
Revan langsung menuju ke kafe X setelah Indra menelepon memberi tahu kendalanya. Ia memasuki kafe, dilihatnya kiri kanan mencari keberadaan Indra, namun yang dicari tidak ada. Revan pun memutuskan untuk menunggu di meja paling belakang. Ia pun memesan kopi sambil menunggu kedatangan Indra. Selang lima menit Indra datang dengan wajah yang terlihat sedikit tegang, peluk membanjiri mukanya. Revan pun melambaikan tangan isyarat untuk Indra agar mendekat. Indra pun berjalan kearahnya. Dan menyeruput kopi milik Revan
"lo kenapa Ndra dateng-dateng nyeruput kopi orang udah kaya abis lari maraton aja" ejek Revan pada Indra
"ejek aja terus, lo pesen kopi lagi ya bos maaf gue minum gue haus berat" ujar Indra tak berdosa
"pelayan" ujar Revan memanggil pelayan, sang pelayan pun menghampiri Revan.
" Ndra lo mau makan apa?" tanya Revan
"somay porsi dobel bos" ujar Indra
"mba pesan somay nya tiga porsi, kopinya satu, teh hangat satu ya" ujar Revan
"baik pak silahkan ditunggu" ujar pelayan kemudian berlalu mengambilkan pesanan
"sebenarnya lo kenapa ngajak gue ketemu di kafe ini" tanya Revan
"bosen aja bos setiap ketemu klien ke Resto makan mewah mulu, sebenernya gue kangen makan somay makanya gue ajakin lo ke kafe ini haha ." ujar Indra sambil tertawa
__ADS_1
"dasar itu sih maunya lo, pantes lo pesen dua porsi, trus perusahaan kenapa?" tanya Revan
"jadi gini, kemarin gue lembur sampai jam tujuh, gue keluar perusahaan udah sepi tapi gue curiga waktu gue lewat di deket gudang kaya ada orang ngobrol gitu, gue nguping ternyata mereka kaya melakukan transaksi apa gitu tak lama mereka keluar gue sembunyi, gue lihat ke ruangan CCTV tapi rekaman mereka digudang ngga ada bos, aneh kan bos, atau jangan-jangan anak buah Doni masih bekerja di perusahaan dan mereka melakukan transaksi ilegal lagi bos"ujar Indra
"lo tau siapa mereka?" tanya Revan
"nggak tapi mereka memakai seragam OB perusahaan" ujar Indra
"silahkan pesanannya pak" ujar pelayan seketika menghentikan obrolan mereka.
"makan dulu nanti kita lanjut" ujar Revan. Indra pun mengangguk. Tak sampai lima belas menit pesanan mereka telah tandas.
"lo bener bos tapi siapa? Diego? Apa perlu kita panggil dia?" tanya Indra
"iya kita memang harus memanggil Diego dan anak buahnya, biar gue yang atur. Untuk sementara lo bersikap biasa aja dulu" terang Revan
"baiklah bos" ujar Indra.
**
__ADS_1
Sementara di kampus, Ara terus saja mengomel karena Rendi selalu mengikuti nya.
"lo apasih ngikutin gue mulu" ujar Ara kesal
"gimana ngga ngikutin lo tugas kita aja sama bersih-bersih kamar mandi" elak Rendi
"ya ngga usah ngikutin gue napa toh kamar mandi di kampus ini banyak" ujar Ara
"mau banyak kek, bebek kek, angsa kek, itik kek, gue ngga peduli terserah lo deh ngomel aja terus yang jelas gue udah capek gue mau kelarin ni tugas trus gue cabut terserah lo mau bilang apa sampai mulut lo pegal juga ngga apa-apa" ujar Rendi enteng
Ara hanya mampu menahan kesalnya. Sementara Andini, kelas kuliah telah selesai. Kini Andini menghampiri Dev yang tengah menunggu nya di taman.
"nona sudah selesai kelas nya?" tanya Dev
"sudah mba, gimana mba udah tau Ara dimana?"
"sudah nona, mereka berdua dihukum membersihkan toilet tadi saya sempat menghampirinya, dan nona Ara minta nona tidak usah mencarinya, dia baik-baik saja" terang Dev
"oh ya sudah kita pulang mba, tapi mampir ke mall bentar ya, ada sesuatu yang harus aku beli" ajak Andini
__ADS_1
"baik nona ayo kita let's go!"