pak" ujar Rendi


"tau pak" ujar Ara


"baiklah karena kalian terus berdebat di mata kuliah saya dan tidak masuk ke kelas saya akan menghukum kalian, silahkan kalian ambil peralatan kebersihan di pojokan sana" ujar pak Robert sambil menunjuk kearah pojokan


"baik" ujar keduanya. Mereka pun mengambilnya.


"sekarang tugas kalian membersihkan seluruh area kamar mandi di kampus ini jangan sampai ada yang terlewat. Saya rasa itu hukuman yang sangat mudah untuk kalian. Kalian paham?" tanya pak Robert


"paham pak" ujar keduanya

__ADS_1


"baiklah kalian bisa melakukan nya sekarang" titah pak Robert kemudian meninggalkan mereka berdua karena pak Robert harus mengajar


__ADS_2