Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 21


__ADS_3

Rumah Sakit Prayoga


Pak Dwi dan beberapa karyawan tiba di Rumah sakit, ia lantas memanggil perawat untuk membawa 2 brankar segera mereka membawa kedua korban menuju IGD. Kemudian Pak Dwi menelepon pihak HRD


"hallo Bu Nadia bisa hubungi keluarga korban? Bu Nadia menyimpan arsip data keduanya kan"


(....)


"baik terima kasih bu"


Sambungan pun terputus,


"sebaiknya kalian kembali ke Perusahaan biar saya disini menunggu keluarga mereka" titah Pak Dwi pada karyawan yang membantunya tadi


"baik pak kami permisi" ujar kelima karyawan, namun tidak dengan Nina sang rambut sebahu ia terus menangis diruang tunggu.


"sa..saaya nunggu disini ya pak saya mohon Bintang masuk sini karena nolongin saya pak saya mohon" ujarnya sambil terus menangis


"baiklah terserah kamu" putusnya.

__ADS_1


20 menit berlalu namun dokter belum ada tanda-tanya keluar dari ruang IGD. Sementara dari kejauhan 2 pasang orang tua sedang berlari mendekati ruang IGD, ya keluarga Rika dan Bintang telah datang.


"sebenarnya apa yang terjadi pak sampai bisa masuk rumah sakit begini" tanya Ibu Bintang pada Pak Dwi. Pak Dwi pun menceritakan awal mula kejadian perkara dimana mereka adu mulut bertengkar hingga tragedi tabrakan yang menimpa tersangka. Ibu Bintang syok terduduk lemas disamping Nina


"tante.. tante maafin Nina ya Bintang jadi begini gara-gara nolongin Nina" sesal Nina sambil menangis


"tidak Nin ini yang salah anak mereka (sambil menunjuk-nunjuk orang tua Rika) pokoknya saya ngga terima anak saya begini kalian akan saya tuntut" ujarnya sambil menahan sesak didada


"tuntut aja saya ngga takut suami saya pengacara kok silahkan lakukan" sahut Ratri dengan sombongnya.


"sombong sekali kamu ya lihat aja siapa yang akan menang"


"saya ibunya Bintang dok"


"saya ibunya Rika"


"begini ibu-ibu, benturan yang dialami Bintang tidak terlalu keras tapi tetap saja resiko pasti ada, kemungkinan besar Bintang akan mengalami amnesia ringan tapi tenang dulu bu kondisi ini bisa disembuhkan perlahan dengan tidak memaksa korban mengingat terlalu dalam, sedangkan Rika karena tabrakan dengan jarak yang sangat dekat mobil dengan kecepatan tinggi membuat Rika saat ini mengalami koma dan luka dibeberapa bagian wajah membuatnya harus melakukan tindakan operasi secepatnya " jelas Dokter kemudian berlalu.


***

__ADS_1


Sementara di WP group


Setelah kembali dari rumah sakit Doni nampak uring-uringan bagaimana bisa skandal kelicikan nya terbongkar, bahkan hampir separuh kolega bisnisnya membatalkan kerja sama pada perusahaannya. Baru saja gugatan dari pengadilan tentang pemalsuan dan penipuan harta Septian datang ke kantornya. Sedangkan bisnis gelapnya, dia juga mendapat kabar bahwa ada beberapa aparat tengah menggerebek markasnya.


Belum lagi masalah anaknya yang membuat kepala nya semakin pening. "aaaaaaa" teriaknya sambil melempar barang-barang dihadapannya. Beberapa karyawan yang mendengar segera merapatkan barisan Ke depan ruangannya. Dengan amarah Doni menegur


"apa kalian ngga ada kerjaan atau mau saya pecat pergi dari ruangan saya sekarang juga" ujarnya.


Setelah segerombolan karyawan pergi Doni kemudian berlalu menuju ruang bawah tanah. Diceknya ke dalam gudang tempat ia menyimpan berkas wasiat dicarinya namun nihil "sial bagaimana bisa kecolongan seperti ini siapa yang berhianat disini"


***


Beralih ke Perusahaan Prayoga Group


Dafa dan Revan sedang berada diruang presdir. Setelah mendapat kabar dari Pak Arka perihal kehancuran Doni Revan tersenyum akhirnya usaha sang Papi membuahkan hasil. Tok tok cklek. Ardila datang dengan kepala HRD.


"Maaf mengganggu waktunya Pak Revan dan Pak Dafa. Tapi sepertinya kegaduhan yang dibuat oleh Rika berujung panjang. Korban mengalami amnesia ringan sedang pelaku saat ini koma. Bagaimana ini pak" tanya kepala HRD


"berikan perawatan terbaik untuk korban sampai dia sembuh diRS Prayoga serta berikan sedikit santunan untuk keluarga korban, sedangkan pelaku nanti saya dan Pak Revan yang akan mengurusnya" pungkas Dafa.

__ADS_1


"baik pak kalau begitu kami permisi"


__ADS_2