
"bukankah itu kesalahanmu sendiri, jangan bermain api jika kau tak ingin terbakar. Kalau kau tidak mengusik ketenangan keluargaku maka ayahku pun tak sudi mengotori tangannya hanya demi sampah sepertimu itu cih" papi Banu meludah. "sekarang apa maumu katakan" tanya papi Banu
""aku ingin harta kekayaan Utomo juga istrimu kau harus mati lalu aku akan menikahinya hahaha kau sudah menyembunyikan Kinan dariku sebelum aku menjadikannya pelayan dirumahku" ujar Arya
"dasar brengsek berani kau menyebakku dengan nama kakak Kinan. langkahi dulu mayat ku tak akan ku biarkan kau mengambil apa yang aku miliki" ujar papi Banu geram.
"aku tau kelemahan mu ada pada Kinan, hanya dengan itu maka kau akan menampakkan dirimu hahaha" ujar Arya terbahak
"dasar brengsek" bugh bugh bugh
Pertengkaran pun tak terelakkan lagi.
Mereka saling memukul bahkan menggunakan senjata tajam. Tak sedikit goresan di badan papi Banu menbuatnya sedikit kehilangan tenaga. "harusnya Delon sudah datang" batinnya.
"apa yang kau pikirkan? Kau pikir adik sialanmu itu akan datang hahaha kau bermimpi nikmatilah hari terakhir mu relakan istrimu untukku ucapkan selamat tinggal padanya hahaha hartamu akan ku miliki"
"sampai aku mati pun aku tak rela" ujar papi Banu
Dooooorrrrr doooooooorrrrrr..
__ADS_1
Mereka saling tembak menembak, anak buah papi mendengar mereka mencoba masuk namun Arya telah menyiapkan penjaga agar tidak ada satupun yang bisa menyelamatkan Banu. Sedangkan Delon terjebak dijalanan karena rencana Arya sangat matang, anak buah Arya membuntuti Delon menggiringnya ke jalan yang sepi kemudian menghajarnya. Walaupun anak buah Arya tak sebanding dengan Delon namun tetap saja menghambat perjalanan Delon yang masih setengahnya.
"tunggu aku kak, ku mohon" ujar Delon, "ya tuhan lindungilah kakakku"
Delon melajukan mobilnya menuju gedung xx.
**
Praaaaangggggg
Foto pernikahan mami Latifa dan Papi Banu terjatuh. Padahal tiada angin tiada yang menyentuhnya.
"tidak ada pesan nyonya, sebaiknya nyonya kedalam saya akan menyusul tuan"
"aku ikut"
"tidak nyonya, Nyonya dirumah saja saya takut tuan marah dan memecat saya karena membiarkan nyonya ikut, Nyonya kembalilah ke dalam, saya yang akan menyusul tuan, disini masih ada Rey, Gio, Leo yang akan menjaga nyonya, doakan tuan pulang dengan selamat saya permisi " pamit kepala penjaga
**
__ADS_1
Papi Banu sudah kewalahan wajahnya sudah babak belur terkena tonjokan lengannya berdarah Arya berhasil meloloskan satu peluru ke lengannya nyeri panas mendera tubuhnya. Arya terus membabi buta menghajarnya darah segar terus mengalir bahkan kakinya robek tersayat pisau oleh Arya. "bersiaplah untuk mati" ujar Arya menodongkan pistol ke kepala papi Banu "berdoalah, ucapkan selamat tinggal untuk istri mu itu" ujarnya seraya menarik pelatuk pistol dooooorrrrr...
"Latifaaaaaa maafkan akuu" batinnya. Bugh papi Banu jatuh tersungkur Arya menginjaknya. "hahaha semudah ini membunuhmu" tawa Arya
Dubraaaakkkkk..
Delon telah datang dengan membawa pihak kepolisian "tangkap dia pak". "kakaaaakkkk bertahanlah ku mohon maafkan aku datang terlambat"
"kakakmu pasti mati hahaha" ujar Arya sambil memberontak karena diborgol
"beraninya kauuu.. Harusnya kau yang mati akan kupastikan kau membusuk dipenjara" ujar Delon lalu membopong papi Banu membawanya menuju rumah sakit. Darah terus mengalir dari tubuh papi Banu. Papi Banu ia baringkan di kursi belakang Delon mengemudi.
"bertahanlah kak aku mohon".
Keadaan papi Banu sangat mengenaskan
"la..tii...faaa... maaa..afff...kan aa...ku" lirihnya.
Delon mengemudi ugal-ugalan tak peduli omelan dan klakson dari beberapa pengguna jalan yang ia salip yang paling penting kakaknya harus segera tertolong
__ADS_1