
Seperginya mereka dari tempat Reza tampak rona kesedihan diwajah Andin, Revan yang melihat nya kemudian membelokkan mobilnya disebuah restoran disamping mall dengan harapan bisa mengurangi kesedihan Andini. "ayo turun kita makan siang dulu" Andini hanya mengangguk. Mereka kemudian turun disambut dengan hormat kepala restoran "selamat siang tuan ada yang bisa kami bantu"
"siapkan makan siang dengan menu favorit saya di private room dan kenalkan ini nyonya baru kalian, kalian harus menjaga dan menghormati nya seperti kalian menghormati saya"
"baik tuan silahkan tunggu di private room kami akan mengantar kesana"
Kepala restoran berlalu ia memerintahkan koki restoran untuk menyiapkan pesanan sang tuan. Ditempat lain Revan dan Andini terlihat canggung karena ini pertama kalinya bagi Andini tak berselang lama pesanan pun datang. "ini pesanannya tuan kalau ada tambahan bisa panggil saya"
"baik terima kasih kamu bisa kembali" Andini melihat menu didepannya seketika membuat rasa canggungnya hilang seakan tak peduli anggapan Revan Andini menyendokkan nasi dengan chicken katsu ditambah sambal matah makin menggugah seleranya disampingnya terdapat irisan timun, selada dipiring lain masih ada gurame bakar dan tumis pokcoy. "maafin ya pak tapi saya beneran laper dari tadi belum makan"
"iya kalau mau nambah juga boleh jangan sungkan yaudah lanjut makan nanti ngobrolnya dimobil aja" Andini pun mengangguk melanjutkan makannya. Tak butuh waktu lama 15 menit berlalu menu didepannya telah tandas. Selesai makan dan membayar Revan kemudian mengajak Andini ke mall disebelah ke toko emas karena saat ijab kabul tidak ada cincin yang tersemat di jari Andini. "mmmm.. pak ngapain kesini kita langsung ke rumah bapak aja ya Andin malu ntar dikira cewek matre pak"
"mau beli cincin buat tanda nikah maaf cuma bisa kasih mahar uang sekarang saya beliin cincin juga biar mama tau kalau saya beneran udah nikah sama kamu"
__ADS_1
"tapi ini berlebihan pak nggak pakek cincin juga saya udah jadi istri bapak"
"bener kamu udah nerima saya jadi suami kamu kalau gitu kamu harus nurut sama saya ayo pilih cincinnya yang model apa"
"mmm.. bapak aja deh yang pilih tapi jangan yang mahal ya saya ngga mau nanti uang bapak habis sama saya" Revan pun menurut, memilih model cincin yang biasa dengan dua permata kecil ditengahnya "mbak ini sepasang ya dibungkus" sambil menyerahkan kartu kredit "baik pak ini cincinnya terimakasih" selepasnya Revan mengajak ke toko pakaian masih sama Andini enggan mengambil baju dengan berbagai alasan Revan pun memanggil pelayan untuk memilih 3 buah dress seukuran tubuh Andini selesai urusan baju mereka ke toko sepatu mata Andini berbinar melihat sepatu pantofel dengan hak 3cm. Revan yang menyadari langsung mengambilnya "dicoba aja jangan sungkan" dengan malu malu Andini mencoba pantofel itu dan sesuai ekspektasinya ukurannya pas "kita ambil ini ya cocok banget di kaki kamu ga usah liat harganya ayo ikut kita beli tas sekalian kamu kuliah"
"nggak usah pak saya nggak mau beli tas, kalau bapak maksa saya buat ambil tas sepatunya nggak jadi aja deh"
Mereka pun berlalu meninggalkan mall menuju kediaman Revan. Hening sepanjang jalan kenangan mereka hanya diam memandang daun dan rumput yang bergoyang. Tak berselang lama mereka pun tiba disebuah bagunan mewah dengan lantai 2 terpampang nyata didepannya terkesan mewah namun minimalis. Satpam pun membuka gerbang kemudian keduanya turun dari dalam mobil. "assalamualaikum maa Revan bawa menantu buat mama.. maaaa... mamaaaaaaa...."
"aduh nak ini rumah bukan hutan" protes Kinan sang mama "ets bawa kembang desa dari mana nih kamu culik dia?" seloroh Kinan. "nggak maa dia istri revan tadi pagi kita menikah karena ada kesalahpahaman"
"serius kalian udah nikah, ngomong-ngomong mama kayaknya familiar sama wajah kamu nak coba sini siapa nama kamu"
__ADS_1
"saya Andin tante"
"jangan panggil tante dong panggil mama oke bukannya kamu yang nolongin mama pas dicopet waktu itu ya" tebak Kinan
"mmmm.. iya tan.. eh ma maaf ya ma Andin belum sempat kesini waktu mama kasih tawaran kerja diperusahaan anak mama eh taunya Andin buat kesalahan sama anak mama jadi istri dadakannya pak Revan"
"kok panggilnya pak terus sih panggil mas dong Ndin saya kan suami kamu bukan bapak kamu" sahut Revan kemudian berlalu ke kamar
"iya nak kamu nggak usah sungkan mama merestui kalian semoga kalian bahagia dan mama dapet cucu dari kamu" blush membuat pipi Andini bersemu merah pasalnya dekat aja belum kenal juga baru sehari ni emak emak udah minta cucu aja🤦♀️
***
Malam menjelang suasana hangat tampak dikeluarga Revan makin lengkap karena sekarang dia punya seorang istri ya walaupun usia mereka terpaut 10tahun tak membuat sang mama memisahkannya melainkan sangat sangat mendukung bagaimanapun dia sangat bahagia karena sang anak duda akhirnya laku juga
__ADS_1