
Meeting telah selesai kini Revan menuju ruangan dimana Andini dan Dewi berada. "kelihatannya kalian serius sekali apa yang kalian bicarakan" tanya Revan membuat Andini dan Dewi terkejut.
"loh mas kapan balik ngagetin aja" ujar Andini
"tadi mas udah ketok pintu tapi kamu ngga dengar kayaknya lagi serius banget" terang Revan. "makan siang diluar yuk, ayo Wi sekalian paling Dafa udah standby di mobil" ajaknya kemudian.
Mereka pun keluar kantor menuju restoran, nampak Dafa sudah berada di balik kemudi, Dewi naik di depan sedangkan Revan dan Andini duduk dibelakang. "ke restoran biasanya ya pak" ujar Revan kepada Dafa sambil tersenyum mengejek
"sialan dasar abang ga ada akhlak, baik tuan jangan lupa gajinya lipat lima ya nggausah pakai bintang lima gajinya aja yang lipat lima hahaha" jawab Dafa seketika mengundang gelak tawa Dewi dan Andini. Sedangkan Revan jangan gita mukanya merah menahan kesal.
"dasar adek durhaka maunya lipat-lipat mulu mau lo gue lipatin gaji lo?" tanya Revan.
"ya mau lah emang gue gobl*k ngga mau bonus" ujar Dafa
__ADS_1
"oke nanti gue transfer tapi rubicon +tiket bulan madunya gue cancel" sahut Revan membuat Dafa mendengus.
"mas jangan gitu dong kasihan Dafanya, mas ngga inget mas ngga kerja udah berapa hari? Coba itung dari Andini kecelakaan sampai hari ini semua kan yang ngerjain Dafa mas nunggu Andini doang kan? Trus gara-gara Andini mereka menunda pernikahan udah kasih aja kenapa sih mas ngamal mas buat anak kita biar dia tenang disana ya kasih ya"ujar Andini dengan mimik muka yang dibuat memelas semelas melasnya.
"kakak ipar is the best pokoknya aku padamu kak" ujar Dafa
"bang malu maluin" protes Dewi
"apaan si dek emang cuma kakak ipar tau yang ngertiin aku semoga kakak ipar lancar rejekinya aamiin" sahut Dafa
"oke-oke nanti gue transfer kalau bukan Andini ngga akan gue kasih" ujar Revan
"ngga ikhlas nih? Dosa tau kak ngamal tapi ngga ikhlas" ujar Dafa. "saammpeeekkkkk" (ujar Dafa dengan memukul kemudi mobil ala-ala kang tisna si tukang ojek) "yuk turun makaaaaannnn" ajaknya kemudian membukakan pintu untuk Dewi.
__ADS_1
"lebay amat jadi orang Daf" ketus Revan
"iri bilang bos" sahut Dafa
Andini memukul bahu Revan "ih mas jangan gitu dong" ujarnya..
"iya iya yuk masuk" ajak Revan. Mereka pun masuk menuju meja dipojokan. "pesan satu paket 4porsi aja gimana?" usul Dafa
"boleh deh biar cepet udah laper soalnya" ujar Dewi
"iya Daf sana pesen sekalian minumnya samain aja lemon tea setuju ngga mba?" tanya Andini pada Dewi
"boleh tuh mba es lemon tea kayaknya nyegerin" jawab Dewi
__ADS_1
"udah sana Daf keburu laper" ujar Andini jangan tanya Revan dia pasti setuju saja.
Dafa pun memesan makanan. Tak berselang datanglah menu yang dipesan tadi. "silahkan Tuan, Nyonya pesanannya" ujar pelayan sambil meletakkan berbagai hidangan di meja. Ada sapi lada hitam, kangkung balacan, shishamo golden, jamur enoki goreng hemm yummy. Mereka pun makan dengan lahap. Hening tiada obrolan saat makan mengingat cacing perut mereka yang sudah menggelitik minta diisi. Apalagi Dafa dan Revan habis meeting pasti penat dan lapar menyatu jadi satu membuat mereka bungkam.