
Dengan langkah seribu Toni menuju ruangan bawah tanah, saat melewati kamar dilihatnya kamar itu sudah kosong. "sial aku kecolongan" umpatnya. Ia kemudian berlari menuju bilik bawah tanah. Terdapat dua orang berpakaian serba hitam nampak memunggunginya.
"siapa kau?" Tanyanya
"hai apa kabar Toni?" jawabnya
"kkk...kaa...kkaaaauuu..." ujar Toni terbata-bata
"tenang lah bro, senang bertemu denganmu lagi"
"bbbb..baa...ba..nuuu ttt..ernyaa..ta kau ma..sih hi..dup"
"ya, kau benar Tuhan memberikan umur yang panjang untukku sehingga kita bisa bertemu lagi. Oh iya kau pasti lebih terkejut melihat seseorang disamping ku ini. Berbaliklah dek" ujarnya
Delon pun berbalik
"dddd...del..dee..loon.. Bbb..buu..kan..kah kau telah mati pada pertarungan itu? Bahkan aku sendiri yang membakar mayatmu" ujar Toni
"hahaha kau masih ingat rupanya. Dasar bodoh tentu saja aku masih hidup, asal kau tau mayat yang kau bakar itu bukanlah aku, kau salah membakar orang hahaha"
"bagaimana bisa jelas-jelas di peti itu wajahmu"
__ADS_1
"kau memang bodoh Toni, apakah kau lupa kalau aku mafia ElangHitam tentu saja tidak mungkin petinggi mafia mati sia-sia, sekarang bersiaplah menjemput ajalmu buuughhh" Delon melayangkan satu pukulan diwajah Toni. Seketika keluar darah segar di sudut bibirnya.
Bugh bugh bugh
"Kejahatan apalagi yang akan kau perbuat hah, aku sudah cukup baik dengan melepaskan mu, ku pikir itu bisa membuatmu berubah ternyata tidak. Bahkan sekarang kau berani mengganggu kedamaian keponakanku aaaarrrgggghhh" ujar paman Delon sambil mencengkeram bahu Toni
"asal kau tau aku hanya membalaskan dendam kakakku yang dipenjarakan oleh keponakan mu itu" ujar Toni membela diri
"dasar penjilat, keponakan ku hanya mengambil yang seharusnya menjadi milik mertua nya, bahkan Nyonya Lastri masih berbaik hati memberikan 30% perusahaan itu kepada kakakmu dan istrinya. Salah kakakmu sendiri berulah lagi hingga akhirnya ia dipenjara padahal nyonya Lastri telah berbaik hati melepaskan mereka walaupun diasingkan ke negara A" terang paman Delon
"itu tidak adil, sejak dulu kakakku yang mengembangkan dan mengelola perusahaan itu bahkan kakakku yang memiliki 70% saham perusahaan tersebut" bela Toni
Buuughhhh
"apa kau lupa hah. Doni lah yang serakah. Sadarlah pumpung masih ada waktu ku minta bertobatlah, dendammu ini salah, seharusnya kau sadar diri. Mereka masih berbaik hati memberi sebagian sahamnya kepada Doni walaupun Doni telah membuat wasiat palsu dan membuat keluarga tuan Septian menderita"
Degg
"jjj..jaa..diii 70% kepemilikan saham itu yang benar adalah milik Lastri? Kenapa aku tidak mengetahui nya"
"kau memang bodoh. Sekarang mendekamlah dipenjara. Pak polisi bawa pria ini saya sudah muak melihat wajahnya" ujar papi Banu
__ADS_1
"baik tuan"
"kalian tidak bisa membawaku apa buktinya" elak Toni
"kau benar-benar bodoh Toni, semua bukti sudah aku amankan termasuk binatang negara yang kau sandera itu. Penjualan senjata ilegalmu, bahkan penjualan manusia di klub terkutukmu itu sudah aku ketahui".ujar papi Banu yang sejak tadi hanya jadi penonton
Deeggggg
Wajah Toni pucat pasi.
"menyerahlah Ton, bertobatlah selama kau berada dipenjara. Tinggalkan dunia hitam mu itu. Lepaskan dendam mu pada keluarga Septian mereka tidak bersalah, justru mereka adalah korban keserakahan kakakmu itu" terang papi Banu lagi
"maafkan aku Banu, Delon, terima kasih telah menyadarkan aku"
"ku harap dengan kejadian ini kau bisa berpikir jernih dan bisa menjadi pribadi yang baik" ujar papi Banu
"bawa dia pak, jeratlah dengan hukum undang-undang yang berlaku di negara kita" ujar pamab Delon
"baiklah kami permisi terimakasih kerjasama nya" ujar kepala Intel
...----------------...
__ADS_1
Terimakasih yang masih setia menunggu update dari author. Jangan lupa like, komen, dan vote nya🙏🏻🤗 kiss jauh dari author 😘