Istri Kecil Sang Duda

Istri Kecil Sang Duda
Bab 29


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu. Kini tiba waktunya Andini masuk kuliah. Bu Lastri dan Angga telah kembali ke rumah besar yang telah selesai diurus kepemilikannya oleh Dafa. Dengan flat shoes, celana baggy jeans, blouse senada, serta sling bag dibahunya memberi kesan simpel tapi tak mengurangi kesopanan. Tambah sedikit polesan lipstik dan bedak tidak berlebihan memberikan kesan natural diwajah.


"pasangin dasi dong yang udah napa dandan mulu kalau gitu mending ngga usah kuliah kita dirumah aja" ujar Revan sambil mendekat untuk dipasangkan dasi.


"kok dirumah aja emang mas ngga kerja?" tanyanya pada sang suami.


"ya kalau kamu dandannya cantik-cantik daripada diumbar untuk umum mending mas aja yang nikmatin seharian dikamar" terang Revan yang membuat pipi Andini bersemu merah. Sontak Andini mencubit perut sang suami "aduuh sakit tau yang" rintihnya


"makanya ngga usah gombal jadi orang emang yang semalem kurang" protes Andini


"kalau dikasih yang enak-enak mana ada puasnya yang ada makin ketagihan" ujarnya lagi

__ADS_1


"tau ah mas mau anterin ngga nih kalau ngga Andini minta dianter Pak Bejo aja deh mas nglantur gini omongannya" putus Andini kemudian turun meninggalkan Revan yang tengah mengomel di belakang.


...****************...


Sementara Dafa telah rapi dengan setelan jas nya dengan buru-buru mengambil dua potong sandwich di meja. Mama yang melihat dari belakang menghampiri "kenapa buru-buru banget kelihatannya masih pagi juga" tegur mama.


"iya ma Dafa udah telat belum lagi jemput Dewi bang Revan udah jalan ya?" tanyanya.


"oh yaudah ma Dafa berangkat ya, nanti malem kayaknya Dafa balik ke apartemen ada janji sama temen-temen" pungkasnya sambil mencium tangan mama Kinan..


"inget udah mau nikah jangan yang aneh-aneh ngga usah main ke klub, yaudah sana berangkat kasihan Dewi nungguin" ujar mama kemudian mengantar sampai depan rumah hingga mobil berlalu. Tampak mama melihat kepergian Dafa dengan wajah berkaca-kaca "lihatlah dek anak kamu sekarang udah mapan dia udah mau nikah kamu yang tenang ya dek, bentar lagi mba wujudkan permintaan terakhir kamu" ujar mama dalam hati mengingat mendiang adiknya yang telah tiada.

__ADS_1


Mama kemudian melangkah ke kamar berganti pakaian serba putih tak lupa ia membawa tas hermes kesukaannya. "Pak Bejo bisa anterin saya ke pemakaman sekarang?" tanyanya sekaligus memberi perintah kepada sang supir..


"bisa Nya mari saya antar" ujarnya sopan kemudian membukakan pintu untuk sang majikan.


Mobil berlalu membelah jalanan ibu kota yang lumayan padat penduduk. Banyak kendaraan lalu lalang yang membuat polusi kian maraknya. "mampir ke toko bunga Rahayu seperti biasa ya pak bentar" perintahnya lagi kepada Pak Bejo.


"baik Nya" mobil terus melaju tiba di perempatan jalan Pak Bejo menghentikan laju mobilnya tepat didepan toko bunga langganan sang majikan.


Sang Majikan pun turun kemudian masuk ke toko disambut senyuman hangat sang pemilik toko. "selamat datang nyonya" sapanya.


"seperti biasa ya mbak ini uang nya" ujar mama Kinan sambil memberikan beberapa lembar seratus ribuan,

__ADS_1


kemudian sang pemilik toko mengambil lima buket kecil bunga Anyelir putih serta sekantung bunga mawar tabur. "mari nyonya saya antarkan ke mobil" ujarnya, mama pun mengangguk kemudian sang pemilik toko mengekor membawakan bunga itu sampai dimobil.


__ADS_2