
Sementara dibelahan bumi yang lain nampak sepasang suami istri tengah kebingungan bagaimana bisa sehari ini banyak kolega bisnis yang menarik kembali kerjasama nya. Sementara sang anak entah kemana sudah tiga hari tiada kabar tak pulang ke rumah. Sedangkan sang adik kelimpungan mencari sang kakak.
"bagaimana mungkin ini bisa terjadi dimana Rania saat ini bahkan Renata sudah mencari ke seluruh tempat temannya bahkan hotel yang biasa dia booking tapi tak ada satupun yang mengetahuinya" ujar Papa Rania kepada sang istri.
"mama juga ngga ngerti pa, apalagi kita selama ini kita selalu tutup rapat perihal bisnis gelap uang tutup mulut juga selalu masuk kerekening pengelola tapi ini bagaimana mungkin ada kebocoran data hingga berimbas kepada penyegelan klub kita" ujar Mama Rania
"entahlah ma jangan-jangan ada yang pura-pura menjadi pelanggan klub trus mencari cari transaksi bisnis gelap kita" jawab papa Rania
"terus bagaimana pa? Klub sudah disegel sedangkan perusahaan kecil kita banyak yang membatalkan kerja sama apa yang harus kita lakukan?" tanya mama Rania
"jalan satu-satunya kita harus minta bantuan kepada juragan Ramli tapi jaminannya putri kita" ujar papa Rania.
"apa tidak ada jalan lain pa?" tanyanya lagi
"tidak ada ma, palingan juga kita harus menjual rumah ini" ujar papa Rania
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan orang yang dicari-cari tengah terbaring merasakan sakit karena Beary telah menyuntikkan senyawa seperti racun kedalam tubuhnya yang membuatnya terus merintih kesakitan. "lihatlah dek sepertinya dia sudah merasakan sakitnya" ujar Diego pada Beary "apa tidak sebaiknya kamu menghubungi tuan Revan sekarang saja kakak takutnya dia mati disini" sambungnya lagi.
"baiklah kak aku telepon Daddy dulu" ujar Beary
Tuuuuutttt..
"halo Daddy apakah Mommy sudah baikan"
(...)
(...)
"baiklah Dad, salam buat Mommy ya" kemudian telepon terputus.
...----------------...
Rumah Sakit Prayoga
__ADS_1
Andini telah sadar dari komanya namun masih sangat lemas. Ibu dan mama masih siaga menunggunya tak terkecuali Revan yang selalu mendampinginya bahkan urusan pekerjaan semuanya ia serahkan kepada Dafa. Tak lama kemudian keluarga Dewi datang, tak lupa Dafa ikut serta karena ini hari minggu tidak ada kesibukan diantara mereka. "assalamualaikum nyonya, tuan muda" sapa papa Surya.
"waalaikumsalam mari masuk calon besan, maaf merepotkan, oh iya ini Jeng Lastri mertuanya Revan" ujar mama Kinan mempersilahkan. "kenalin jeng Lastri mereka calon mertua Dafa dan yang cantik itu calon istrinya Dafa namanya Dewi" ujar mama Kinan memperkenalkan kepada bu Lastri.
"saya Dewi bu" ujar Dewi menyalami bu Lastri. Kemudian mama dan papa Dewi juga saling bersalaman memperkenalkan diri kepada bu Lastri.
"ngomong-omong sepertinya saya familiar dengan Nyonya Lastri tapi pernah ketemu dimana saya lupa" ujar Papa Surya sambil mengingat ingat.
"mungkin dulu tuan rekan bisnis mendiang suami saya Septian" ujar ibu Lastri
"oh astaga jadi Nyonya Istri almarhum tuan Septian? Pantas saja saya merasa pernah bertemu" ujarnya kemudian bu Lastri hanya mengangguk. "Nyonya Kinan, tuan muda Revan, Nyonya Lastri kebetulan disini saya ingin membahas pernikahan anak-anak, karena waktunya dua hari lagi sedangkan keluarga Nyonya baru mendapat musibah bagaimana kalau pernikahannya diundur saja sampai nona muda pulih dahulu?" ujar papa Surya kepada semuanya.
"iya Nyonya kami tidak masalah begitupun Dewi dan Dafa iya kan nak" ujar ibu Asri yang diangguki oleh Dafa dan Dewi.
"maafin anak saya Tuan dan Nyonya karena anak saya pernikahan nak Dewi dan Dafa menjadi diundur" ujar Bu Lastri tak enak hati
"Nyonya omong apa ini semua musibah tidak ada yang menginginkan semua ini termasuk Nyonya sendiri" ujar ibu Asri sambil memeluk bu Lastri
__ADS_1